3 Ancaman Terbesar Pasar Bull, Menurut 2.000 Investor Individu

Mengingat meningkatnya investasi online dan perdagangan tanpa komisi, uang institusional tidak lagi menjadi satu-satunya pemain besar di pasar. Investor ritel telah menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan. Banyak investor dari berbagai kalangan kini memantau sentimen di antara kerumunan ritel, yang sering berdagang dengan cara yang berbeda dari institusi. Investor ritel cenderung berinvestasi dalam jangka panjang dan lebih mungkin membeli saat harga turun selama penjualan besar-besaran.

Menurut Laporan Pandangan dan Prediksi Investor 2026 dari The Motley Fool, yang mensurvei 2.000 investor individu tentang berbagai topik pasar saham, 58% dari mereka berencana membeli lebih banyak saham di tahun 2026, sementara 34% berencana mempertahankan saham mereka. Investor dari generasi Z dan milenial memimpin dalam kategori ini.

Namun demikian, investor individu tidak naif terhadap risiko yang ada di lingkungan saat ini. Berikut tiga risiko terbesar yang saat ini dihadapi pasar bullish, menurut survei terbaru dari The Motley Fool.

Resesi, inflasi, dan pasar tenaga kerja

Peringkat teratas dalam kekhawatiran investor adalah risiko resesi dan inflasi, dengan 45% responden menyebutkan keduanya sebagai kekhawatiran terbesar bagi pasar bullish.

Ini juga tidak terlalu mengejutkan, karena investor telah bergulat dengan kekhawatiran ini sejak pandemi. Ketika Federal Reserve menaikkan suku bunga lebih dari 500 basis poin (5%) antara 2022 dan 2023, para investor percaya bahwa resesi tak terhindarkan. Kenaikan suku bunga meningkatkan biaya pinjaman, yang cenderung memberikan efek dingin pada ekonomi.

Gambar sumber: Getty Images.

Kenaikan suku bunga yang cepat juga menyebabkan kurva hasil terbalik terpanjang dalam sejarah, yang berarti hasil dari beberapa surat utang dan obligasi Treasury AS jangka pendek lebih tinggi daripada yang jangka panjang. Ini telah menjadi indikator resesi yang andal selama beberapa dekade. Sekarang, ekonomi AS masih jauh dari keluar dari masalah, dan data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa resesi masih bisa terjadi.

Beberapa topik ekonomi dalam beberapa tahun terakhir paling banyak dibahas adalah inflasi. Pada 2022, Indeks Harga Konsumen, yang mengukur harga sekeranjang barang dan jasa konsumen, melonjak ke 9%, memicu kampanye kenaikan suku bunga yang intens dari Fed. Sejak saat itu, inflasi telah berkurang secara signifikan, tetapi tetap di atas target 2% yang diinginkan Fed.

Penutupan pemerintah tahun lalu dan tarif Presiden Donald Trump membuat para ekonom sulit menentukan di mana posisi inflasi sebenarnya dan apakah masih menuju 2%. Jika inflasi tetap tinggi dan tingkat pengangguran juga meningkat, ekonomi bisa menghadapi stagflasi, sebuah skenario ekonomi yang sangat sulit diatasi.

Kekhawatiran utama

Sekitar 37% responden survei juga menyebutkan pasar tenaga kerja yang melemah sebagai kekhawatiran utama, yang terkait dengan risiko resesi. Meskipun resesi secara teknis berkaitan dengan Produk Domestik Bruto (PDB), pengeluaran konsumen menyumbang sekitar 70% dari total PDB.

Dalam beberapa tahun terakhir, konsumen telah menguras tabungan mereka dan menumpuk utang, tetapi tingkat pengangguran yang secara historis rendah telah membantu menjaga suasana tetap positif. Revisi terbaru dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa ekonomi AS hanya menambah 181.000 pekerjaan pada 2025. Jika mengecualikan tahun-tahun di mana ekonomi mengalami resesi, 2025 menjadi tahun terlemah dalam hal penyerapan tenaga kerja sejak 2003.

Jika pengangguran meningkat, pengeluaran bisa menurun, yang dapat menyebabkan resesi.

Pada akhirnya, pasar memiliki beberapa faktor pendorong positif tahun ini, dan telah bergulat dengan risiko yang disebutkan di atas selama beberapa tahun, tetapi semua kekhawatiran ini tetap harus dipantau dengan cermat.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)