Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kesenjangan infrastruktur sebesar $170 miliar di Afrika membutuhkan investor global – Ahli
Negara-negara Afrika didesak untuk mencari modal jangka panjang dari investor asing guna mengatasi perkiraan defisit infrastruktur sebesar $170 miliar di benua tersebut.
Seruan ini disampaikan oleh mantan bankir dan CEO Montserrado, Ifeanyi Ajuluchukwu, dalam sebuah wawancara dengan Nairametrics.
Menurut Badan Pembangunan Uni Afrika (AUDA), Afrika membutuhkan antara $130 miliar hingga $170 miliar setiap tahun untuk menjembatani kesenjangan infrastruktur, tetapi investasi saat ini jauh dari target tersebut.
Lebih Banyak Cerita
Keberuntungan dengan Harga: Apa arti konflik di kawasan Teluk bagi ekonomi Nigeria
10 Maret 2026
Pemerintah targetkan lebih dari $50 miliar dalam kesepakatan perdagangan di IATF 2027 di Lagos
10 Maret 2026
Apa yang mereka katakan
Ajuluchukwu menegaskan bahwa Afrika harus menarik investor asing untuk mendanai proyek infrastruktur berskala besar, dengan mencatat bahwa sumber daya lokal saja tidak cukup menutup kesenjangan pembiayaan besar di benua tersebut.
Dia juga memuji reformasi pemerintah terbaru yang bertujuan menstabilkan nilai naira, dan mencatat bahwa langkah-langkah tersebut mulai mengembalikan kepercayaan investor di pasar keuangan Nigeria.
Ajuluchukwu menyebut contoh seperti investasi obligasi JP Morgan dan hubungan Standard Bank dengan ICBC dari China sebagai tanda meningkatnya minat internasional terhadap Nigeria.
Latar Belakang
Sebuah dokumen putih tahun 2025 dari Badan Pembangunan AU berjudul “The Missing Connection: Unlocking Sustainable Infrastructure Financing in Africa” menyoroti kebutuhan infrastruktur besar di benua tersebut.
Sisa pembiayaan sebagian besar disediakan oleh sektor swasta. Laporan tersebut mencatat bahwa investasi langsung asing (FDI) dapat meningkat jika negara-negara Afrika mengembangkan proyek yang layak secara finansial, terutama di bidang energi hijau.
Lebih Banyak Wawasan
Ajuluchukwu juga menunjukkan adanya ketidaksesuaian struktural dalam sistem keuangan Nigeria, di mana sebagian besar dana yang tersedia bersifat jangka pendek sementara proyek infrastruktur membutuhkan pembiayaan jangka panjang.
“Kamu tidak akan menggunakan dana tiga tahun atau lima tahun untuk membangun infrastruktur,” katanya.
“Untuk proyek infrastruktur, kamu membutuhkan modal yang bisa bertahan tujuh, sepuluh, bahkan lima belas tahun.”
Dia mencatat bahwa institusi seperti Bank Industri dan Bank Sentral telah berusaha menyediakan pendanaan jangka panjang, tetapi skala tersebut masih tidak cukup untuk proyek seperti pelabuhan dan pembangkit listrik.
Meskipun ada upaya recapitalisasi yang sedang berlangsung oleh bank-bank Nigeria, Ajuluchukwu berpendapat bahwa institusi domestik saja tidak dapat menghasilkan skala pendanaan yang dibutuhkan untuk mengatasi defisit infrastruktur Afrika.
Dia juga menyebut investor jangka panjang seperti Tolaram dan Indorama Eleme Petrochemicals sebagai contoh investasi asing yang secara bertahap berkembang menjadi basis modal lokal yang kuat di Nigeria.
Apa yang perlu Anda ketahui
Para ahli juga menyoroti peran pasar modal dalam pembiayaan infrastruktur jika pasar tersebut mengembangkan produk yang menarik bagi investor asing.
Dengan kebutuhan pembiayaan infrastruktur Afrika yang terus meningkat, menarik investor global dan memperkuat pasar modal domestik semakin dipandang sebagai langkah penting untuk menutup kesenjangan pendanaan di benua tersebut.