Data PPI Memicu Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga! Peluang The Fed Bergerak di Bulan Desember Kini Mencapai 85%

Pasar
Diperbarui: 2025-11-26 07:23

Probabilitas pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada bulan Desember melonjak menjadi 84,7%. Pergeseran dramatis ini terjadi setelah rilis data PPI inti AS untuk bulan September, yang naik 2,6% secara tahunan, di bawah ekspektasi sebesar 2,7%.

Sementara itu, penjualan ritel bulan September hanya meningkat 0,2% secara bulanan, jauh di bawah angka sebelumnya sebesar 0,6% dan proyeksi sebesar 0,4%, menandakan perlambatan momentum ekonomi AS.

Pelemahan indikator ekonomi utama ini, ditambah dengan pernyataan bernada dovish dari pejabat The Fed baru-baru ini, telah memicu ekspektasi pasar yang kuat bahwa The Fed akan segera memulai siklus pemangkasan suku bunga.

01 Data Ekonomi yang Lemah

Data ekonomi AS terbaru memberikan justifikasi yang kuat bagi The Fed untuk memangkas suku bunga.

Menurut data yang dirilis pada hari Selasa oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS, PPI bulan September naik 0,3% secara bulanan, sesuai dengan ekspektasi. Namun, PPI inti (tidak termasuk makanan dan energi) hanya naik 0,1%, di bawah perkiraan sebesar 0,2%.

Ini merupakan kenaikan tahunan terendah untuk PPI inti sejak Juli 2024.

Omair Sharif, kepala firma peramalan inflasi Inflation Insights, memproyeksikan bahwa PCE inti bulan September—indikator inflasi pilihan The Fed—akan naik 0,2% secara bulanan.

Laju pertumbuhan tahunan diperkirakan turun dari 2,9% pada Agustus menjadi 2,8%, semakin mendekati target inflasi The Fed sebesar 2%.

Di sisi lain, data penjualan ritel juga menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Penjualan ritel bulan September hanya naik 0,2% secara bulanan, turun tajam dari 0,6% pada Agustus.

Mike Reid, ekonom di Royal Bank of Canada, menyoroti bahwa penjualan "kelompok kontrol" (tidak termasuk otomotif, material bangunan, bensin, dan jasa makanan) turun 0,1% secara bulanan, mengindikasikan bahwa konsumen berpendapatan menengah dan bawah "mulai merasakan tekanan."

02 Sinyal Dovish dari Pejabat The Fed

Beberapa pejabat The Fed baru-baru ini menyampaikan pernyataan publik bernada dovish, semakin memperkuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga pada Desember.

Gubernur The Fed Milan secara lugas menyatakan dalam pidatonya baru-baru ini: "Ekonomi AS membutuhkan pemangkasan suku bunga yang signifikan; kebijakan moneter saat ini menghambat pertumbuhan ekonomi."

Milan berpendapat bahwa inflasi bukanlah masalah di AS dan memperingatkan, "Jika kita tidak terus memangkas suku bunga, dan melakukannya dengan laju yang wajar, tingkat pengangguran akan terus meningkat."

Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, juga menyatakan dukungan untuk pemangkasan suku bunga pada Desember. Ia meyakini risiko memburuknya pasar tenaga kerja secara tiba-tiba lebih besar—dan lebih sulit diatasi—dibandingkan risiko inflasi yang kembali melonjak.

Sikap Daly ini patut dicatat karena ia jarang secara terbuka berbeda pendapat dengan Ketua The Fed Jerome Powell.

Selain itu, Gubernur The Fed Christopher Waller—salah satu kandidat kuat untuk Ketua The Fed berikutnya—juga menyatakan dukungannya terhadap pemangkasan suku bunga pada Desember.

Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap pemangkasan suku bunga semakin menguat di internal The Fed.

03 Ekspektasi Pasar Melonjak Tajam

Seiring melemahnya data ekonomi dan sikap dovish pejabat The Fed, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga berubah secara drastis.

Menurut data terbaru dari alat "FedWatch" CME, probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Desember naik menjadi 84,7%, sementara peluang suku bunga tetap tidak berubah hanya 15,3%.

Angka ini melonjak tajam dari 44% hanya seminggu sebelumnya, menandakan pergeseran besar dalam sentimen pasar.

Jan Hatzius, Kepala Ekonom Goldman Sachs, mencatat, "Karena laporan ketenagakerjaan berikutnya dijadwalkan pada 16 Desember dan data CPI pada 18 Desember, praktis tidak ada hambatan dalam kalender saat ini untuk pemangkasan suku bunga pada 10 Desember."

Anwiti Bahuguna, Global Co-Chief Investment Officer di Northern Trust Asset Management, meyakini bahwa karena keterlambatan rilis beberapa indikator ekonomi akibat penutupan pemerintah AS, The Fed mungkin memilih melakukan "pemangkasan suku bunga pre-emptive" bulan depan.

04 Dampak Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga terhadap Pasar

Meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed telah memicu reaksi berantai pada harga aset global.

Indeks saham utama AS mengalami rebound berbentuk V. Hingga penutupan 25 November, Dow Jones naik 1,43%, S&P 500 menguat 0,91%, dan Nasdaq naik 0,67%.

Tiga indeks saham utama Eropa juga menguat secara serempak pada hari yang sama.

Pasar kripto pun mengalami kenaikan luas.

Menurut data CoinMarketCap, pada 26 November, sejumlah token mencapai level tertinggi terbaru.

MON (Monad) melonjak 44,78% hari itu, IP (Story) naik 22,72%, dan SPX (SPX6900) menguat 13,36%.

Gelombang kenaikan ini terkonsentrasi pada proyek public chain dan infrastruktur baru, mencerminkan fokus pasar pada inovasi teknologi.

Pasar emas juga terdampak, dengan harga logam mulia domestik maupun internasional menguat seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

05 Perpecahan dan Tantangan di Internal The Fed

Meski ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga melonjak, masih terdapat perpecahan yang jelas di internal The Fed.

Risalah rapat FOMC The Fed bulan Oktober mengungkap perbedaan pendapat signifikan di antara para pengambil kebijakan terkait pemangkasan suku bunga bulan lalu.

Presiden The Fed Cleveland, Loretta Mester, dengan tegas menolak pemangkasan suku bunga lebih lanjut, menekankan bahwa inflasi tinggi masih belum terkendali dan menyerukan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, juga menyatakan kekhawatiran terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga lagi pada Desember, mencatat bahwa penurunan inflasi terhenti dan bahkan mungkin berbalik naik.

Perpecahan ini membuat hasil rapat kebijakan Desember tetap tidak pasti.

CITIC Securities menyoroti bahwa meski nonfarm payroll AS naik 119.000 pada September—jauh di atas proyeksi 51.000—

Perlu dicatat bahwa angka untuk Agustus dan Juli direvisi turun sebesar total 33.000, dan baik tingkat pengangguran maupun jumlah pengangguran permanen mengalami kenaikan.

Jerry Chen, analis senior di Gain Capital, juga menilai terdapat ketidakpastian besar terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember.

Alasannya: data nonfarm payroll dan CPI AS untuk Oktober tidak akan dirilis, dan data November baru akan keluar pertengahan Desember.

Artinya, The Fed tidak akan memiliki data ketenagakerjaan dan inflasi terbaru sebelum mengambil keputusan suku bunga pada Desember.

06 Strategi Investor dan Prospek Pasar

Pada titik balik penting kebijakan The Fed ini, investor perlu memantau dinamika pasar secara cermat dan menyesuaikan strategi mereka.

Perubahan arah kebijakan The Fed kini secara luas diantisipasi, namun jalur ke depan masih penuh ketidakpastian. Gubernur The Fed Waller menyatakan bahwa setelah tersedia banyak data ekonomi pada Januari, The Fed kemungkinan akan mengambil keputusan "dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya."

Bagi investor kripto, analis logam mulia Huishang Futures, Cong Shanshan, menyarankan: "Saat ini, ekspektasi terhadap kebijakan The Fed tetap menjadi faktor kunci yang memengaruhi tren harga logam mulia." Pandangan ini juga berlaku untuk pasar kripto.

Zhan Dapeng, Direktur Logam Nonferrous di Everbright Futures Research Institute, mencatat bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam pandangan pasar terhadap sektor logam mulia.

Ia menegaskan: "Pemangkasan suku bunga secara pasif oleh The Fed tidak berkelanjutan. Bahkan jika ada pemangkasan pada Desember, kemungkinan besar laju pemangkasan akan melambat pada kuartal pertama tahun depan."

Dalam jangka menengah hingga panjang, pembelian emas oleh bank sentral global tetap kuat, dengan bank sentral Tiongkok menambah cadangan emas selama 12 bulan berturut-turut.

Didukung ekspansi moneter global dan tren dedolarisasi, faktor-faktor ini akan terus menopang harga emas.

Zhan Dapeng merekomendasikan, mengingat faktor negatif potensial belum sepenuhnya tercermin dan tren pasar masih belum jelas, pelaku pasar sebaiknya tetap berhati-hati atau mempertimbangkan strategi beli saat harga turun sebagai bagian dari alokasi aset yang lebih luas.

Prospek

Seluruh perhatian kini tertuju pada rapat kebijakan The Fed yang dijadwalkan pada 9–10 Desember. Ketua The Fed Jerome Powell akan memainkan peran kunci dalam meredakan perpecahan internal.

Apa pun hasilnya, kebijakan moneter AS berada pada titik balik krusial—yang akan sangat memengaruhi alokasi aset global.

Bagi investor ritel, di tengah ketidakpastian yang meningkat, diversifikasi dan manajemen risiko yang disiplin menjadi semakin penting.

The content herein does not constitute any offer, solicitation, or recommendation. You should always seek independent professional advice before making any investment decisions. Please note that Gate may restrict or prohibit the use of all or a portion of the Services from Restricted Locations. For more information, please read the User Agreement
Like Konten