Trading Technologies mengumumkan kemitraan dengan NZX (New Zealand Exchange) untuk menyediakan konektivitas yang mendukung peluncuran S&P/NZX 20 Index Futures, memperluas penawaran derivatif bursa tersebut. Kesepakatan ini memungkinkan pelaku pasar yang menggunakan platform Trading Technologies untuk mengakses NZX secara langsung, menghubungkan bursa dengan jaringan perdagangan global yang lebih luas, serta memungkinkan perusahaan lokal dan lepas pantai untuk memperdagangkan kontrak futures baru tersebut.
Kemitraan ini terkait dengan rencana NZX untuk memperkenalkan index futures berdasarkan S&P/NZX 20, sebuah tolok ukur yang mewakili perusahaan-perusahaan terkemuka yang tercatat di Selandia Baru. Menurut NZX, peluncuran ini diharapkan menyediakan alat bagi pelaku pasar untuk melakukan lindung nilai terhadap eksposur ekuitas dan mengelola risiko portofolio.
Dengan melakukan integrasi dengan Trading Technologies, NZX memperluas akses ke pasar derivatifnya melalui infrastruktur mapan yang digunakan oleh perusahaan perdagangan global. Koneksi ini memungkinkan pengguna mengeksekusi perdagangan melalui satu platform yang mendukung berbagai kelas aset dan venue.
Nick Morris, General Manager, Cash and Derivatives Markets di NZX, mengatakan: “Peluncuran S&P/NZX 20 Index Futures adalah tonggak penting bagi pasar modal Selandia Baru, dan kolaborasi kami dengan Trading Technologies menjadi kunci untuk mewujudkan hasil tersebut. Konektivitas global dan teknologi eksekusi TT akan memungkinkan peserta lokal dan lepas pantai untuk mengakses dan memperdagangkan derivatif ekuitas Selandia Baru secara efisien.”
Peserta yang memperdagangkan melalui platform Trading Technologies akan memiliki akses ke alat eksekusi termasuk algorithmic trading, spread trading, analitik, dan API. Kemampuan ini dirancang untuk mendukung strategi yang lebih kompleks dan mengintegrasikan produk NZX ke dalam alur kerja perdagangan multi-pasar yang lebih luas.
Alun Green, Executive Vice President dan Managing Director, Futures and Options di Trading Technologies, berkomentar: “Kami sangat senang bahwa NZX memilih TT sebagai mitranya pada proyek prioritas tinggi ini yang ditujukan untuk menumbuhkan pasar index futures yang likuid dan berkontribusi pada pertumbuhan ekosistem pasar modal Selandia Baru. Kami mengharapkan munculnya pasar ini akan memungkinkan peserta pasar lokal dan global untuk melakukan lindung nilai terhadap risiko pasar ekuitas mereka dan menggunakan alat eksekusi perdagangan canggih kami sebagai bagian dari strategi multi-pasar mereka.”
Integrasi ini mencerminkan bagaimana platform eksekusi memposisikan diri sebagai gerbang ke banyak pasar. Dengan menawarkan konektivitas di berbagai bursa, penyedia dapat mengagregasikan likuiditas dan menyederhanakan akses bagi perusahaan perdagangan yang beroperasi secara global. Bagi bursa, model ini mengurangi kebutuhan untuk membangun jaringan distribusi secara independen, alih-alih memanfaatkan platform yang sudah ada untuk menjangkau basis pengguna yang lebih luas.
Peluncuran index futures di Selandia Baru hadir saat aktivitas perdagangan di pasar Asia-Pasifik terus meningkat. Menurut Trading Technologies, volume di platformnya di kawasan tersebut naik lebih dari 16% pada 2025, mengungguli pertumbuhan di banyak pasar yang mendasarinya.
Memperluas penawaran derivatif adalah salah satu cara bursa berupaya memperdalam likuiditas dan menyediakan instrumen tambahan untuk pengelolaan risiko. Index futures banyak digunakan untuk lindung nilai dan untuk memperoleh eksposur terhadap pergerakan pasar yang lebih luas.
Ben Altoft, Director, Operational Excellence untuk FICC di Jarden, mengatakan: “Bisnis derivatif kami telah menjadi klien TT yang bangga sejak 2019, jadi menarik untuk melihat TT bermitra dengan NZX pada peluncuran S&P/NZX 20 Index Futures. Ini adalah tonggak penting bagi pasar modal Selandia Baru dan bagi klien kami; ini berarti akses ke layanan perbankan/ broker kelas dunia di semua pasar, termasuk NZX, melalui satu solusi yang kuat.”
Trading Technologies menyediakan konektivitas ke lebih dari 100 venue perdagangan di seluruh dunia, didukung oleh jaringan pusat data di berbagai hub keuangan utama. Menurut perusahaan tersebut, platform ini memproses miliaran transaksi derivatif pada 2025, yang mencerminkan perannya sebagai infrastruktur perdagangan global.
Bagi NZX, terhubung ke jaringan seperti itu merupakan langkah menuju pengintegrasian pasarnya dengan lebih erat ke arus perdagangan global. Keberhasilan kontrak futures baru ini akan bergantung pada apakah likuiditas yang cukup berkembang, yang dipengaruhi oleh aksesibilitas, partisipasi, dan biaya perdagangan.
Kemitraan ini menunjukkan bagaimana bursa dan penyedia teknologi bekerja sama untuk memperluas akses pasar dan mengembangkan produk-produk baru. Seiring persaingan antar venue terus berlanjut, kemampuan untuk menarik likuiditas melalui konektivitas dan alat eksekusi tetap menjadi faktor kunci dalam pertumbuhan pasar.