Ketika Anda menerima gaji dan mengetahui bahwa dalam beberapa bulan mendatang gaji tersebut akan membeli lebih sedikit daripada hari ini, Anda mulai memahami apa yang dialami oleh miliaran orang di negara-negara di mana mata uang yang lebih murah dari real menguasai ekonomi. Real Brasil pernah dikritik karena ketidakstabilannya, tetapi kenyataannya dia tetap jauh lebih kuat daripada puluhan mata uang di seluruh dunia. Pada tahun 2025, skenario global yang ditandai oleh inflasi yang terus-menerus, krisis politik, ketidakstabilan ekonomi, dan sanksi internasional mengubah beberapa mata uang menjadi simbol kelemahan mutlak. Sementara kita di Brasil mengeluh tentang depresiasi, ada negara-negara di mana penduduknya hidup dengan mata uang yang begitu murah sehingga mereka membutuhkan ratusan ribu unit untuk membeli satu dolar saja.
Tapi apa sebenarnya yang membuat sebuah mata uang menjadi sangat tidak bernilai? Dan mengapa beberapa mata uang yang lebih murah dari real terus kehilangan nilai? Dalam artikel ini, Anda tidak hanya akan mengetahui 10 mata uang terlemah di dunia, tetapi juga memahami mekanisme di balik penurunan drastis ini dan apa artinya bagi mereka yang ingin berinvestasi, berwisata, atau sekadar memahami bagaimana ekonomi global berfungsi.
Mengapa Beberapa Mata Uang Lebih Murah dari Real: Faktor Penentu
Ketika Anda mengikuti pasar keuangan, Anda dengan cepat menyadari bahwa mata uang yang lemah tidak pernah muncul secara kebetulan. Mereka selalu merupakan hasil dari kombinasi faktor yang menghancurkan kepercayaan investor dan melemahkan ekonomi. Mari kita bahas yang utama:
Inflasi tak terkendali: Di Brasil, ketika inflasi melebihi 5% per tahun, sudah menimbulkan kekhawatiran. Bayangkan negara-negara di mana harga barang melipatgandakan setiap bulan. Fenomena ini, yang disebut hiperinflasi, secara harfiah menggerogoti daya beli masyarakat dan menurunkan nilai mata uang hingga menjadi hampir tidak berguna.
Ketidakstabilan politik kronis: Kudeta, perang internal, dan pemerintahan yang berganti-ganti secara terus-menerus menghancurkan keamanan hukum. Ketika tidak ada prediktabilitas, investor langsung kabur dan mata uang nasional berubah menjadi kertas berwarna tanpa nilai nyata.
Sanksi ekonomi internasional: Ketika dunia menutup pintu bagi sebuah negara, memutus aksesnya ke sistem keuangan global, mata uang lokal menjadi terisolasi. Hasilnya? Ia menjadi hampir tidak berguna untuk transaksi internasional, semakin menurun nilainya.
Cadangan devisa yang tidak cukup: Bank sentral yang lemah, tanpa dolar dan emas yang cukup, tidak mampu mempertahankan nilai mata uang di pasar. Tanpa “senjata” ini, depresiasi hanyalah masalah waktu.
Pelarian modal massal: Ketika bahkan warga sendiri lebih memilih menyimpan dolar secara informal daripada mata uang nasional, Anda tahu situasinya kritis. Pelarian kepercayaan ini mempercepat kejatuhan mata uang.
Faktor-faktor ini secara gabungan menciptakan mata uang yang menjadi jauh lebih murah daripada real. Dan inilah yang akan Anda lihat selanjutnya.
Kenali 10 Mata Uang Termurah dari Real di Tahun 2025
Berdasarkan data pasar dan laporan ekonomi internasional tahun 2025, berikut adalah mata uang yang saat ini memiliki daya beli global terendah:
1. Pound Lebanon (LBP) – Penurunan Paling Drastis
Jika ada juara dalam depresiasi, itu adalah Pound Lebanon. Secara resmi, kurs seharusnya 1.507,5 pound per dolar, tetapi kurs ini hanya di atas kertas. Di pasar nyata, Anda membutuhkan lebih dari 90 ribu pound untuk membeli 1 dolar AS. Situasinya begitu kritis sehingga bank membatasi penarikan, toko menolak mata uang lokal, dan banyak layanan hanya menerima dolar. Pengemudi aplikasi di Beirut sekarang mengenakan biaya dalam mata uang asing karena tidak ada lagi yang percaya pada pound Lebanon.
2. Rial Iran (IRR) – Isolasi Ekonomi
Sanksi AS telah menjadikan rial sebagai mata uang negara dunia ketiga. Untuk gambaran: dengan hanya R$ 100, Anda menjadi “juta” rial. Pemerintah berusaha mengendalikan kurs, tetapi secara praktis ada banyak kurs paralel. Yang menarik, kaum muda Iran mulai mengadopsi cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum untuk menjaga modal mereka, karena mata uang nasional terus merosot.
3. Dong Vietnam (VND) – Kelemahan Sejarah
Vietnam memiliki ekonomi yang berkembang, tetapi dong tetap secara historis lemah karena kebijakan moneter. Ketika Anda menarik 1 juta dong dari ATM, Anda mendapatkan segepok uang sebanyak buku. Untuk wisatawan, ini bagus (dengan US$50 Anda merasa jadi orang kaya), tetapi bagi warga Vietnam, ini berarti impor menjadi sangat mahal dan daya beli internasional sangat terbatas.
4. Kip Laos (LAK) – Ekonomi Kecil
Laos menghadapi situasi rumit: ekonomi kecil, bergantung pada impor, dan inflasi konstan. Kip begitu lemah sehingga di perbatasan dengan Thailand, pedagang lebih suka menerima baht Thailand yang lebih kuat.
5. Rupiah Indonesia (IDR) – Raksasa dengan Mata Uang Lemah
Paradoxnya, Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara, tetapi rupiah tidak pernah mampu menguat. Secara historis lemah sejak 1998, tetap menjadi salah satu mata uang paling terdepresiasi di dunia. Bagi turis Brasil, ini berarti Bali tetap sangat terjangkau.
6. Som Uzbekistan (UZS) – Reformasi Tidak Sempurna
Uzbekistan melakukan reformasi ekonomi penting, tetapi som masih mencerminkan dekade ekonomi tertutup. Meski berusaha menarik investasi, mata uang tetap depresiasi dan lemah.
7. Franc Guinea (GNF) – Kekayaan Tak Tersalurkan
Guinea memiliki kekayaan emas dan bauksit melimpah, tetapi ketidakstabilan politik dan korupsi menghalangi kekayaan ini menjadi mata uang yang kuat. Kasus klasik negara kaya sumber daya tapi miskin tata kelola.
8. Guarani Paraguay (PYG) – Tetangga Tradisional
Negara tetangga Paraguay memiliki ekonomi relatif stabil, tetapi guarani secara historis lemah. Bagi orang Brasil, ini memastikan Ciudad del Este tetap menjadi surga belanja dengan daya beli tinggi.
9. Ariary Madagaskar (MGA) – Negara Terisolasi
Madagaskar adalah salah satu negara termiskin di dunia, dan ariary mencerminkan kenyataan ini. Impor menjadi sangat mahal dan penduduknya hampir tidak punya daya beli internasional.
10. Franc Burundi (BIF) – Skor Terburuk
Menutup daftar, ada mata uang yang begitu lemah sehingga untuk transaksi besar, orang secara harfiah membawa karung penuh uang. Ketidakstabilan politik Burundi tercermin langsung dalam kolapsnya mata uang nasional.
Bagaimana Data Ini Mempengaruhi Daya Beli Anda
Peringkat mata uang paling murah dari real bukan sekadar rasa ingin tahu finansial. Ini adalah cerminan langsung bagaimana politik, kepercayaan, dan stabilitas ekonomi menentukan nasib sebuah ekonomi. Bagi investor dan warga Brasil, beberapa pelajaran praktis muncul:
Pertama, pahami bahwa ekonomi yang rapuh dengan mata uang sangat murah menawarkan risiko besar. Mata uang yang depresiasi bisa tampak sebagai peluang beli, tetapi kenyataannya sebagian besar negara ini menghadapi krisis struktural mendalam.
Kedua, sadari bahwa ada peluang nyata dalam pariwisata. Destinasi dengan mata uang jauh lebih murah dari real bisa sangat menguntungkan secara finansial bagi yang membawa dolar atau euro dan ingin memaksimalkan daya beli.
Ketiga, gunakan pengetahuan ini sebagai pembelajaran praktis. Mengamati bagaimana mata uang ambruk membantu Anda memahami efek nyata inflasi, korupsi, dan ketidakstabilan politik-ekonomi dalam kehidupan orang. Memperhatikan faktor-faktor ini sangat penting untuk memahami pentingnya kepercayaan, stabilitas, dan tata kelola yang baik bagi ekonomi mana pun dan masa depan Anda sebagai investor.
Faktanya, menjaga modal Anda tetap aman di dunia mata uang yang tidak stabil membutuhkan diversifikasi. Berinvestasi dalam aset yang melintasi batas negara dan tidak langsung terpengaruh inflasi lokal adalah strategi yang semakin umum di kalangan investor cerdas.
Ingin tahu lebih dalam lagi bagaimana uang berubah menjadi kekuatan atau kerentanan di seluruh dunia? Ikuti konten kami dan temukan tidak hanya mata uang paling murah dari real, tetapi juga yang terkuat, di mana peluang tersembunyi, dan bagaimana mempersiapkan diri untuk memanfaatkannya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Koin paling murah dari Real: Peringkat lengkap 10 koin paling lemah di tahun 2025
Ketika Anda menerima gaji dan mengetahui bahwa dalam beberapa bulan mendatang gaji tersebut akan membeli lebih sedikit daripada hari ini, Anda mulai memahami apa yang dialami oleh miliaran orang di negara-negara di mana mata uang yang lebih murah dari real menguasai ekonomi. Real Brasil pernah dikritik karena ketidakstabilannya, tetapi kenyataannya dia tetap jauh lebih kuat daripada puluhan mata uang di seluruh dunia. Pada tahun 2025, skenario global yang ditandai oleh inflasi yang terus-menerus, krisis politik, ketidakstabilan ekonomi, dan sanksi internasional mengubah beberapa mata uang menjadi simbol kelemahan mutlak. Sementara kita di Brasil mengeluh tentang depresiasi, ada negara-negara di mana penduduknya hidup dengan mata uang yang begitu murah sehingga mereka membutuhkan ratusan ribu unit untuk membeli satu dolar saja.
Tapi apa sebenarnya yang membuat sebuah mata uang menjadi sangat tidak bernilai? Dan mengapa beberapa mata uang yang lebih murah dari real terus kehilangan nilai? Dalam artikel ini, Anda tidak hanya akan mengetahui 10 mata uang terlemah di dunia, tetapi juga memahami mekanisme di balik penurunan drastis ini dan apa artinya bagi mereka yang ingin berinvestasi, berwisata, atau sekadar memahami bagaimana ekonomi global berfungsi.
Mengapa Beberapa Mata Uang Lebih Murah dari Real: Faktor Penentu
Ketika Anda mengikuti pasar keuangan, Anda dengan cepat menyadari bahwa mata uang yang lemah tidak pernah muncul secara kebetulan. Mereka selalu merupakan hasil dari kombinasi faktor yang menghancurkan kepercayaan investor dan melemahkan ekonomi. Mari kita bahas yang utama:
Inflasi tak terkendali: Di Brasil, ketika inflasi melebihi 5% per tahun, sudah menimbulkan kekhawatiran. Bayangkan negara-negara di mana harga barang melipatgandakan setiap bulan. Fenomena ini, yang disebut hiperinflasi, secara harfiah menggerogoti daya beli masyarakat dan menurunkan nilai mata uang hingga menjadi hampir tidak berguna.
Ketidakstabilan politik kronis: Kudeta, perang internal, dan pemerintahan yang berganti-ganti secara terus-menerus menghancurkan keamanan hukum. Ketika tidak ada prediktabilitas, investor langsung kabur dan mata uang nasional berubah menjadi kertas berwarna tanpa nilai nyata.
Sanksi ekonomi internasional: Ketika dunia menutup pintu bagi sebuah negara, memutus aksesnya ke sistem keuangan global, mata uang lokal menjadi terisolasi. Hasilnya? Ia menjadi hampir tidak berguna untuk transaksi internasional, semakin menurun nilainya.
Cadangan devisa yang tidak cukup: Bank sentral yang lemah, tanpa dolar dan emas yang cukup, tidak mampu mempertahankan nilai mata uang di pasar. Tanpa “senjata” ini, depresiasi hanyalah masalah waktu.
Pelarian modal massal: Ketika bahkan warga sendiri lebih memilih menyimpan dolar secara informal daripada mata uang nasional, Anda tahu situasinya kritis. Pelarian kepercayaan ini mempercepat kejatuhan mata uang.
Faktor-faktor ini secara gabungan menciptakan mata uang yang menjadi jauh lebih murah daripada real. Dan inilah yang akan Anda lihat selanjutnya.
Kenali 10 Mata Uang Termurah dari Real di Tahun 2025
Berdasarkan data pasar dan laporan ekonomi internasional tahun 2025, berikut adalah mata uang yang saat ini memiliki daya beli global terendah:
1. Pound Lebanon (LBP) – Penurunan Paling Drastis
Jika ada juara dalam depresiasi, itu adalah Pound Lebanon. Secara resmi, kurs seharusnya 1.507,5 pound per dolar, tetapi kurs ini hanya di atas kertas. Di pasar nyata, Anda membutuhkan lebih dari 90 ribu pound untuk membeli 1 dolar AS. Situasinya begitu kritis sehingga bank membatasi penarikan, toko menolak mata uang lokal, dan banyak layanan hanya menerima dolar. Pengemudi aplikasi di Beirut sekarang mengenakan biaya dalam mata uang asing karena tidak ada lagi yang percaya pada pound Lebanon.
2. Rial Iran (IRR) – Isolasi Ekonomi
Sanksi AS telah menjadikan rial sebagai mata uang negara dunia ketiga. Untuk gambaran: dengan hanya R$ 100, Anda menjadi “juta” rial. Pemerintah berusaha mengendalikan kurs, tetapi secara praktis ada banyak kurs paralel. Yang menarik, kaum muda Iran mulai mengadopsi cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum untuk menjaga modal mereka, karena mata uang nasional terus merosot.
3. Dong Vietnam (VND) – Kelemahan Sejarah
Vietnam memiliki ekonomi yang berkembang, tetapi dong tetap secara historis lemah karena kebijakan moneter. Ketika Anda menarik 1 juta dong dari ATM, Anda mendapatkan segepok uang sebanyak buku. Untuk wisatawan, ini bagus (dengan US$50 Anda merasa jadi orang kaya), tetapi bagi warga Vietnam, ini berarti impor menjadi sangat mahal dan daya beli internasional sangat terbatas.
4. Kip Laos (LAK) – Ekonomi Kecil
Laos menghadapi situasi rumit: ekonomi kecil, bergantung pada impor, dan inflasi konstan. Kip begitu lemah sehingga di perbatasan dengan Thailand, pedagang lebih suka menerima baht Thailand yang lebih kuat.
5. Rupiah Indonesia (IDR) – Raksasa dengan Mata Uang Lemah
Paradoxnya, Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara, tetapi rupiah tidak pernah mampu menguat. Secara historis lemah sejak 1998, tetap menjadi salah satu mata uang paling terdepresiasi di dunia. Bagi turis Brasil, ini berarti Bali tetap sangat terjangkau.
6. Som Uzbekistan (UZS) – Reformasi Tidak Sempurna
Uzbekistan melakukan reformasi ekonomi penting, tetapi som masih mencerminkan dekade ekonomi tertutup. Meski berusaha menarik investasi, mata uang tetap depresiasi dan lemah.
7. Franc Guinea (GNF) – Kekayaan Tak Tersalurkan
Guinea memiliki kekayaan emas dan bauksit melimpah, tetapi ketidakstabilan politik dan korupsi menghalangi kekayaan ini menjadi mata uang yang kuat. Kasus klasik negara kaya sumber daya tapi miskin tata kelola.
8. Guarani Paraguay (PYG) – Tetangga Tradisional
Negara tetangga Paraguay memiliki ekonomi relatif stabil, tetapi guarani secara historis lemah. Bagi orang Brasil, ini memastikan Ciudad del Este tetap menjadi surga belanja dengan daya beli tinggi.
9. Ariary Madagaskar (MGA) – Negara Terisolasi
Madagaskar adalah salah satu negara termiskin di dunia, dan ariary mencerminkan kenyataan ini. Impor menjadi sangat mahal dan penduduknya hampir tidak punya daya beli internasional.
10. Franc Burundi (BIF) – Skor Terburuk
Menutup daftar, ada mata uang yang begitu lemah sehingga untuk transaksi besar, orang secara harfiah membawa karung penuh uang. Ketidakstabilan politik Burundi tercermin langsung dalam kolapsnya mata uang nasional.
Bagaimana Data Ini Mempengaruhi Daya Beli Anda
Peringkat mata uang paling murah dari real bukan sekadar rasa ingin tahu finansial. Ini adalah cerminan langsung bagaimana politik, kepercayaan, dan stabilitas ekonomi menentukan nasib sebuah ekonomi. Bagi investor dan warga Brasil, beberapa pelajaran praktis muncul:
Pertama, pahami bahwa ekonomi yang rapuh dengan mata uang sangat murah menawarkan risiko besar. Mata uang yang depresiasi bisa tampak sebagai peluang beli, tetapi kenyataannya sebagian besar negara ini menghadapi krisis struktural mendalam.
Kedua, sadari bahwa ada peluang nyata dalam pariwisata. Destinasi dengan mata uang jauh lebih murah dari real bisa sangat menguntungkan secara finansial bagi yang membawa dolar atau euro dan ingin memaksimalkan daya beli.
Ketiga, gunakan pengetahuan ini sebagai pembelajaran praktis. Mengamati bagaimana mata uang ambruk membantu Anda memahami efek nyata inflasi, korupsi, dan ketidakstabilan politik-ekonomi dalam kehidupan orang. Memperhatikan faktor-faktor ini sangat penting untuk memahami pentingnya kepercayaan, stabilitas, dan tata kelola yang baik bagi ekonomi mana pun dan masa depan Anda sebagai investor.
Faktanya, menjaga modal Anda tetap aman di dunia mata uang yang tidak stabil membutuhkan diversifikasi. Berinvestasi dalam aset yang melintasi batas negara dan tidak langsung terpengaruh inflasi lokal adalah strategi yang semakin umum di kalangan investor cerdas.
Ingin tahu lebih dalam lagi bagaimana uang berubah menjadi kekuatan atau kerentanan di seluruh dunia? Ikuti konten kami dan temukan tidak hanya mata uang paling murah dari real, tetapi juga yang terkuat, di mana peluang tersembunyi, dan bagaimana mempersiapkan diri untuk memanfaatkannya.