Tenora Financial Group telah menerima otorisasi dari Financial Conduct Authority sebagai institusi uang elektronik di Inggris, sementara Macquarie telah meningkatkan kepemilikannya menjadi 33% melalui divisi Commodities and Global Markets. Dua perkembangan tersebut menggabungkan persetujuan regulasi dengan dukungan institusional saat Tenora memperluas platform terpadu manajemen risiko foreign exchange (FX).
Entitas Tenora di Inggris telah diotorisasi oleh Financial Conduct Authority sebagai institusi uang elektronik, yang memungkinkannya menerbitkan uang elektronik dan menyediakan layanan pembayaran yang teregulasi. Lisensi tersebut juga memungkinkan pengamanan dana klien dan penyediaan akun multi-mata uang.
Otorisasi ini memperluas kemampuan perusahaan di luar manajemen risiko FX menjadi pembayaran dan penyelesaian (settlement), sehingga beberapa tahap proses transaksi berada di bawah satu kerangka regulasi.
Harry Adams, Pendiri dan Chief Executive Officer Tenora, menyatakan: “Otorisasi FCA kami sebagai Electronic Money Institution adalah tonggak penting dalam perjalanan kami. Ini mencerminkan komitmen kami untuk menanamkan standar tata kelola dan infrastruktur institusional dalam setiap hal yang kami lakukan.”
Macquarie telah menaikkan kepemilikannya di Tenora menjadi 33% setelah persetujuan regulasi dari Australian Prudential Regulation Authority. Kenaikan porsi saham tersebut mencerminkan dukungan institusional yang berkelanjutan terhadap model bisnis perusahaan dan menempatkan perusahaan dalam portofolio investasi institusi keuangan global.
Arturo Alonso, Senior Managing Director di Macquarie, berkomentar: “Lisensi EMI Tenora yang diotorisasi FCA, dipadukan dengan teknologi native AI-nya, membedakannya di pasar dan menyediakan landasan kuat untuk ekspansi. Macquarie senang dapat mendukung perusahaan saat perusahaan memasuki fase pertumbuhan berikutnya.”
Platform Tenora dirancang untuk menghubungkan berbagai tahap aktivitas FX, termasuk identifikasi eksposur, lindung nilai (hedging), eksekusi, dan settlement. Integrasi fungsi-fungsi ini ke dalam satu sistem mengatasi tantangan umum di pasar FX, di mana korporasi dan institusi keuangan sering kali mengandalkan sistem terpisah untuk manajemen risiko, eksekusi, dan pembayaran.
Dengan tambahan layanan pembayaran yang teregulasi, platform kini dapat menangani perdagangan dan settlement dalam lingkungan yang sama, sehingga mengurangi kebutuhan pada banyak penyedia di sepanjang siklus hidup transaksi.
Beroperasi sebagai institusi uang elektronik yang diotorisasi menempatkan Tenora dalam kerangka pembayaran yang teregulasi, yang memengaruhi cara perusahaan mengelola dana klien dan memberikan layanan. Status regulasi adalah faktor kunci bagi perusahaan yang ingin bekerja dengan klien institusional.
Kombinasi pengawasan FCA dan dukungan dari institusi keuangan global mendukung integrasi dengan sistem perbankan dan jaringan keuangan, yang dapat dibutuhkan untuk penskalaan operasi. Struktur regulasi ini dapat memengaruhi cara perusahaan memposisikan dirinya terkait layanan treasury dan pembayaran lintas negara.
Platform perusahaan menggabungkan alat berbasis data untuk mendukung keputusan manajemen risiko FX. Alat-alat ini dirancang untuk memberikan visibilitas atas eksposur mata uang dan mendukung strategi lindung nilai, dengan analitik yang diintegrasikan ke proses eksekusi dan settlement.
Penggunaan data dan otomatisasi mencerminkan bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk menghubungkan berbagai tahap aktivitas keuangan, sehingga memengaruhi cara korporasi mengelola risiko mata uang dan operasi treasury.
Artikel Terkait
Peringatan TradFi Turun: USDKRW (US Dollar vs South Korean won) Turun Melebihi 2%
Pejabat The Fed Mosallam: Inflasi 2% Bisa Membenarkan Pemotongan Suku Bunga Lanjutan
Wakil Ketua Federal Reserve Mussallem Menyatakan Suku Bunga Perlu Tetap Stabil pada 6 Mei
Bank Sentral AS (The Fed) Menahan Suku Bunga Tidak Berubah pada Juni dengan Probabilitas 94,2%, Peluang Pemangkasan Suku Bunga di 5,8%
Ketenagakerjaan ADP AS Melampaui Perkiraan pada 109.000 pada April, Naik dari 62.000 pada Maret