Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
🔥Trump claims US Marine Corps has taken control of Iranian ships attempting to break the blockade
Pada 20 April, Presiden AS Trump mengumumkan bahwa sebuah kapal kargo bernama TOUSKA yang mengibarkan bendera Iran (panjang hampir 900 kaki, berat hampir setara dengan kapal induk) mencoba menembus blokade Angkatan Laut AS.
Kapal penjelajah kelas Spruance milik AS menahan kapal tersebut di Teluk Oman dan mengeluarkan peringatan, namun awak Iran menolak untuk mematuhinya, dan kapal Angkatan Laut AS menembuskan lubang di ruang mesin untuk menghentikan aksi mereka.
Tentara Marinir AS kini telah menahan kapal tersebut.
Kapal TOUSKA dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS karena aktivitas ilegal sebelumnya.
Trump menyatakan bahwa AS sepenuhnya mengendalikan kapal tersebut dan sedang memeriksa barang-barang di atas kapal.