#GlobalOilPricesSurgePast$100


Minyak Bergerak Terkonsolidasi Menanti Kepastian Pertemuan AS - Teheran

Fokus Crude Oil:
Iran tegaskan tidak akan memasuki negosiasi di bawah tekanan AS; Trump batal ke Islamabad untuk hadiri pembicaraan damai dengan Teheran.
Goldman Sachs naikkan proyeksi harga minyak dunia karena penurunan persediaan yang ekstrem akibat penutupan Selat Hormuz.
************************************************************

Senin, 27 April 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkonsolidasi menanti kepastian kelanjutan pertemuan AS - Teheran untuk membahas kesepakatan damai di tengah isyarat ketegangan yang terus meningkat antara keduanya.

Presiden Donald Trump diperkirakan akan mengadakan pertemuan pada hari Senin di Ruang Situasi, Gedung Putih, dengan tim keamanan nasional dan kebijakan luar negeri utamanya, untuk mengenai Iran, menurut tiga pejabat AS. Sumber lainnya menyebutkan Iran telah memberikan proposal terbaru kepada AS terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, dengan penundaan negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Sabtu mengatakan kepada Perdana Menteri Pakistan Shehbaz bahwa Teheran tidak akan melakukan negosiasi paksa di bawah tekanan AS, dan bahwa blokade angkatan laut AS di pelabuhan Iran harus diakhiri sebelum kesepakatan tercapai. Harapan tercapainya kesepakatan damai kian meredup pasca Presiden Donald Trump membatalkan perjalanan utusan AS ke Islamabad pada hari Sabtu untuk menghadiri pembicaraan damai terkait Teheran. Trump menambahkan bahwa Iran dapat menghubungi via telepon jika ingin melakukan pembicaraan kembali.

Turut meredupkan harapan pertemuan AS - Iran, angkatan laut AS melaporkan hingga Sabtu pekan lalu, sebanyak 37 kapal telah berhasil dialihkan sebagai bagian dari blokade AS terhadap pelabuhan Iran. Dalam sebuah interview pada hari Minggu, Trump mengatakan ingin melanjutkan blokade terhadap Iran yang diharapkan akan membuat Teheran menyerah dalam beberapa minggu ke depan.

Dukungan lainnya datang dari Goldman Sachs, yang pada hari Senin memproyeksikan kenaikan harga minyak dunia akibat penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan memicu penurunan persediaan yang ekstrem. Diperkirakan harga minyak untuk jenis Brent pada kuartal keempat rata-rata sebesar $90 per barel, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar $80 per barel, ungkap proyeksi dari perusahaan bank investasi dan jasa keuangan terkemuka asal AS tersebut.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $98 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $93 per barel.
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 2
  • 1
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Hilmi86
· 1jam yang lalu
letsgoooo irannnn gogogo
Balas0
Lihat Lebih Banyak
  • Sematkan