Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Trader harus tahu: Cara menghitung PnL keuntungan dan kerugian, satu gambar satu tabel untuk memahami secara menyeluruh
Banyak trader yang baru masuk ke dalam dunia trading, melihat angka di akun mereka yang terus bergerak, merasa panik setengah mati. Apakah mereka sedang untung atau rugi? Apakah keuntungan yang belum direalisasikan harus segera diambil? Bagaimana cara menghitungnya dengan jelas? Sebenarnya, ini berkaitan dengan konsep inti dalam trading kripto—yaitu PnL (Profit and Loss). Menguasai PnL sama saja memberi mata tajam pada akun trading Anda, sehingga Anda bisa selalu tahu apakah sedang menghasilkan uang atau tidak.
Kerangka dasar PnL: satu rumus yang menjelaskan semuanya
PnL hanya dua kata—nilai saat ini dikurangi biaya awal. Tapi jangan anggap remeh rumus sederhana ini, karena dari situ muncul berbagai dimensi perhitungan yang berbeda.
Pertama, perlu diketahui sebuah konsep bernama MTM (Mark-to-Market). Apa artinya? Yaitu nilai dari aset yang Anda miliki dihitung berdasarkan harga pasar saat ini, bukan harga saat Anda membelinya. Misalnya, Anda membeli ETH seharga 1.950 dolar, dan hari ini harga pasar naik menjadi 1.970 dolar, maka nilai MTM adalah 1.970 dolar. Selisih 20 dolar ini adalah keuntungan floating saat ini. Sebaliknya, jika hari ini turun menjadi 1.940 dolar, maka kerugian floating adalah 10 dolar. Inilah gambaran paling langsung dari PnL.
Unrealisasi PnL vs Realisasi PnL, bingung bedanya?
Keduanya adalah konsep yang paling sering membingungkan dalam dunia PnL. Singkatnya:
Unrealisasi PnL adalah selisih antara nilai aset yang Anda pegang saat ini dan biaya awalnya. Misalnya, Anda membeli ETH dengan rata-rata harga 1.900 dolar, dan saat ini harga pasar adalah 1.600 dolar, maka unrealisasi PnL Anda adalah rugi 300 dolar. Kata kuncinya adalah “belum dijual”—aset masih di tangan Anda.
Realisasi PnL adalah uang yang benar-benar masuk ke rekening Anda. Baru setelah Anda menekan tombol “jual”, PnL ini dianggap terealisasi. Misalnya, Anda membeli 10 DOT seharga 70 dolar, lalu menjualnya seharga 105 dolar, maka realisasi PnL adalah 35 dolar—uang ini benar-benar masuk ke akun Anda. Sebaliknya, jika dijual di harga 55 dolar, maka rugi 15 dolar.
Perbedaan keduanya sangat penting: unrealisasi PnL akan berubah mengikuti fluktuasi pasar, sedangkan realisasi PnL sudah final dan tidak akan berubah lagi.
Tiga aturan perhitungan PnL, salah memilih bisa berakibat fatal
Berbeda trader, berbeda pula cara menghitungnya. Yang penting adalah memilih metode yang sesuai dengan gaya trading Anda.
Metode FIFO (First-In, First-Out): Ini adalah pendekatan yang paling intuitif. Misalnya, Bob membeli 1 ETH seharga 1.100 dolar terlebih dahulu, kemudian membeli lagi 1 ETH seharga 800 dolar. Setelah satu tahun, dia menjual 1 ETH seharga 1.200 dolar. Sistem menganggap dia menjual yang pertama dibeli, jadi PnL yang terealisasi adalah (1.200 - 1.100) = 100 dolar. Metode ini cocok untuk trader yang catatan transaksinya rapi dan tidak terlalu sering trading.
Metode LIFO (Last-In, First-Out): Berbeda, menganggap bahwa yang dijual adalah aset terakhir dibeli. Menggunakan contoh yang sama, jika Bob menjual ETH dengan biaya 800 dolar, maka PnL-nya adalah (1.200 - 800) = 400 dolar. Metode ini bisa memberi keuntungan dari segi optimasi pajak dan cocok untuk trader yang fleksibel mengikuti kondisi pasar.
Metode Rata-rata Berbasis Biaya (Weighted Average Cost): Dirancang untuk mereka yang memegang banyak aset dan sering melakukan transaksi. Misalnya, Alice membeli 2 BTC dengan harga 1.500 dolar dan 2 BTC lagi dengan harga 2.000 dolar, sehingga total biaya adalah 3.500 dolar dan rata-rata biaya per BTC adalah 1.750 dolar. Jika kemudian dia menjual 1 BTC seharga 2.400 dolar, maka PnL-nya adalah (2.400 - 1.750) = 650 dolar. Metode ini sangat cocok untuk trader yang sering bermain platform token atau melakukan trading swing.
Membuka posisi, menutup posisi, keuntungan floating—siklus lengkap PnL
Sebuah cerita trading lengkap biasanya seperti ini:
Pertama kali Anda membeli aset di pasar disebut membuka posisi (Open Position). Misalnya, membeli 10 DOT seharga 70 dolar, ini adalah titik awal dari unrealisasi PnL. Saat itu, PnL Anda masih mengambang, mengikuti fluktuasi pasar.
Ketika Anda memutuskan untuk menjual 10 DOT tersebut, ini disebut menutup posisi (Close Position). Jika dijual seharga 100 dolar, maka keuntungan 30 dolar langsung berubah dari angka di kertas menjadi uang nyata, dan PnL terealisasi secara resmi.
Memantau posisi yang belum tertutup secara rutin, sesuai dengan target investasi Anda, dapat membantu mengelola trading dengan lebih teratur. Itulah sebabnya banyak trader menyarankan “review posisi secara berkala.”
Menghitung PnL dari awal tahun sampai sekarang (YTD)
Jika Anda adalah trader jangka panjang yang ingin tahu apakah selama setahun ini Anda untung atau rugi, gunakan pendekatan YTD (Year-To-Date). Caranya sangat simpel—bandingkan nilai posisi awal tahun dengan posisi saat ini.
Contoh: Pada 1 Januari 2022, Anda memegang ADA senilai 1.000 dolar, dan pada 1 Januari 2023, nilai ADA tersebut menjadi 1.600 dolar. Maka, keuntungan unrealisasi selama tahun itu adalah 600 dolar. Keuntungan ini belum direalisasikan, tapi memberi gambaran jelas tentang hasil investasi jangka panjang Anda.
PnL dari kontrak perpetual adalah dunia yang berbeda
Bagi trader yang menggunakan kontrak perpetual, perhitungannya sedikit lebih kompleks. Kontrak perpetual tidak memiliki tanggal kadaluarsa, sehingga Anda bisa memegang posisi long atau short selama yang diinginkan, selama margin cukup.
Menghitung total PnL dari kontrak perpetual harus menggabungkan PnL yang sudah terealisasi dan yang belum. Tapi di sini juga harus memperhitungkan biaya dana (funding rate)—yaitu biaya yang dibayarkan antara posisi long dan short secara periodik. Biaya ini langsung mempengaruhi total keuntungan atau kerugian Anda. Dalam praktiknya, tanpa disadari, biaya dana yang tinggi bisa menggerogoti keuntungan Anda bahkan lebih besar dari kerugian akibat pergerakan pasar.
Tiga biaya tersembunyi dalam perhitungan PnL yang jangan diabaikan
Rumus di atas adalah versi sederhana. Dalam kenyataannya, ada tiga “penghalang” yang harus diperhatikan:
Jadi, untuk menghitung PnL secara akurat, semua variabel ini harus diperhitungkan.
Untuk menguasai PnL secara tepat, alat sangat penting
Daripada menghitung secara manual satu per satu, lebih baik menggunakan alat bantu. Ada spreadsheet khusus dan bot trading otomatis yang bisa membantu menganalisis performa trading Anda secara cepat dan akurat. Terutama bagi trader dengan volume besar, menggunakan alat ini bisa meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan.
Memahami logika mendalam dari perhitungan PnL akan membantu Anda menilai efektivitas strategi trading secara lebih tepat. Baik itu analisis profit dan loss per transaksi, pengukuran return berdasarkan persentase, maupun sistem PnL kompleks dari kontrak perpetual, yang terpenting adalah menemukan metode yang sesuai dengan gaya trading Anda. Dengan begitu, setiap keuntungan dan kerugian dari setiap transaksi bisa terlihat jelas, dan pengambilan keputusan berikutnya pun akan lebih berdasar.