Dalam trading, menunggu dalam posisi kosong adalah yang paling sulit.


Karena di kepala akan ada banyak suara yang berkata: "Di sini bisa masuk." "Kalau tidak masuk sekarang, nanti sudah tidak sempat lagi." "Lihat, sudah naik lagi."

Suara-suara ini, masing-masing berusaha meyakinkanmu: menyerah pada aturanmu.

Kamu jelas tahu bahwa tren secara keseluruhan sedang turun, tetapi karena belum mencapai posisi open kamu, tidak bisa masuk order.

Kamu mulai berpikir: "Bagaimana kalau dulu buka posisi long kecil? Coba rebound?"

Catatan: Saat kamu ingin melakukan order melawan tren, jangan bertanya "Apakah akan naik?"
Tanyakan dulu lima pertanyaan ini kepada dirimu sendiri:

1. Di mana batas take profit order ini?
Kamu tidak tahu, karena rebound tidak tahu seberapa jauh akan berjalan.

2. Di mana batas stop loss?
Kamu juga tidak tahu, karena stop loss order melawan tren sulit diatur, mudah terkena sweep.

3. Jika terjebak, berapa lama kamu akan tahan?
Kamu malah tidak tahu, karena awalnya hanya "ingin coba-coba."

4. Berapa banyak keuntungan yang bisa didapat? Berapa kali lipatnya?
Kalau masuk dengan leverage tinggi hanya bertaruh beberapa ratus poin, buat apa? Kalau tren berlanjut, kerugian bisa jauh lebih besar dari angka itu.

5. Apakah kamu bisa tahan?
Ini yang paling penting. Order melawan tren naik sangat lambat, satu langkah kembali tiga langkah ke belakang. Saat memegang posisi, kamu akan berulang kali bertanya: "Apakah aku salah analisis? Haruskah keluar? Kalau tidak keluar, nanti rugi."
Setiap detik adalah penyiksaan, setiap candle menggoyahkan kepercayaan dirimu. Kamu sama sekali tidak bisa tahan. Bahkan jika akhirnya rebound benar-benar terjadi, besar kemungkinan kamu sudah keluar di tengah jalan.
Hasil akhirnya: rugi, kamu rugi; untung, kamu tidak mendapatkan keuntungan.

Dari lima pertanyaan ini, jika ada satu yang tidak bisa kamu jawab, order ini sebaiknya tidak dilakukan.

Order mengikuti tren berbeda.

Karena tren jelas, kamu tahu:

· Rentang harga di pikiran, jual short
· Di mana take profit, di mana stop loss, semuanya sudah digambar di grafikmu

Saat memegang posisi, kamu tahu apa yang kamu tunggu, di mana letak profit, di mana letak stop loss.
Kamu tidak akan merasa tersiksa, kamu hanya menunggu.

Kita semua adalah pemburu.

Pemburu tua tidak pernah mengejar mangsanya. Dia hanya menyiapkan jebakan di jalur yang pasti dilalui mangsa, lalu menunggu.
Jika mangsa tidak datang, dia tidak terburu-buru. Jika mangsa datang, tapi bukan posisi terbaik, dia juga tidak terburu-buru.
Yang dia inginkan adalah saat mangsa berjalan masuk ke dalam jebakan itu sendiri.

Trading juga sama.
Kamu tidak menunggu "perasaan akan naik," tapi "rasa aman" dan sistem tradingmu serta alasan membuka posisi.

Jika kondisi ini tidak terpenuhi, meskipun mangsa lewat di depan matamu, kamu tidak akan menembak.
Karena kamu tahu, itu bukan mangsamu, itu jebakan.

Saat posisi kosong, kamu tidak melakukan apa-apa, tapi kamu melakukan hal terpenting, melindungi modal, menunggu saat yang tepat.

Orang-orang yang tidak tahan membuka order, sudah kehabisan peluru.
Saat mangsa benar-benar masuk ke dalam jebakan, mereka hanya bisa melihatmu menembak.

Bergerak saat sudah di area, tidak bergerak jika belum.

📌 Ikuti saya, trading dengan robot kembar Rusia. Membawa kamu melewati masa bull dan bear.
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan