Indonesia luncurkan langkah penghematan energi untuk menghadapi dampak situasi Timur Tengah

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, mengatakan pada 31 Maret bahwa karena situasi di Timur Tengah yang terus tidak stabil dan meningkatnya ketidakpastian global, Indonesia akan meluncurkan serangkaian langkah penghematan energi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan meningkatkan ketahanan ekonomi. Airlangga mengatakan dalam konferensi pers hari itu bahwa mulai 1 April, pejabat pemerintah pusat dan daerah di Indonesia akan bekerja dari rumah satu hari setiap minggu, untuk mendorong penghematan energi dan peningkatan efisiensi perjalanan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi. Pemerintah Indonesia juga mendorong sektor swasta untuk menerapkan langkah penghematan energi di tempat kerja sesuai kebutuhan industri masing-masing, dan mengajak masyarakat untuk membiasakan diri menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari dan pekerjaan. Airlangga menyatakan bahwa untuk lebih mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, pemerintah Indonesia akan memberlakukan kebijakan wajib mencampur 50% biofuel berbasis minyak sawit ke dalam solar fosil mulai 1 Juli 2026. Selain itu, mulai 1 April 2026, Indonesia akan memberlakukan pembatasan pembelian bahan bakar subsidi yang ditetapkan pemerintah, dengan batasan maksimal 50 liter per hari untuk mobil pribadi. (Xinhua)

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan