Usia Biden terus menjadi bahan perdebatan politik: survei baru mengungkapkan kekhawatiran tentang Trump

Ketika Donald Trump menjabat sebagai presiden pada Januari 2025, isu usia kembali menjadi pusat perhatian dalam percakapan politik Amerika Serikat. Berbeda dengan pendahulunya, yang menghadapi pertanyaan yang meningkat tentang kemampuannya secara mental seiring bertambahnya usia, Trump kini berada di bawah pengawasan serupa. Survei terbaru dari Reuters/Ipsos, yang dilakukan selama enam hari dan selesai pada hari Senin, menunjukkan besarnya kekhawatiran warga negara tentang hal ini.

Usia Biden sebagai preseden: bagaimana narasi kepresidenan berubah

Usia Biden menjadi faktor penentu dalam pemilihan presiden 2024. Mantan presiden Demokrat tersebut mengakhiri masa jabatannya di usia 82 tahun, usia tertua dari semua presiden dalam sejarah Amerika Serikat. Banyak warga menganggap bahwa ia telah kehilangan ketajaman mental seiring waktu, sebuah argumen yang dimanfaatkan Trump dalam kampanyenya. Namun, hanya beberapa bulan setelah memenangkan pemilihan, presiden baru ini menghadapi kritik serupa.

Trump kembali ke kursi kepresidenan dengan usia 78 tahun, menjadi presiden tertua dalam sejarah saat pelantikan. Saat ini, ia berusia 79 tahun dan akan berusia 80 tahun pada Juni 2026. Sejak saat itu, ia menerapkan kebijakan dan usulan dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, memberlakukan tarif impor yang signifikan dari puluhan negara dan mengerahkan agen federal di seluruh wilayah untuk memerangi imigrasi ilegal.

Perilaku impulsif dan perubahan nada di Gedung Putih

Sering kali ia mengadopsi nada marah dalam pernyataannya di depan umum. Pekan lalu, ia menyatakan “sangat malu” bahwa Mahkamah Agung Amerika Serikat, yang konservatif, membatalkan banyak tarifnya karena dianggap ilegal. Trump merespons dengan memberlakukan kembali serangkaian tarif baru, dengan alasan bahwa ia dapat melakukannya berdasarkan otoritas hukum lain. Dalam insiden lain, ia menyerang legislator Demokrat yang mendesak anggota militer AS untuk menolak perintah ilegal, menyebut mereka “pengkhianat yang bisa dieksekusi”.

Survei Reuters/Ipsos menunjukkan bagaimana perilaku ini dipersepsikan oleh masyarakat. Enam dari setiap sepuluh warga AS, termasuk sebagian besar dari Partai Republik, menganggap bahwa presiden menjadi lebih impulsif seiring bertambahnya usia. Secara keseluruhan, 61% responden menggambarkan Trump sebagai seseorang “yang menunjukkan perubahan perilaku signifikan seiring bertambahnya usia”. Rinciannya berdasarkan afiliasi politik cukup mencolok: 89% Demokrat, 30% Republik, dan 64% independen menggambarkannya demikian.

Pembelaan Gedung Putih terhadap kritik

Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menolak hasil survei tersebut, menyebutnya sebagai “pernyataan tidak berdasar dan putus asa”. Ia menyatakan bahwa “kejernihan pikiran Trump, energi yang tak tertandingi, dan aksesibilitas historisnya” membedakannya secara signifikan dari pendahulunya yang Demokrat. Namun, angka-angka menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara narasi resmi ini dan persepsi warga.

Popularitas Trump secara umum tetap relatif stabil dalam beberapa bulan terakhir. Sekitar 40% dari responden dalam pengukuran terakhir menyetujui kinerjanya sebagai presiden, meningkat dua poin persentase dari awal bulan. Meski memulai masa jabatannya dengan tingkat persetujuan yang jauh lebih tinggi, yaitu 47%, dukungannya tetap berada di kisaran ini sejak April 2025.

Usia politik di Washington: masalah sistemik

Selain Trump, ada kekhawatiran umum tentang komposisi usia pemimpin politik di AS. Sebagian besar warga berpikir bahwa pemimpin politik negara ini terlalu tua untuk mewakili kepentingan rakyat secara efektif. Sekitar 79% dari responden sepakat bahwa “pejabat terpilih di Washington, D.C., terlalu tua untuk mewakili mayoritas warga Amerika”.

Usia rata-rata di Senat AS sekitar 64 tahun, sementara di Dewan Perwakilan Rakyat mencapai 58 tahun. Warga yang berafiliasi Demokrat menunjukkan kekhawatiran yang lebih besar tentang hal ini. 58% dari Demokrat yang disurvei berpendapat bahwa Chuck Schumer, pemimpin Demokrat di Senat yang berusia 75 tahun, terlalu tua untuk terus memimpin.

Dari debat tentang usia Biden ke keraguan terhadap Trump

Ironisnya, isu usia Biden menjadi faktor utama kemenangan Trump dalam pemilihan 2024. Kritikus berargumen bahwa mantan presiden telah kehilangan kemampuan kognitif karena usia. Sekarang, hanya setahun kemudian, survei menunjukkan bahwa warga melihat masalah serupa pada penggantinya.

Hanya 45% dari responden dalam survei Februari menyatakan bahwa mereka akan menggambarkan Trump sebagai “secara mental tajam dan mampu menghadapi tantangan jabatan”, dibandingkan 54% yang menyatakan hal tersebut dalam survei Reuters/Ipsos September 2023. Penurunan persepsi kejernihan mental ini mencerminkan kekhawatiran yang semakin meningkat di kalangan warga, terlepas dari afiliasi politik mereka.

Isu usia Biden, yang menjadi faktor utama keluarnya dari kompetisi presiden, kini muncul kembali sebagai pertanyaan utama tentang kemampuan kepemimpinan AS dalam menghadapi tantangan saat ini dan masa depan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan