BlockBeats melaporkan bahwa pada 25 Maret, menurut media Amerika, Pentagon telah mencapai kesepakatan dengan beberapa kontraktor pertahanan utama mengenai serangkaian kerangka kerja untuk mempercepat produksi sistem rudal penting. Sistem-sistem ini telah digunakan secara besar-besaran selama tahap awal perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Menurut pengumuman Pentagon, Lockheed Martin dan BAE Systems telah sepakat dengan Departemen Pertahanan mengenai rencana untuk “meningkatkan produksi peluncur rudal THAAD hingga empat kali lipat.” Sebelumnya, Departemen Pertahanan juga telah menandatangani kerangka kerja sama dengan Lockheed Martin untuk meningkatkan produksi rudal THAAD hingga empat kali lipat dari jumlah sebelumnya.
Dalam kerangka kerja sama independen lainnya, Honeywell Aerospace akan menginvestasikan 500 juta dolar dalam beberapa tahun mendatang untuk “secara besar-besaran meningkatkan produksi komponen kunci dalam persediaan amunisi Amerika,” termasuk sistem navigasi dan produk lainnya.
Selain itu, Lockheed Martin dan Pentagon juga akan meningkatkan produksi rudal serang presisi (PrSM), yang merupakan pengganti dari sistem rudal taktis Army Tactical Missile System (ATACMS).