Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini banyak pemula yang selalu mengalami kerugian saat melakukan trading, saya menemukan satu masalah umum—mereka salah paham tentang teknik menambah posisi (menambah posisi). Menambah posisi memang alat yang berguna, tetapi syaratnya adalah kamu benar-benar memahami logikanya, bukan sekadar ikut-ikutan.
Pertama, mari bahas esensi dari menambah posisi. Pada dasarnya, ini adalah teknik manajemen risiko yang bertujuan menurunkan biaya posisi kamu. Tapi ini bukan tujuan utama, mendapatkan keuntungan lah yang utama. Jadi, menambah posisi hanya layak dilakukan jika bisa membantu kamu mencapai target keuntungan secara lebih efektif. Kalau tidak, jangan repot-repot.
Menambah posisi tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Pertama, kamu harus punya kemampuan analisis yang cukup, setidaknya mampu membuat prediksi yang cukup akurat tentang pergerakan pasar dalam beberapa hari ke depan. Kedua, teknik ini lebih cocok untuk ritme investasi yang menggabungkan jangka pendek dan menengah. Yang paling penting adalah perencanaan dana—kalau kamu sudah menggunakan 80% dari posisi, jangan coba-coba menambah lagi. Hanya jika rasio dana cadangan dan dana saat ini mencapai 1:1 atau lebih tinggi, menambah posisi benar-benar bermakna.
Dalam praktiknya, menambah posisi biasanya dilakukan secara piramidal. Misalnya, saat melakukan posisi long, beli sebagian di dasar, tunggu pasar mencapai level tertentu baru beli lagi, dan seiring kenaikan harga, tambah posisi secara bertahap, tapi jumlah setiap penambahan lebih sedikit dari sebelumnya. Keuntungan dari ini adalah rata-rata biaya kamu selalu di bawah harga pasar. Ketika kamu yakin pasar akan berbalik arah, kamu bisa cepat menutup posisi dan keluar.
Namun, ada beberapa jebakan yang harus dihindari. Pertama, sebelum menambah posisi, kamu harus sangat memahami pola pergerakan instrumen tersebut, minimal sudah mengalami satu siklus kenaikan dan penurunan lengkap. Kedua, hanya boleh digunakan saat fundamental mendukung tren satu arah, saat pasar berombak atau berbalik, menambah posisi justru bisa membuat kerugian lebih besar. Ketiga, harus mengikuti prinsip piramidal secara ketat, agar biaya tetap kompetitif.
Intinya, menambah posisi hanyalah sebuah teknik, jangan menambah posisi hanya demi menambah posisi. Saya sudah melihat terlalu banyak orang terbuai dengan teknik ini, akhirnya malah meningkatkan risiko. Trader sejati adalah mereka yang mampu menggunakan alat secara fleksibel berdasarkan pemahaman pasar, bukan yang terikat oleh alat itu sendiri. Yang terpenting dalam investasi adalah terus belajar, memperdalam pemahaman tentang pasar, agar bisa menemukan cara menghadapi berbagai kondisi pasar.