Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini, langkah perusahaan manajemen aset besar tradisional yang memasuki pasar aset digital semakin cepat, dan aplikasi ETF mata uang kripto baru dari T. Rowe Price adalah contoh simbolis dari tren tersebut.
Menurut pernyataan pendaftaran S-1 yang diajukan kembali oleh perusahaan tersebut, Price Active Crypto ETF tidak hanya mengikuti indeks pasif, tetapi akan mengadopsi strategi pengelolaan aktif. Selain aset kripto utama seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana, ada kemungkinan juga memasukkan token dengan kapitalisasi pasar kecil seperti Dogecoin dan Shiba Inu ke dalam portofolio.
Secara spesifik, dana ini berencana memasukkan 5 hingga 15 jenis mata uang kripto ke dalam portofolio, yang akan di-rebalancing menggunakan model kuantitatif yang menggabungkan faktor fundamental dan momentum pasar. Karena bertujuan mengungguli FTSE US Listed Crypto Index, dana ini dapat menyesuaikan posisi secara fleksibel sesuai kondisi pasar.
Yang menarik perhatian adalah peran kustodian. Penggunaan Anchorage Digital Bank N.A. sebagai penyimpan aset digital merupakan langkah penting untuk memastikan kepercayaan dari segi regulasi. Saat ini, model pengajuan dan penebusan berbasis uang tunai digunakan, tetapi ada indikasi bahwa di masa depan, transaksi langsung (in-kind) dengan aset kripto juga mungkin akan didukung.
Satu lagi poin yang patut diperhatikan adalah staking. Dana ini mungkin akan melakukan staking sebagian token yang dimiliki untuk menghasilkan pengembalian tambahan. Ini akan memperluas lagi cakupan pengelolaan aktif.
Dengan aset pengelolaan sebesar 1,8 triliun dolar, langkah dari T. Rowe Price ini menunjukkan bahwa aset kripto mulai diakui bukan hanya sebagai instrumen spekulatif, tetapi sebagai bagian dari konstruksi portofolio tradisional. Dalam konteks peluncuran ETF Bitcoin fisik yang meningkat pada tahun 2024, kini muncul pula dana mata uang kripto dengan pengelolaan aktif.
Namun, secara keseluruhan, pasar juga menghadapi tantangan. Penurunan 12% dari WLFI Token dari World Liberty Financial baru-baru ini menunjukkan adanya risiko sirkulasi di tingkat protokol yang semakin serius. Situasi di mana WLFI meminjamkan stablecoin sebagai jaminan untuk token governance-nya dan menekan likuiditas Dolomite DeFi platform adalah sinyal peringatan yang harus diperhatikan saat institusi besar mulai masuk.
Pada akhirnya, pembentukan dana aset kripto oleh institusi menunjukkan kematangan pasar, tetapi kerentanan di tingkat proyek individu masih banyak tersisa. Bagaimana pendekatan pengelolaan aktif dari T. Rowe Price akan mengelola risiko ini menjadi fokus utama di masa mendatang.