Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Jadi gini, era uang murah yang kita nikmati selama lebih dari satu dekade kayaknya benar-benar udah berakhir. Perang Iran bukan cuma soal geopolitik, tapi membuka mata kita tentang sesuatu yang jauh lebih serius: kerentanan pasar energi global yang bisa bikin inflasi jadi "lantai" permanen.
Kalau kita pikir dampaknya cuma sementara sampai konflik mereda, kita mungkin salah besar. Para ahli energi mulai memperingatkan bahwa negara-negara akan bergeser ke mode defensif, memprioritaskan kemandirian energi dan keamanan pasokan. Hasilnya? Pasar energi yang dulunya terbuka dan efisien kini bakal terfragmentasi adalah realitas baru yang harus kita terima. Setiap negara besar—China, India, Jepang, Korea Selatan—mulai membangun strategi energi yang lebih isolatif.
Menurut pakar energi Anas Alhajji, tren de-globalisasi ini akan membawa ekonomi kapitalis ke arah yang sama sekali berbeda. Alih-alih mengandalkan efisiensi pasar dan rantai pasokan global, kita akan melihat lebih banyak intervensi negara, penimbunan strategis, dan subsidi untuk champion domestik. Akibatnya? Biaya lebih tinggi, inovasi melambat, dan pasar yang terfragmentasi adalah kondisi yang akan bertahan lama.
Dampaknya meluas ke mana-mana. Dari pupuk, produksi pangan, sampai ke industri semikonduktor—gangguan di Selat Hormuz yang memutus pasokan helium dan belerang bisa merugikan manufaktur chip. PBB juga udah warning tentang lonjakan harga pangan global. Ini bukan volatilitas jangka pendek, ini structural shift.
Sekarang, yang penting untuk kita sebagai investor: bank sentral nggak lagi punya ruang bebas untuk membuka kran likuiditas seperti dulu. Dari 2008 hingga 2021, inflasi global rata-rata di bawah 3%, memungkinkan Fed dan bank sentral lain menjalankan kebijakan ultra-mudah. Itu yang mendorong Bitcoin dari harga satu digit menjadi $126k di Oktober lalu.
Tapi dengan ekspektasi inflasi struktural yang lebih tinggi, permainannya berubah. Suku bunga nggak bisa terus diturunkan. Likuiditas bakal lebih ketat. Ini berarti imbal hasil di semua kelas aset—saham, obligasi, kripto—akan tertekan dan volatilitas jadi normal.
Sementara itu, Bitcoin sendiri relatif stabil dalam range $65k-$73k selama enam minggu perang, tapi stabilitas itu menyembunyikan dependensi yang tumbuh terhadap sekelompok kecil pembeli institusional. Bitcoin spot ETF dan channel institusional lainnya kini jadi mesin pembelian utama, yang artinya pasar kripto jadi lebih terfragmentasi adalah dalam hal structure dan participation.
Bottom line: Dunia sedang bergeser ke paradigma baru. Inflasi tinggi, kebijakan moneter ketat, volatilitas tinggi—ini jadi baseline baru. Investor perlu siap dengan ekspektasi yang berbeda dari dekade sebelumnya. Pasar energi yang terfragmentasi adalah cerminan dari ekonomi global yang sedang merestruktur dirinya sendiri.