Hampir setengah dari pasokan Bitcoin mengalami kerugian saat investor jangka panjang mulai merealisasikan keuntungan
Pasar Bitcoin sedang mengirimkan sinyal tekanan yang jelas ketika hampir setengah dari total BTC yang beredar kini jatuh di bawah harga beli investor. Data terbaru menunjukkan Bitcoin Impact Index melonjak ke 57,4, yang mencerminkan tingkat ketegangan yang signifikan dalam ekosistem, terutama ketika investor jangka panjang mulai menjual pada kisaran harga yang lebih rendah.
Berdasarkan data yang diamati, sekitar 50% Bitcoin yang sedang beredar saat ini dimiliki dalam kondisi “underwater”, yaitu harga pasar lebih rendah daripada harga pokok pemiliknya. Ini adalah indikasi bahwa banyak investor menanggung kerugian yang belum direalisasikan, di tengah sentimen pasar yang menjadi lebih berhati-hati.
Bitcoin Impact Index meningkat menjadi 57,4 yang menunjukkan bahwa tingkat stres berada pada ambang tinggi. Indeks ini biasanya digunakan untuk mengukur dampak volatilitas harga terhadap perilaku penahanan dan perdagangan di pasar. Ketika indeks meningkat tajam, hal itu umumnya berarti tekanan jual dapat terus bertambah jika harga tidak segera pulih.
Hal yang paling menarik pada periode ini adalah kelompok investor jangka panjang telah mulai menjual Bitcoin meskipun sedang mengalami kerugian. Ini biasanya terjadi ketika pasar memasuki fase hilangnya kepercayaan, atau ketika tekanan likuiditas memaksa mereka untuk mengurangi posisi.
Dalam siklus-siklus sebelumnya, perilaku penjualan kelompok hodler jangka panjang sering kali menjadi sinyal bahwa pasar sedang mengalami fase distribusi yang kuat. Ketika para pemegang lama tidak lagi sabar menunggu pemulihan harga, risiko volatilitas biasanya meningkat lebih tinggi dalam jangka pendek.
Bitcoin Impact Index adalah indikator yang mencerminkan tingkat pengaruh volatilitas harga terhadap seluruh jaringan Bitcoin. Nilai 57,4 menunjukkan bahwa pasar tidak hanya menghadapi tekanan dari sisi harga, tetapi juga dari emosi dan perilaku investor.
Ketika indeks ini meningkat tinggi, pasar biasanya menjadi lebih sensitif terhadap berita makro, likuiditas, serta aksi merealisasikan keuntungan atau memotong kerugian. Ini sangat penting, mengingat Bitcoin adalah aset dengan volatilitas tinggi dan sangat bergantung pada sentimen pasar.
Jika tekanan jual dari investor jangka panjang terus dipertahankan, Bitcoin mungkin harus menghadapi tambahan satu gelombang penyesuaian atau bergerak mendatar dalam waktu yang lebih lama sebelum menemukan keseimbangan baru. Sebaliknya, jika permintaan dapat menyerap dengan baik pasokan yang sedang dilempar ke pasar, pasar dapat segera kembali stabil.
Pada saat ini, fakta bahwa hampir setengah dari jumlah BTC yang beredar berada dalam kondisi rugi adalah pengingat yang jelas bahwa pasar masih rapuh. Investor perlu memantau secara ketat pergerakan harga, likuiditas, dan indikator on-chain untuk menilai apakah ini hanya fase koreksi jangka pendek atau justru sinyal dari periode akumulasi baru.