Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Jejak ikonik: jurnalis Anderson Cooper meninggalkan 60 Minutes untuk fokus di CNN
Jurnalis dan pembawa berita Anderson Cooper telah mengonfirmasi keputusannya untuk meninggalkan program Mingguan bergengsi “60 Minutes” dari CBS, setelah hampir dua dekade sebagai koresponden. Berita ini menandai titik balik dalam karier yang telah menempatkannya sebagai salah satu tokoh paling terkenal dalam jurnalisme televisi Amerika Serikat. Kepergiannya dari program ini dijadwalkan selesai pada Mei 2026, bersamaan dengan penutupan musim saat ini.
Dari koresponden internasional menjadi pembawa acara malam hari
Anderson Cooper memulai karier jurnalismenya dengan cara yang sangat menuntut. Pada tahun sembilan puluhan, ia bekerja sebagai koresponden internasional untuk ABC News, meliput konflik, bencana alam, dan krisis kemanusiaan di berbagai bagian dunia. Awal karier ini menempatkannya sebagai jurnalis yang fokus pada peliputan di lapangan, mengembangkan gaya naratif yang ditandai dengan laporan panjang dan analisis mendalam terhadap peristiwa yang didokumentasikan.
Pada tahun 2001, jurnalis ini bergabung dengan CNN, di mana sejak 2003 ia memimpin program malam hari “Anderson Cooper 360°”, yang disiarkan dari Senin hingga Jumat pada waktu utama. Sekitar lima tahun setelah bergabung dengan jaringan tersebut, ia bergabung dengan “60 Minutes” sebagai koresponden, menggabungkan kedua tanggung jawab tersebut selama hampir dua puluh tahun. Keterlibatan ganda ini menjadikannya figur yang sering muncul baik di televisi terbuka maupun kabel, membagi waktunya antara peliputan berita harian dan proyek dokumenter investigasi mendalam.
Menyeimbangkan ambisi profesional dan kehidupan keluarga
Dalam sebuah pernyataan kepada media lokal, Cooper menjelaskan bahwa keputusannya ini disebabkan oleh perubahan dalam kehidupan pribadinya. Jurnalis ini menekankan tantangan menjaga rutinitas yang melibatkan perjalanan sering, pengambilan gambar di lapangan, dan mengelola program harian, semua sambil berusaha menghabiskan waktu dengan anak-anak kecilnya.
“Selama hampir 20 tahun, saya bisa menyeimbangkan pekerjaan saya, tetapi sekarang saya memiliki anak kecil dan ingin menghabiskan waktu sebanyak mungkin bersama mereka, sementara mereka juga ingin menghabiskan waktu dengan saya,” ujar Cooper, menurut laporan AP News. Kombinasi komitmen ini memerlukan hari kerja yang panjang dan perjalanan yang konstan, yang membatasi ketersediaan waktunya untuk keluarga. Transisi ini bertujuan memberi lebih banyak fleksibilitas agar ia dapat menyelaraskan karier profesional dengan tanggung jawabnya sebagai ayah.
Meskipun demikian, jurnalis ini menyatakan rasa hormat yang mendalam terhadap program yang ditinggalkannya. “Menjadi koresponden di 60 Minutes adalah salah satu kehormatan terbesar dalam karier saya. Saya memiliki kesempatan untuk menceritakan kisah-kisah luar biasa dan bekerja dengan beberapa produser, editor, dan kameramen terbaik di industri ini,” kata Cooper. Pengalaman di program ini membawanya terlibat dalam investigasi dan wawancara yang memberinya berbagai penghargaan, termasuk Emmy dan penghargaan industri audiovisual.
Warisan 60 Minutes dan pengaruhnya dalam jurnalisme
“60 Minutes” adalah salah satu format berita tertua yang masih tayang secara kontinu, dibuat pada tahun 1968. Program ini menonjol karena struktur uniknya: mengutamakan laporan investigasi mendalam, wawancara panjang, dan profil dokumenter, yang dikembangkan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, berbeda dengan berita harian konvensional.
Siarnya mingguan biasanya menampilkan tiga segmen utama yang dapat membahas investigasi tentang isu sosial, wawancara dengan tokoh internasional, atau kisah sejarah. Dalam musim-musim terakhir, program ini menayangkan laporan tentang industri makanan olahan super, kesaksian penyintas Holocaust, dan wawancara dengan penulis terkenal seperti Salman Rushdie. Variasi tema ini telah memperkuat relevansinya dalam dunia jurnalisme televisi Amerika selama lebih dari lima dekade.
Masa depan: proyek CNN dan pendekatan baru untuk pembawa berita
Setelah keluar dari CBS, Cooper akan tetap terikat dengan CNN melalui kontrak yang masih berlaku. Ia akan terus memandu “Anderson Cooper 360°”, program berita malam hari yang tetap menjadi platform utamanya. Selain itu, ia terlibat dalam “The Whole Story with Anderson Cooper”, sebuah program Mingguan yang menampilkan laporan panjang dan analisis mendalam yang melibatkan koresponden dari jaringan tersebut untuk membahas isu nasional dan internasional.
Dalam ranah konten digital, jurnalis ini juga mengembangkan proyek audio melalui podcast “All There Is with Anderson Cooper”, yang berfokus pada percakapan tentang duka dan pengalaman pribadi kehilangan. Konten ini dilengkapi dengan siaran langsung yang ditujukan kepada audiensnya di YouTube, memungkinkan koneksi yang lebih langsung dengan pengikutnya melalui berbagai platform.
Keputusan meninggalkan “60 Minutes” ini tidak menandai akhir dari komitmennya terhadap jurnalisme investigasi mendalam. Format jangka panjang yang ia pimpin di CNN memenuhi fungsi editorial yang serupa dalam struktur yang berbeda, memungkinkan ia terus mengembangkan gaya naratif yang telah menjadi ciri khasnya sepanjang karier. Reposisi jadwal profesional ini mencerminkan evolusi umum dalam karier jurnalis berpengalaman yang berusaha menyesuaikan komitmen mereka dengan tahap kehidupan yang baru.