Menurut analis JPMorgan Chase, harga bensin AS dapat naik hingga 5 dolar AS per galon karena kilang memprioritaskan produksi bahan bakar jet di tengah tekanan pada pasokan energi. Laporan bank tersebut pada 8 Mei mencatat bahwa harga bensin saat ini sudah mencapai 4,55 dolar AS per galon. Kilang mengalihkan produksinya ke bahan bakar penerbangan sebagai respons terhadap kendala pasokan, yang menurunkan output diesel dan bensin. “Risiko harga bensin naik hingga 5 dolar AS tidak bisa diabaikan,” kata para analis. Jika pasokan minyak mentah tetap terbatas, harga bahan bakar bisa menjadi saluran utama penularan untuk kehancuran permintaan, dengan minyak mentah berpotensi stabil di sekitar 100 dolar AS per barel.
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke
Penafian.
Artikel Terkait
Saudi Aramco membukukan laba kuartal 1 senilai $33,6 miliar, naik 26% year-over-year, melampaui estimasi analis
Saudi Aramco melaporkan laba bersih yang disesuaikan kuartal pertama sekitar 126 miliar riyal (33,6 miliar dolar AS), naik 26% year-over-year dan melampaui ekspektasi analis sebesar 109 miliar riyal. Pertumbuhan laba didorong oleh harga minyak yang lebih tinggi pada bulan Maret.
GateNews1jam yang lalu
Berjangka Tembaga CME Mengantongi Keuntungan Ganda pada 8 Mei saat Minyak Mentah WTI Turun
Berdasarkan data CME, pada 8 Mei, volume perdagangan berjangka tembaga naik 22.574 kontrak menjadi 72.397, sementara open interest meningkat 6.178 menjadi 242.943, menandai kenaikan secara bersamaan pada kedua metrik. Sementara itu, berjangka minyak mentah WTI mencatat penurunan dengan volume perdagangan turun 539.490 kontrak menjadi 939.928 dan open interest turun 9.526 menjadi 2.074.330. Berjangka emas dan perak mengalami penurunan volume perdagangan sementara open interest bertambah sedikit,
GateNews2jam yang lalu
Pipa Timur-Barat Saudi Aramco Mencapai Kapasitas Penuh di 7 Juta Barel per Hari
Saudi Aramco mengumumkan pada 10 Mei bahwa Pipa East-West-nya telah mencapai kapasitas operasi penuh, dengan tingkat aliran kini di 7 juta barel per hari.
GateNews3jam yang lalu
Saudi Aramco Melaporkan Kenaikan Penjualan Minyak Mentah di Kuartal I
Saudi Aramco melaporkan volume penjualan minyak mentah yang lebih tinggi pada kuartal pertama 2026.
GateNews3jam yang lalu
Pendapatan Terusan Panama Naik 15% saat Konflik Timur Tengah Meningkatkan Lalu Lintas Transit 20%
Menurut Financial Times, Otoritas Kanal Panama melaporkan peningkatan pendapatan sebesar 15% sejak konflik di Timur Tengah meletus, didorong oleh gangguan pengiriman. Transit harian melalui kanal naik 20% dalam periode yang sama.
GateNews3jam yang lalu
Futures Tembaga Turun Mendekati Terendah 3 Minggu di $5,85/lb di Tengah Ketegangan AS-Iran
Futures tembaga stabil di sekitar $5,85 per pon pada Selasa, bertahan dekat level terendah dalam tiga minggu setelah turun lebih dari 2% pada sesi sebelumnya, seiring meningkatnya ketegangan AS-Iran yang mengguncang pasar global. Militer AS memukul mundur serangan Iran sambil mengawal dua kapal berbendera Amerika melalui Selat Hormuz, sementara Pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab dilaporkan diserang oleh drone-drone Iran. Penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan menjadi risiko penurunan besa
GateNews4jam yang lalu