Pi Network menguji kemampuan komputasi AI node pengujian, peningkatan jaringan utama ke versi 20.2, menjelajahi jaringan kekuatan komputasi kecerdasan buatan terdesentralisasi

PI1,77%

Pada tanggal 6 Maret, Pi Network mengumumkan bahwa mereka sedang melakukan pengujian sinkronisasi kemampuan komputasi kecerdasan buatan selama proses peningkatan jaringan utama, dengan tujuan menggabungkan sumber daya node blockchain dengan kekuatan komputasi AI terdistribusi. Menurut pengungkapan dari tim proyek, saat ini jaringan sedang menjalani peningkatan protokol penting sekaligus menilai apakah sistem node global mampu menangani tugas-tugas dasar kecerdasan buatan. Upaya ini dipandang sebagai langkah penting dalam eksplorasi Pi Network terhadap infrastruktur AI yang terdesentralisasi.

Saat ini, peningkatan node Pi Network secara bertahap berjalan sesuai rencana. Tim pengembang meminta semua node jaringan utama menyelesaikan peningkatan ke versi 20.2 sebelum tanggal 12 Maret. Proses peningkatan ini melibatkan serangkaian pembaruan versi, termasuk versi 19.1, 19.6, 19.9, 20.2, 21.1, 22.1, dan akhirnya versi 23.0. Tim proyek menyatakan bahwa metode peningkatan bertahap ini membantu menjaga stabilitas jaringan dan menyediakan dasar untuk penyesuaian teknologi di masa mendatang. Jika operator node gagal menyelesaikan peningkatan sebelum batas waktu, node tersebut mungkin akan sementara diputus dari koneksi jaringan utama.

Selama pengujian peningkatan, Pi Network juga menjalankan eksperimen kekuatan komputasi AI. Proyek ini bekerja sama dengan OpenMind, menggunakan komputer node untuk menjalankan tugas-tugas sederhana AI, seperti pengujian model pengenalan objek. Dalam proses eksperimen, node menjalankan perangkat lunak tertentu untuk menganalisis gambar yang dihasilkan AI dan mengembalikan hasil pengenalan dalam beberapa detik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa node Pi tidak hanya mampu berpartisipasi dalam verifikasi transaksi blockchain, tetapi juga memiliki potensi untuk menjalankan tugas dasar komputasi AI.

Eksperimen ini didasarkan pada satu ide inti: banyak pengguna di seluruh dunia menjalankan node Pi, tetapi sumber daya perangkat mereka sering kali tidak digunakan. Jika sumber daya CPU ini dapat diintegrasikan, secara teori jaringan dapat membangun sistem komputasi terdistribusi berskala besar. Beberapa anggota komunitas berpendapat bahwa di masa depan, operator node mungkin dapat memperoleh imbalan berupa token Pi dengan menyediakan kekuatan komputasi AI, sehingga menciptakan model insentif baru.

Pendiri Pi Network, Nicolas Kokkalis, baru-baru ini juga membahas makna penggabungan kecerdasan buatan dan blockchain. Ia berpendapat bahwa seiring AI mengubah cara produksi global, jaringan terdesentralisasi dan sistem identitas digital dapat menjadi mekanisme distribusi nilai yang baru. Teknologi blockchain dapat membantu lebih banyak pengguna biasa berpartisipasi dalam ekonomi digital dan memperoleh pendapatan baru di era otomatisasi.

Menurut pengungkapan tim, saat ini Pi Network telah memiliki lebih dari 350.000 node dan jutaan pengguna yang telah menyelesaikan verifikasi KYC. Namun, beberapa anggota komunitas masih melaporkan adanya keterlambatan dalam proses verifikasi KYC, yang mencerminkan bahwa proyek ini masih menghadapi tantangan operasional selama proses ekspansi.

Meskipun demikian, pengujian kekuatan komputasi AI ini menunjukkan bahwa Pi Network sedang berusaha melampaui skenario aplikasi cryptocurrency tradisional. Jika kemampuan komputasi node dapat secara stabil mendukung tugas-tugas AI, maka di masa depan Pi Network berpotensi berkembang menjadi jaringan kekuatan komputasi AI terdesentralisasi yang didukung oleh pengguna di seluruh dunia.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar