Data ekonomi yang diumumkan selama seminggu umumnya memberikan dampak netral, bahkan sedikit positif terhadap pasar cryptocurrency. Berkat itu, para investor sempat berharap adanya pemulihan ringan di paruh kedua minggu ini. Namun, pergerakan dua hari terakhir justru berjalan ke arah yang berlawanan.
Dalam 24 jam terakhir, pasar cryptocurrency menyaksikan gelombang penjualan besar-besaran yang bersifat “menyerah” (capitulation), setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS sedang bergerak ke arah Iran.
Sebelumnya, kapitalisasi pasar sempat pulih ringan dan melewati angka 3 triliun USD. Namun, ketegangan geopolitik yang meningkat akibat pengumuman ini memicu arus keluar dana yang besar, sehingga kapitalisasi pasar menurun lebih dari 6% menjadi sekitar 2,78 triliun USD saat pencatatan.
Yang menarik perhatian, penurunan ini membawa pasar kembali ke level harga yang setara dengan periode bulan November, sehingga menguji kembali sebuah level support penting yang terbentuk selama 6 bulan terakhir.
Setelah pengumuman Trump, Rusia dan China juga melakukan langkah-langkah baru di “papan catur” geopolitik, yang secara signifikan meningkatkan kemungkinan konflik meletus dan melemahkan psikologi investor.
Indeks Ketakutan & Keserakahan (Fear & Greed Index) pasar cryptocurrency turun ke 16 poin dalam 24 jam — level terendah sejak awal tahun — menunjukkan bahwa pasar telah memasuki kondisi “ekstrem ketakutan”.
Indeks Ketakutan dan Keserakahan di Pasar Cryptocurrency | Sumber: Alternative.mePerkembangan ini tidak mengejutkan, karena cryptocurrency memang termasuk aset berisiko tinggi. Ketika ketidakpastian geopolitik meningkat, investor biasanya lebih memilih melindungi modal dan mengurangi posisi, yang menyebabkan tekanan jual meningkat tajam.
Skema serupa pernah terjadi pada awal tahun 2022 saat ketegangan Rusia–Ukraina meningkat. Saat itu, pasar sempat diharapkan mendapatkan manfaat dari arus keluar dana dari emas. Namun, kali ini reaksi yang muncul justru berlawanan.
Harga emas turun lebih dari 5% dari puncaknya yang tercapai pada hari Kamis. Meski begitu, setelah pengumuman Trump, arus dana cenderung mencari tempat berlindung berupa uang tunai. Hal ini terlihat dari kenaikan indeks kekuatan dolar AS (DXY), dari level terendah 95,5 pada hari Selasa ke atas 96,5 saat pengamatan.
Ketegangan geopolitik muncul tepat saat pasar diharapkan pulih setelah periode volatilitas negatif di paruh kedua minggu lalu. Namun, gelombang FUD (ketakutan, ketidakpastian, keraguan) seputar eskalasi Iran–AS membuat pasar tidak sempat beradaptasi, memicu gelombang likuidasi posisi beli (long) dalam skala besar.
Menurut CoinGlass, total nilai likuidasi posisi long telah melebihi 1,8 miliar USD dalam 24 jam terakhir. Khusus Bitcoin (BTC) menyumbang hampir 800 juta USD, mencerminkan tingkat leverage dan kecenderungan “bullish” pasar sebelum berita buruk muncul.
Likuidasi pasar cryptocurrency | Sumber: CoinGlassDari sini, pertanyaan utama adalah: apakah pasar akan pulih dengan cepat atau terus melemah?
Pada tahun 2022, ketegangan geopolitik sempat membuat pasar tertekan selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Jika sejarah memiliki nilai referensi, kondisi risiko saat ini bisa terus memberikan tekanan pada cryptocurrency.
Namun, kondisi makroekonomi saat ini sudah sangat berbeda, dengan partisipasi yang lebih besar dari investor institusional dan lingkungan regulasi yang juga berubah. Data menunjukkan aktivitas “paus” dari para “paus” (whale) mengindikasikan harapan akan adanya pemulihan jangka pendek, sementara sinyal dari kelompok institusi justru mencerminkan psikologi yang memburuk.