Berita Gate News: Harga Bitcoin dan seluruh pasar kripto global mengalami rebound pada hari Rabu, setelah ada laporan bahwa Uni Emirat Arab bersedia bergabung dengan barisan Amerika Serikat dan sekutunya untuk memaksa kembali membuka Selat Hormuz serta mendorong Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan resolusi otorisasi terkait. Langkah ini berpotensi meredakan kekhawatiran investor bahwa perang Iran yang berlarut-larut dapat menyebabkan gangguan pasokan minyak dalam jangka panjang.
Menurut The Wall Street Journal, Uni Emirat Arab sedang mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menyetujui penggunaan kekuatan guna membuka kembali Selat Hormuz, dan menyerukan agar Amerika Serikat, Eropa, serta sekutu-sekutu Asia membentuk sebuah aliansi untuk ikut serta secara langsung dalam aksi tersebut. Langkah ini terjadi di tengah serangkaian serangan yang dilancarkan Iran, sehingga Uni Emirat Arab menjadi negara Teluk pertama yang secara tegas menyatakan kesediaannya untuk ikut bertempur secara langsung. Analis memperingatkan bahwa serangan Iran mungkin meningkatkan jumlah dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang berpotensi mendorong situasi menjadi lebih tenang.
Pada hari Selasa, Presiden Trump mengonfirmasi bahwa AS akan secara bertahap menarik diri dari pertempuran melawan Iran dalam waktu 2 hingga 3 minggu, serta berencana mengakhiri konflik AS-Iran dalam waktu 4 hingga 6 minggu, meskipun Selat Hormuz masih pada dasarnya akan tetap tertutup. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Iran telah siap mengakhiri perang, tetapi perlu mendapatkan jaminan keamanan. Berita ini dengan cepat mengerek pasar, mendorong Bitcoin dan aset kripto utama lainnya naik.
Harga Bitcoin naik lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir, kini berada di 68,223 dolar AS, dengan volume perdagangan meningkat 15%, sehingga turut mendorong kenaikan kecil pada mata uang kripto utama seperti Ethereum, XRP, dan Solana. Investor menantikan potensi pemulihan risk appetite akibat meredanya situasi, dan menunggu data ketenagakerjaan Nonfarm Payroll bulan Maret yang akan diumumkan pada hari Jumat untuk menilai arah lanjutan pasar kripto.
Dorongan Uni Emirat Arab untuk membuka kembali Selat Hormuz, serta kemungkinan berakhirnya perang AS-Iran, memberikan dukungan jangka pendek (short-term) bagi Bitcoin dan keseluruhan pasar mata uang kripto. Seiring meredanya ketegangan geopolitik, sentimen pasar ikut membaik, dan investor mungkin akan menghadapi peluang penataan posisi baru.