Pesan BlockBeats, 28 Maret, laporan terbaru Cointelegraph Research menunjukkan bahwa Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa sedang menerapkan teknologi blockchain pada pembangunan infrastruktur digital publik, dengan fokus untuk mengatasi masalah transparansi, efisiensi kolaborasi, dan berbagi data yang tepercaya dalam sistem pemerintah.
Laporan berjudul《New Tech, New Partners》merangkum 42 studi kasus nyata, mencakup bidang pembayaran digital, inklusi keuangan, pendanaan iklim, tata kelola data, dan investasi komunitas; di antaranya 7 kasus berfokus pada identitas digital dan sistem data, yang terutama tersebar di negara berkembang seperti Afrika, Amerika Latin, Asia, dan Eropa Timur.
Penelitian tersebut menyebutkan bahwa UNDP menggunakan pola pengembangan “uji coba–verifikasi–ekspansi”. Melalui kerja sama dengan pemerintah, pengembang, dan perusahaan lokal, mereka menjalankan proyek skala kecil terlebih dahulu, lalu melakukan promosi bertahap sesuai dengan efektivitas yang terbukti. Pada saat yang sama, laporan juga menekankan arsitektur “platform-agnostic” untuk menjaga keterbukaan sistem dan interoperabilitasnya.
Selain itu, laporan menyoroti pentingnya tata kelola dan manajemen risiko, dengan menyatakan bahwa penerapan blockchain dalam sistem publik perlu disertai perlindungan privasi, kerangka regulasi, dan mekanisme audit untuk mencegah penyalahgunaan data dan risiko smart contract.
Secara keseluruhan, blockchain sedang meluas dari skenario keuangan ke infrastruktur tata kelola publik, menjadi salah satu opsi teknologi penting bagi transformasi digital berbagai negara.