Gate News berita, pada tahun 2026, rumor seputar “kontrak XRP rahasia” dengan cepat menyebar di komunitas kripto, tetapi Chief Technology Officer Ripple, David Schwartz, telah secara terbuka membantah klaim tersebut, menekankan bahwa ia tidak pernah mengonfirmasi adanya protokol rahasia untuk distribusi XRP yang telah ditentukan sebelumnya. Peristiwa ini berasal dari sebuah pos menyesatkan di platform media sosial, yang mengklaim bahwa sejumlah besar XRP yang dikelola oleh Ripple telah dialokasikan sebelumnya kepada investor yang tidak diungkapkan, memicu perdebatan di pasar.
Menghadapi kontroversi, David Schwartz langsung merespons bahwa pernyataan semacam itu tidak ada hubungannya dengan semua pernyataan publiknya sebelumnya, dan merupakan contoh tipikal dari atribusi yang salah. Klarifikasinya sekali lagi menyoroti masalah menonjol dalam lingkungan penyebaran informasi kripto saat ini: pernyataan yang belum terverifikasi dengan cepat menyebar dengan memanfaatkan nama tokoh berwenang, yang kemudian mempengaruhi persepsi pasar.
Faktanya, situasi serupa bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada bulan Januari 2026, sebuah memo palsu yang dilampirkan pada transaksi pembukaan kunci yang dikelola pernah menyesatkan pasar dengan mengklaim bahwa Ripple menjual sejumlah besar XRP. Karena mekanisme catatan itu sendiri memungkinkan siapa saja untuk melampirkan informasi, beberapa investor salah menganggapnya sebagai pengungkapan resmi, yang menyebabkan fluktuasi emosi jangka pendek.
Sebagai tokoh sentral dari XRP Ledger (XRPL), pandangan David Schwartz memiliki pengaruh yang tinggi di komunitas, yang juga membuatnya lebih rentan dimanfaatkan oleh informasi yang tidak benar. Begitu pernyataan terkait dipotong dan diartikan secara salah, sering kali akan memperbesar keraguan terhadap mekanisme pasokan XRP dan keadilan pasar.
Dari segi mekanisme, Ripple telah terus merilis hingga 1 miliar XRP per bulan melalui sistem pengelolaan sejak tahun 2017, dan proses ini memiliki transparansi dan dapat diverifikasi. Meskipun secara teori ada kemungkinan untuk mentransfer hak pembukaan kunci di masa depan, saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan adanya “kontrak rahasia” yang dimaksud.
Dengan semakin banyak investor baru memasuki pasar, pentingnya kemampuan untuk memverifikasi informasi semakin meningkat. Peristiwa ini juga mengingatkan kembali peserta pasar bahwa dalam menghadapi informasi sensitif yang melibatkan aset-aset utama seperti Bitcoin, Ethereum, dan XRP, mereka harus memverifikasi sumbernya terlebih dahulu untuk mengurangi risiko kesalahan penilaian.