Berita Gate News, pada 20 Maret, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) merilis “Klasifikasi Token”, yang dipandang sebagai kemajuan penting dalam bidang regulasi kripto. Ketua SEC Paul Atkins menyatakan bahwa kerangka kerja ini secara tegas mendefinisikan yurisdiksi pengawasan terhadap berbagai jenis aset kripto, sekaligus menyerukan Kongres untuk melakukan penyesuaian legislatif yang bersifat proyektif di masa depan.
Berdasarkan panduan ini, sebagian besar aset kripto diklasifikasikan sebagai komoditas digital, koleksi digital, alat digital, dan stablecoin pembayaran, sementara hanya “sekuritas tokenisasi” yang secara otomatis berada di bawah pengawasan SEC. Ini berarti bahwa aset utama seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, Ripple, dan Dogecoin tidak lagi secara otomatis dianggap sebagai sekuritas, sehingga secara signifikan mengurangi ketidakpastian kepatuhan industri.
Para pelaku industri umumnya berpendapat bahwa langkah ini memberikan aturan yang jelas bagi pasar kripto di AS. Kepala Digital Chamber, Cody Carbone, menunjukkan bahwa SEC dan Kongres tetap sangat selaras dalam negosiasi legislasi mengenai struktur pasar, dan peraturan baru ini kemungkinan besar akan menjadi dasar penting bagi hukum di masa mendatang. Sementara itu, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) juga menyatakan niat untuk bekerja sama, menunjukkan bahwa koordinasi pengawasan semakin diperkuat.
Ahli hukum Steve Yelderman menyatakan bahwa salah satu poin menonjol dari kerangka ini adalah kejelasan mengenai kondisi “penghentian kontrak investasi”, yaitu bahwa setelah proyek memenuhi janji-janji tertentu, token terkait dapat melepaskan diri dari status sekuritas. Hal ini memberikan jalur pengembangan yang lebih jelas bagi para pengembang proyek.
Meskipun arah regulasi semakin jelas, industri tetap menekankan pentingnya implementasi legislatif secara nyata. Analisis menyebutkan bahwa tanpa dukungan hukum resmi, kebijakan dapat berubah mengikuti siklus politik, sehingga sulit memberikan ekspektasi jangka panjang yang stabil bagi pasar. Oleh karena itu, kemajuan undang-undang seperti Clarity Act dan legislasi mengenai struktur pasar tetap dipandang sebagai langkah kunci untuk tahap berikutnya dari industri kripto.