Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Volatilitas opsi Bitcoin yang melonjak mendorong pasar untuk melakukan reformasi
Bitcoin menghadapi situasi di mana volatilitas terus meningkat. Menjelang jatuh tempo opsi Bitcoin sebesar 28 miliar dolar AS pada akhir tahun lalu, lonjakan volatilitas ini menarik perhatian luas dari pasar. Saat itu, harga Bitcoin sempat melonjak dari 88.500 dolar AS menjadi 89.100 dolar AS, kemudian berfluktuasi di sekitar 88.500 dolar AS, menunjukkan ketidakstabilan yang tinggi. Analisis para ahli menunjukkan bahwa kenaikan volatilitas ini mencerminkan penataan ulang pasar menjelang jatuh tempo opsi, dan investor harus tetap waspada dalam lingkungan volatilitas tinggi seperti ini.
Lonjakan volatilitas menjelang jatuh tempo opsi, penutupan posisi short mendorong kenaikan harga
Dalam tren pasar akhir tahun lalu, analis kripto Ardi menyatakan bahwa kenaikan harga Bitcoin ke 89.100 dolar AS terjadi saat periode penutupan posisi short secara besar-besaran. Berdasarkan analisis, kenaikan ini terbagi menjadi dua tahap: tahap pertama didorong oleh penutupan posisi short tanpa didukung oleh pembelian nyata; tahap kedua menunjukkan kekuatan pembeli yang sesungguhnya, dengan masuknya pembeli dengan volume transaksi tinggi, yang menjadi penyebab utama kenaikan volatilitas.
Pada saat itu, volume perdagangan 24 jam meningkat 36% menjadi 30 miliar dolar AS, mencerminkan sentimen bullish dari para trader. Perubahan sentimen ini langsung mendorong kenaikan volatilitas pasar. Namun, Ardi juga mengingatkan bahwa lonjakan ini belum dikonfirmasi sebagai pembalikan tren bullish yang berkelanjutan; hanya ketika Bitcoin kembali menembus level kunci di 94.000 dolar AS, volatilitas berpotensi berbalik menjadi sinyal bullish. Sebelum itu, risiko koreksi jangka pendek tetap ada dan tidak boleh diabaikan.
Teknis menunjukkan tekanan, risiko volatilitas terus meningkat
Analis Ardi menambahkan bahwa karena volume jatuh tempo opsi yang mencapai rekor, kejadian seperti ini biasanya menyebabkan pasar mengalami volatilitas ekstrem. Kenaikan volatilitas tidak hanya mencerminkan ketidaksepakatan di antara pelaku pasar, tetapi juga meningkatkan kemungkinan pergerakan besar ke kedua arah.
Analis terkenal lainnya, Daan Crypto Trades, dari sudut pandang teknis menunjukkan bahwa Bitcoin sedang memasuki fase kompresi harga. Ia mengamati bahwa level terendah terus meningkat, sementara garis 200MA/EMA 4 jam membentuk tekanan yang jelas. Kondisi harga yang semakin padat ini biasanya menandakan volatilitas akan segera meletus. Daan memperkirakan dalam beberapa minggu ke depan, pasar bisa mengalami pergerakan besar satu arah sebesar 5-10%, dan volatilitas diperkirakan akan mencapai titik ledakan penting pada bulan Januari.
Perbedaan pandangan analis terhadap prospek Bitcoin, Januari menjadi titik balik utama
Dua analis memiliki pandangan berbeda mengenai prospek teknikal Bitcoin. Ardi menekankan perlunya menunggu konfirmasi tembus di 94.000 dolar AS untuk mengonfirmasi perubahan tren; sementara Daan lebih optimis, percaya bahwa jika resistance ini berhasil ditembus, Bitcoin berpotensi kembali ke level 100.000 dolar AS bahkan lebih tinggi.
Dalam hal risiko penurunan, Daan memperingatkan bahwa 80.000 dolar AS adalah level support penting lainnya, dan jika ditembus, akan secara signifikan membalik prospek pasar. Para analis umumnya sepakat bahwa Januari akan menjadi periode kunci untuk menentukan tren utama berikutnya dari Bitcoin. Melihat dari ekspektasi akhir tahun lalu, pasar telah mengalami masa penyesuaian dengan volatilitas tinggi, dan saat ini harga Bitcoin telah kembali ke 70.940 dolar AS (per Maret 2026), turun hampir 21% dari akhir tahun lalu, yang membuktikan dampak nyata dari risiko volatilitas.
Para pelaku pasar harus menyadari bahwa jatuh tempo opsi selama periode lonjakan volatilitas adalah faktor pendorong utama, tetapi kekuatan nyata dari kekuatan beli dan jual yang sesungguhnya adalah kunci dalam menentukan arah jangka panjang. Dalam era volatilitas tinggi ini, penetapan sinyal masuk dan keluar yang jelas menjadi sangat penting.