Volume perdagangan aset kripto yang terkait dengan emas telah mencapai rekor tertinggi dalam beberapa waktu terakhir, di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Menurut laporan, angka ini meningkat hingga 290% dibandingkan dengan rekor sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa tokenisasi aset dapat menjadi salah satu tren terbesar yang didorong oleh Undang-Undang CLARITY.
Dalam konteks ini, Solana (SOL) muncul sebagai kandidat potensial untuk mendapatkan manfaat dari ledakan besar dalam aset kripto. Menurut analisis Coinphoton, jaringan yang cepat dan infrastruktur blockchain yang kuat dari Solana dapat membantu platform ini menguasai bagian signifikan dari pasar kripto yang sedang berkembang.
Selain itu, minat dari investor institusional terhadap Solana juga meningkat secara signifikan. Aliran dana dari ETF yang kuat serta perkembangan di bidang pembayaran, dikombinasikan dengan harapan positif dari Undang-Undang CLARITY, telah memberikan fondasi yang kokoh bagi investor jangka panjang yang percaya pada Solana.
Namun, meskipun prospek jangka panjangnya menjanjikan, tidak dapat disangkal bahwa pasar kripto saat ini menghadapi masa resesi yang penuh tantangan. Risiko penurunan harga yang lebih dalam tetap ada untuk banyak aset di pasar.
Salah satu indikator paling jelas yang menunjukkan tekanan dari “beruang” adalah indeks Coin Days Destroyed (CDD). Indeks ini mengukur jumlah besar koin yang lama tidak diperdagangkan dan tiba-tiba berpindah.
Sumber: GlassnodePada 5 Maret, indeks CDD mencatat lonjakan mendadak tepat saat harga SOL mendekati level resistansi $90.
Sumber: GlassnodeKenaikan aktivitas pergerakan token juga disertai dengan peningkatan besar aliran dana ke bursa dalam bulan terakhir. Biasanya, ketika aliran dana ke bursa meningkat, ini menunjukkan bahwa para investor mungkin sedang bersiap menjual. Penurunan harga di bawah $100 pada akhir Januari turut memperkuat tren ini.
Ketika dikombinasikan dengan lonjakan indeks CDD, sinyal ini menunjukkan kemungkinan akan terjadinya gelombang penjualan besar-besaran, sehingga para investor SOL perlu berhati-hati.
Sumber: GlassnodeSelain itu, indeks Perubahan Posisi Bersih HODLer, yang memantau perilaku investor jangka panjang, juga mengirimkan sinyal penting. Sejak Desember, indeks ini menunjukkan bahwa investor jangka panjang terus meningkatkan kepemilikan mereka, yang ditunjukkan oleh batang berwarna hijau pada histogram. Namun, dalam beberapa hari terakhir, indeks ini berbalik menjadi negatif, menandakan bahwa para HODLer mulai menjual SOL mereka. Ini adalah sinyal lain yang memperkuat tren penurunan harga saat ini dari Solana.
Menggabungkan semua faktor di atas, tampaknya peluang Solana untuk menembus level $100 dalam waktu dekat sangat kecil. Sebaliknya, skenario yang lebih realistis adalah para investor akan memanfaatkan kenaikan harga untuk mengambil keuntungan, yang akan menimbulkan tekanan jual yang lebih besar di pasar.