Sepiring idli sederhana telah memicu percakapan yang tidak begitu sederhana secara online setelah seorang pelancong membagikan tagihan dari The Rameshwaram Cafe di Bandara Internasional Kempegowda, menunjukkan Rp 315 dikenakan untuk satu porsi idli ghee podi. Postingan tersebut, diunggah di Reddit, dengan cepat menjadi viral, dengan pengguna berdebat apakah harga makanan di bandara wajar atau hanya inflated.
Sebuah Makanan yang Memicu Pertanyaan Besar
Pelancong yang membagikan struk tersebut mengungkapkan kejutan karena membayar hampir empat kali lipat dari harga biasanya untuk hidangan yang sama di luar bandara. Pertanyaan mereka sederhana: Apakah bandara mengatur harga makanan, atau outlet bisa mengenakan biaya apa saja yang mereka inginkan?
Rp 315 untuk Ghee Podi Idli di Rameswaram Cafe, Bandara Bangalore oleh u/Quoraislove di Bangalore
Rasa penasaran itu resonansi dengan banyak penumpang yang pernah mengalami kejutan harga saat makan cepat sebelum naik pesawat.
Reaksi Media Sosial: “Pilihan Anda” vs “Terlalu Mahal”
Seperti yang diduga, internet terbagi. Beberapa pengguna berargumen bahwa harga di bandara bukan rahasia.
“Jika harga ditampilkan dan Anda tetap membelinya, itu tanggung jawab Anda,” kata salah satu komentator, menambahkan bahwa bisnis harus menutupi biaya operasional yang lebih tinggi.
Namun, yang lain merasa markup tersebut tampak berlebihan. Mereka mempertanyakan apakah kenaikan harga benar-benar bisa dibenarkan, bahkan dengan mempertimbangkan logistik dan sewa.
Mengapa Makanan di Bandara Biasanya Lebih Mahal
Para ahli perhotelan menunjukkan bahwa menjalankan restoran di dalam bandara sangat berbeda dari beroperasi di jalan kota biasa.
Outlet di bandara sering menghadapi:
Biaya sewa dan konsesi yang lebih tinggi
Regulasi keamanan dan rantai pasokan yang ketat
Biaya staf tambahan dan kepatuhan
Operasi 24/7 sesuai jadwal penerbangan
Semua ini dapat mendorong harga menu naik, dengan biaya tambahan akhirnya ditanggung oleh para pelancong.
Kenikmatan Berbiaya Tinggi
Bagi banyak penumpang, makan di bandara kurang tentang pilihan dan lebih tentang kenyamanan. Dengan waktu terbatas dan sedikit alternatif di luar pos pemeriksaan keamanan, pelanggan sering membayar lebih untuk aksesibilitas daripada kemewahan.
MENAFN25022026007385015968ID1110786156
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Harga Makanan di Bandara Bengaluru Jadi Sorotan Setelah Ghee Podi Idli seharga Rs 315 di Rameshwaram Cafe Viral
(MENAFN- AsiaNet News)
Sepiring idli sederhana telah memicu percakapan yang tidak begitu sederhana secara online setelah seorang pelancong membagikan tagihan dari The Rameshwaram Cafe di Bandara Internasional Kempegowda, menunjukkan Rp 315 dikenakan untuk satu porsi idli ghee podi. Postingan tersebut, diunggah di Reddit, dengan cepat menjadi viral, dengan pengguna berdebat apakah harga makanan di bandara wajar atau hanya inflated.
Sebuah Makanan yang Memicu Pertanyaan Besar
Pelancong yang membagikan struk tersebut mengungkapkan kejutan karena membayar hampir empat kali lipat dari harga biasanya untuk hidangan yang sama di luar bandara. Pertanyaan mereka sederhana: Apakah bandara mengatur harga makanan, atau outlet bisa mengenakan biaya apa saja yang mereka inginkan?
Rp 315 untuk Ghee Podi Idli di Rameswaram Cafe, Bandara Bangalore oleh u/Quoraislove di Bangalore
Rasa penasaran itu resonansi dengan banyak penumpang yang pernah mengalami kejutan harga saat makan cepat sebelum naik pesawat.
Reaksi Media Sosial: “Pilihan Anda” vs “Terlalu Mahal”
Seperti yang diduga, internet terbagi. Beberapa pengguna berargumen bahwa harga di bandara bukan rahasia.
“Jika harga ditampilkan dan Anda tetap membelinya, itu tanggung jawab Anda,” kata salah satu komentator, menambahkan bahwa bisnis harus menutupi biaya operasional yang lebih tinggi.
Namun, yang lain merasa markup tersebut tampak berlebihan. Mereka mempertanyakan apakah kenaikan harga benar-benar bisa dibenarkan, bahkan dengan mempertimbangkan logistik dan sewa.
Mengapa Makanan di Bandara Biasanya Lebih Mahal
Para ahli perhotelan menunjukkan bahwa menjalankan restoran di dalam bandara sangat berbeda dari beroperasi di jalan kota biasa.
Outlet di bandara sering menghadapi:
Semua ini dapat mendorong harga menu naik, dengan biaya tambahan akhirnya ditanggung oleh para pelancong.
Kenikmatan Berbiaya Tinggi
Bagi banyak penumpang, makan di bandara kurang tentang pilihan dan lebih tentang kenyamanan. Dengan waktu terbatas dan sedikit alternatif di luar pos pemeriksaan keamanan, pelanggan sering membayar lebih untuk aksesibilitas daripada kemewahan.
MENAFN25022026007385015968ID1110786156