BlockBeats melaporkan bahwa pada 25 Maret, menurut sumber terpercaya, Pakistan telah menyampaikan kepada Iran sebuah proposal perdamaian yang berisi 15 poin atas nama Amerika Serikat, dan Turki serta Pakistan mungkin menjadi tempat mediasi potensial.
Namun, pihak Iran secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak menerima gencatan senjata dan tidak akan berunding dengan “pihak yang melanggar janji”, menyebut bahwa negosiasi saat ini dengan Amerika Serikat “tidak masuk akal”. Meski begitu, pernyataan tersebut tetap dianggap sebagai sinyal bahwa Teheran mungkin sedang menilai jalur diplomasi secara diam-diam.
Sementara itu, konflik di kawasan terus meningkat. Israel melancarkan serangan udara ke Teheran, sementara Iran melakukan serangan balik terhadap target militer AS di Israel dan berbagai lokasi di Timur Tengah. Pelintasan Selat Hormuz terbatas, dan pasokan energi global terus mendapat tekanan.
Analisis menunjukkan bahwa meskipun ada tanda-tanda kontak diplomatik, posisi terbuka Amerika dan Iran tetap keras, dan situasi di Timur Tengah tetap berada dalam ketidakpastian tinggi.