Kesenjangan infrastruktur sebesar $170 miliar di Afrika membutuhkan investor global – Ahli

Negara-negara Afrika didesak untuk mencari modal jangka panjang dari investor asing guna mengatasi perkiraan defisit infrastruktur sebesar $170 miliar di benua tersebut.

Seruan ini disampaikan oleh mantan bankir dan CEO Montserrado, Ifeanyi Ajuluchukwu, dalam sebuah wawancara dengan Nairametrics.

Menurut Badan Pembangunan Uni Afrika (AUDA), Afrika membutuhkan antara $130 miliar hingga $170 miliar setiap tahun untuk menjembatani kesenjangan infrastruktur, tetapi investasi saat ini jauh dari target tersebut.

Lebih Banyak Cerita

Keberuntungan dengan Harga: Apa arti konflik di kawasan Teluk bagi ekonomi Nigeria

10 Maret 2026

Pemerintah targetkan lebih dari $50 miliar dalam kesepakatan perdagangan di IATF 2027 di Lagos

10 Maret 2026

Apa yang mereka katakan

Ajuluchukwu menegaskan bahwa Afrika harus menarik investor asing untuk mendanai proyek infrastruktur berskala besar, dengan mencatat bahwa sumber daya lokal saja tidak cukup menutup kesenjangan pembiayaan besar di benua tersebut.

  • “Modal asing adalah satu-satunya cara. Ketika saya bilang asing, saya tidak hanya bermaksud modal Barat. Anda harus mengumpulkan modal untuk infrastruktur.”
  • “Afrika memiliki defisit infrastruktur sebesar $170 miliar. Secara lokal, kita tidak bisa menutup kesenjangan itu. Jadi, Anda membutuhkan pemain asing yang memiliki kapasitas untuk datang dan melakukan investasi tersebut.”

Dia juga memuji reformasi pemerintah terbaru yang bertujuan menstabilkan nilai naira, dan mencatat bahwa langkah-langkah tersebut mulai mengembalikan kepercayaan investor di pasar keuangan Nigeria.

Ajuluchukwu menyebut contoh seperti investasi obligasi JP Morgan dan hubungan Standard Bank dengan ICBC dari China sebagai tanda meningkatnya minat internasional terhadap Nigeria.

Latar Belakang

Sebuah dokumen putih tahun 2025 dari Badan Pembangunan AU berjudul “The Missing Connection: Unlocking Sustainable Infrastructure Financing in Africa” menyoroti kebutuhan infrastruktur besar di benua tersebut.

  • Afrika membutuhkan antara $130 miliar dan $170 miliar setiap tahun untuk pengembangan infrastruktur.
  • Komitmen tahunan saat ini diperkirakan sekitar $80 miliar, meninggalkan kesenjangan pembiayaan yang signifikan.
  • Pemerintah Afrika menyumbang lebih dari 40% dari total pembiayaan infrastruktur.
  • Donatur menyumbang sekitar 35%, meskipun peran mereka berkembang seiring meningkatnya pengaruh China.

Sisa pembiayaan sebagian besar disediakan oleh sektor swasta. Laporan tersebut mencatat bahwa investasi langsung asing (FDI) dapat meningkat jika negara-negara Afrika mengembangkan proyek yang layak secara finansial, terutama di bidang energi hijau.

Lebih Banyak Wawasan

Ajuluchukwu juga menunjukkan adanya ketidaksesuaian struktural dalam sistem keuangan Nigeria, di mana sebagian besar dana yang tersedia bersifat jangka pendek sementara proyek infrastruktur membutuhkan pembiayaan jangka panjang.

“Kamu tidak akan menggunakan dana tiga tahun atau lima tahun untuk membangun infrastruktur,” katanya.

“Untuk proyek infrastruktur, kamu membutuhkan modal yang bisa bertahan tujuh, sepuluh, bahkan lima belas tahun.”

Dia mencatat bahwa institusi seperti Bank Industri dan Bank Sentral telah berusaha menyediakan pendanaan jangka panjang, tetapi skala tersebut masih tidak cukup untuk proyek seperti pelabuhan dan pembangkit listrik.

Meskipun ada upaya recapitalisasi yang sedang berlangsung oleh bank-bank Nigeria, Ajuluchukwu berpendapat bahwa institusi domestik saja tidak dapat menghasilkan skala pendanaan yang dibutuhkan untuk mengatasi defisit infrastruktur Afrika.

Dia juga menyebut investor jangka panjang seperti Tolaram dan Indorama Eleme Petrochemicals sebagai contoh investasi asing yang secara bertahap berkembang menjadi basis modal lokal yang kuat di Nigeria.

Apa yang perlu Anda ketahui

Para ahli juga menyoroti peran pasar modal dalam pembiayaan infrastruktur jika pasar tersebut mengembangkan produk yang menarik bagi investor asing.

  • Tunji Andrews, CEO Awabah, baru-baru ini menyebutkan bahwa sebagian besar infrastruktur keuangan Nigeria secara historis didorong oleh operator, bukan regulator.
  • Dia menyebut penciptaan Sistem Penyelesaian Antar Bank Nigeria (NIBSS) oleh bank sebagai contoh pengembangan yang dipimpin industri.
  • Menurutnya, pasar modal Nigeria saat ini menghadapi tantangan serupa dalam membangun struktur yang diperlukan untuk mendukung investasi berskala besar.

Dengan kebutuhan pembiayaan infrastruktur Afrika yang terus meningkat, menarik investor global dan memperkuat pasar modal domestik semakin dipandang sebagai langkah penting untuk menutup kesenjangan pendanaan di benua tersebut.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan