Berita Gate News, pada akhir Maret 2026, sebuah pergerakan pasar yang digerakkan oleh geopolitik dan media sosial terjadi di bursa saham AS. Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pada akhir pekan secara terbuka menyerukan kepada para investor untuk “membeli saat harga turun,” dan beberapa jam kemudian, Trump memposting pernyataannya mengenai pembicaraan AS-Iran di Truth Social, yang secara langsung mendorong pembalikan sentimen pasar; kapitalisasi indeks S&P 500 pulih sekitar 900 miliar dolar AS dalam waktu singkat.
Berdasarkan kronologi, pada Minggu malam waktu setempat AS (Eastern Time), futures S&P 500 sempat turun mendekati 1%, mendekati kisaran koreksi teknis. Namun hingga pukul 23:00 malam itu, futures tersebut sepenuhnya telah menutup penurunannya dan berbalik menjadi menguat. Titik balik utama terjadi pada Senin pagi: Trump menyatakan bahwa AS sedang melakukan perundingan dengan “rezim Iran baru yang lebih rasional,” sambil memperingatkan bahwa jika perundingan gagal, itu akan merugikan fasilitas energi dan pengairannya. Setelah kabar dipublikasikan, indeks dengan cepat melonjak sekitar 100 poin, dan sentimen aset berisiko jelas membaik.
Fluktuasi kali ini dipandang pasar sebagai “pergerakan pasar yang digerakkan oleh berita” yang khas. Lembaga analisis Kobeissi Letter menyebutkan bahwa pasar saat ini berada pada fase yang sangat sensitif, sehingga pernyataan politik dan sinyal opini publik secara signifikan memperbesar dampak terhadap harga. Meski saham memantul secara singkat, pasar minyak mentah tetap mempertahankan konsolidasi di level tinggi; harga minyak terus berada di atas 100 dolar AS per barel, yang mencerminkan bahwa risiko pengiriman di Selat Hormuz dan ketegangan di Timur Tengah belum mereda.
Perlu dicatat bahwa saat ini belum ada kesepakatan diplomatik resmi yang benar-benar terwujud; kenaikan pasar lebih banyak bergantung pada perbaikan ekspektasi daripada membaiknya fundamental. Pernyataan Ghalibaf juga diinterpretasikan oleh sebagian pihak sebagai respons tidak langsung terhadap fenomena ketika pengaruh opini publik AS terhadap pasar keuangan.
Dalam konteks ini, para investor global sedang menilai ulang jalur dampak geopolitik terhadap penetapan harga aset. Jika perundingan berikutnya menghasilkan kemajuan yang substansial, pasar saham mungkin akan mempertahankan ritme pemulihannya; sebaliknya, jika konflik meningkat, volatilitas dapat dengan cepat kembali dan menular ke aset berisiko, termasuk Bitcoin.