Divergence Pattern dalam trading: Mengapa investor perlu mengetahuinya

Mencari titik perubahan tren adalah salah satu tantangan terbesar bagi investor di pasar keuangan. Pola Divergence adalah alat yang membantu Anda memeriksa apakah kekuatan tren harga saat ini masih nyata atau mulai melemah. Kemampuan untuk mengklasifikasikan pola divergence dan menggunakannya dengan benar adalah kunci utama untuk meningkatkan strategi trading Anda.

Pola Divergence: Sinyal awal perubahan tren

Ketika berbicara tentang pola divergence secara umum, itu berarti situasi di mana harga bergerak ke satu arah, tetapi indikator teknikal (pengukuran) tidak memberi sinyal dukungan untuk pergerakan tersebut.

Situasi ini biasanya terjadi dalam empat kasus utama: (1) harga turun dengan kekuatan, tetapi indikator tidak menunjukkan kekuatan tren turun, menandakan potensi kenaikan; (2) harga naik dengan kekuatan, tetapi indikator tidak mengonfirmasi kenaikan tersebut, menandakan potensi penurunan; (3) harga berfluktuasi ke bawah, tetapi indikator tetap menunjukkan tren turun; dan (4) harga berfluktuasi ke atas, tetapi indikator tetap menunjukkan tren naik.

Pentingnya mengenali pola divergence adalah memahami apakah tren yang diamati benar-benar didukung oleh kekuatan nyata atau tidak. Jika tidak, ada kemungkinan terjadinya pembalikan harga (Reversal Pattern).

Pola Divergence Reguler: Peluang trading saat tren melambat

Pola divergence reguler adalah sinyal yang muncul ketika harga bergerak kuat ke satu arah, tetapi indikator tidak secara ketat mengonfirmasi kekuatan tersebut. Ini sering menunjukkan bahwa tren saat ini mulai kehilangan kekuatannya.

Pola Bullish Divergence

Bullish divergence biasanya terjadi di akhir tren turun. Harga membentuk titik terendah baru (Lower Low), tetapi indikator mulai tidak mengikuti – membentuk titik terendah yang lebih tinggi (atau bahkan tidak membentuk titik terendah baru).

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun harga turun lebih jauh, momentum penjualan mulai berkurang. Investor yang peka terhadap sinyal ini biasanya menunggu hingga lilin harga berubah warna menjadi hijau sebelum masuk posisi beli.

Pola Bearish Divergence

Sebaliknya, bearish divergence terjadi di akhir tren naik. Harga membentuk titik tertinggi baru (Higher High), tetapi indikator menggambar titik tertinggi yang lebih rendah (Higher High yang lebih rendah) atau bahkan tidak membentuk titik tertinggi baru.

Ini menunjukkan bahwa meskipun harga terus naik, kekuatan pembelian mulai melemah. Sinyal ini sering digunakan untuk mempersiapkan posisi jual (Short).

Pola Divergence Tersembunyi: Sinyal konfirmasi kelanjutan tren

Pola divergence tersembunyi berbeda sama sekali. Ini tidak menunjukkan pembalikan tren, melainkan mengonfirmasi bahwa tren saat ini masih berlanjut.

Ketika harga berfluktuasi dalam siklus, tetapi indikator tetap menunjukkan kekuatan dukungan, itu adalah sinyal divergence tersembunyi yang memberi tahu bahwa tren lama akan kembali beraksi.

Hidden Bullish Divergence

Hidden bullish divergence terjadi ketika harga membentuk “Higher Low” (titik terendah lebih tinggi dari sebelumnya), tetapi indikator membentuk “Lower Low” (titik terendah lebih rendah). Dalam situasi ini, meskipun harga tampak melemah, indikator memberi sinyal positif – menunjukkan bahwa tren naik akan tetap berlanjut.

Hidden Bearish Divergence

Demikian pula, hidden bearish divergence terjadi ketika harga membentuk “Lower High” (titik tertinggi lebih rendah), tetapi indikator membentuk “Higher High” (titik tertinggi lebih tinggi). Data ini menunjukkan bahwa meskipun harga mulai turun, tren turun masih memiliki kekuatan untuk berlanjut.

Membaca Pola Divergence melalui indikator populer

Mengamati pola divergence tidak efektif jika Anda tidak tahu apa yang harus dicari di indikator. Indikator yang paling umum digunakan meliputi:

MACD (Moving Average Convergence Divergence): Menggunakan dua garis moving average untuk mengikuti momentum harga. Ketika MACD positif dan meningkat, tren naik didukung. Sebaliknya, MACD negatif dan menurun menunjukkan kekuatan tren turun.

RSI (Relative Strength Index): Mengukur kekuatan pembelian dan penjualan. RSI di atas 70 menunjukkan kondisi “Overbought” (jenuh beli), sering kali menandakan harga mulai melemah. RSI di bawah 30 menunjukkan kondisi “Oversold” (jenuh jual).

Williams %R: Mirip RSI, dengan skala 0-100. Nilai di atas 80 menunjukkan kondisi jenuh beli, di bawah 20 menunjukkan jenuh jual.

Strategi trading Pola Divergence dalam situasi nyata

Trading Pola Divergence Reguler

Langkah-langkah saat menemukan pola divergence reguler:

  1. Identifikasi titik acuan: Cari harga yang membentuk Higher High atau Lower Low dan perhatikan apakah indikator mengonfirmasi titik tersebut.
  2. Tunggu konfirmasi: Jangan langsung masuk posisi saat melihat divergence. Tunggu konfirmasi dari harga, seperti perubahan warna lilin atau penembusan level penting.
  3. Tentukan stop loss: Untuk bullish divergence, tempatkan stop loss di bawah Low sebelumnya; untuk bearish divergence, di atas High sebelumnya.
  4. Tentukan target harga: Gunakan level resistance/support atau garis tren untuk menetapkan target keuntungan.

Trading Pola Divergence Tersembunyi

Strategi untuk divergence tersembunyi fokus pada mengikuti tren:

  1. Konfirmasi tren utama: Pastikan tren utama adalah naik atau turun.
  2. Cari koreksi dalam tren: Selama koreksi, cari pola divergence tersembunyi yang mengonfirmasi kelanjutan tren.
  3. Masuk sesuai tren: Setelah menemukan pola divergence tersembunyi, lakukan pembelian (dalam tren naik) atau penjualan (dalam tren turun).
  4. Pantau risiko: Tempatkan stop loss di level koreksi dan biarkan keuntungan berjalan.

Bahaya mengandalkan pola divergence saja

Meskipun pola divergence sangat berguna, ada hal penting yang harus diperhatikan:

Divergence tidak 100% akurat: Harga bisa membentuk divergence berkali-kali sebelum benar-benar berbalik. Kadang divergence muncul tanpa diikuti pembalikan nyata.

Gunakan bersama alat lain: Investor cerdas tidak hanya mengandalkan divergence. Gabungkan dengan analisis lain seperti level support/resistance, garis tren, atau pola candlestick.

Kelola risiko: Apapun sinyal divergence, tetap penting untuk menetapkan stop loss yang tepat dan mengikuti prinsip manajemen risiko.

Kesimpulan

Pola divergence adalah alat analisis yang berharga bagi investor yang ingin memahami perubahan tren. Baik untuk menangkap titik pembalikan (melalui divergence reguler) maupun mengonfirmasi kelanjutan tren (melalui divergence tersembunyi), pemahaman mendalam tentang divergence akan meningkatkan kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan trading.

Namun, jangan terlalu bergantung pada divergence saja. Gunakan bersama alat analisis teknikal lain dan kelola risiko secara bijaksana agar trading Anda efektif dan mengurangi peluang kerugian dalam jangka panjang.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)