Kemanusiaan × Perdagangan: Cermin Pembongkaran Paling Telanjang
Perdagangan adalah menempatkan kemanusiaan ke dalam keuntungan dan kerugian, memperbesar hingga ekstrem permainan tersebut.
1. Kemanusiaan paling nyata dalam perdagangan
- Serakah: Sudah mendapatkan keuntungan tetap ingin lebih, tidak mengambil keuntungan, akhirnya mengembalikan bahkan terjebak - Ketakutan: Saat turun langsung panik, langsung jual, jual di titik terendah - Keberuntungan: Jelas salah, keras kepala menahan, percaya bahwa "akan kembali" - Sombong: Setelah beberapa kali mendapatkan keuntungan merasa tak terkalahkan, mengurangi posisi hingga nol - Mengikuti arus: Membeli saat orang lain membeli, menjual saat orang lain menjual, mengikuti kenaikan dan penurunan
2. Esensi perdagangan: Melawan manusiawi
Orang biasa mengikuti emosi, ahli melawan kemanusiaan:
- Saat orang lain serakah, saya takut; saat orang lain takut, saya serakah - Memotong kerugian, biarkan keuntungan berjalan (sebaliknya kebanyakan orang) - Rencanakan perdaganganmu, perdagangkan rencanamu
3. Kemanusiaan vs Disiplin
- Kemanusiaan adalah naluri: impulsif, emosional, mengikuti keinginan - Perdagangan adalah aturan: stop loss, posisi, logika, kemampuan eksekusi Hanya dengan mengendalikan kemanusiaan, kita bisa bertahan di pasar.
4. Ringkasan satu kalimat
Perdagangan tidak menguji kecerdasan, tetapi menguji kemanusiaan. Jika kamu bisa mengalahkan emosimu sendiri, kamu bisa mengalahkan kebanyakan orang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kemanusiaan × Perdagangan: Cermin Pembongkaran Paling Telanjang
Perdagangan adalah menempatkan kemanusiaan ke dalam keuntungan dan kerugian, memperbesar hingga ekstrem permainan tersebut.
1. Kemanusiaan paling nyata dalam perdagangan
- Serakah: Sudah mendapatkan keuntungan tetap ingin lebih, tidak mengambil keuntungan, akhirnya mengembalikan bahkan terjebak
- Ketakutan: Saat turun langsung panik, langsung jual, jual di titik terendah
- Keberuntungan: Jelas salah, keras kepala menahan, percaya bahwa "akan kembali"
- Sombong: Setelah beberapa kali mendapatkan keuntungan merasa tak terkalahkan, mengurangi posisi hingga nol
- Mengikuti arus: Membeli saat orang lain membeli, menjual saat orang lain menjual, mengikuti kenaikan dan penurunan
2. Esensi perdagangan: Melawan manusiawi
Orang biasa mengikuti emosi, ahli melawan kemanusiaan:
- Saat orang lain serakah, saya takut; saat orang lain takut, saya serakah
- Memotong kerugian, biarkan keuntungan berjalan (sebaliknya kebanyakan orang)
- Rencanakan perdaganganmu, perdagangkan rencanamu
3. Kemanusiaan vs Disiplin
- Kemanusiaan adalah naluri: impulsif, emosional, mengikuti keinginan
- Perdagangan adalah aturan: stop loss, posisi, logika, kemampuan eksekusi
Hanya dengan mengendalikan kemanusiaan, kita bisa bertahan di pasar.
4. Ringkasan satu kalimat
Perdagangan tidak menguji kecerdasan, tetapi menguji kemanusiaan.
Jika kamu bisa mengalahkan emosimu sendiri, kamu bisa mengalahkan kebanyakan orang.