Dua Penemuan Mematikan Thomas Midgley: Sebuah Warisan Dampak Tak Terduga

Sedikit penemu dalam sejarah yang meninggalkan jejak konsekuensi yang begitu bertahan lama seperti Thomas Midgley Jr. Ilmuwan kimia Amerika yang cerdas ini, didorong oleh niat menyelesaikan masalah industri kritis pada masanya, menciptakan dua solusi inovatif yang merevolusi industri masing-masing. Namun, kedua penemuan tersebut membawa bencana lingkungan yang mempengaruhi planet selama beberapa dekade. Paradoks Midgley terletak pada kenyataan bahwa karya cerdasnya dirancang sebagai kemajuan, tetapi akhirnya menunjukkan bahwa inovasi tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang bisa menjadi pedang bermata dua.

Ketika Inovasi Menyebabkan Keracunan: Kasus Tetraetil Timah Timbal

Pada tahun dua puluhan abad lalu, mobil menghadapi masalah teknis serius: ketukan mesin. Fenomena ini membatasi tenaga kendaraan dan membuat frustrasi produsen maupun pengemudi. Midgley menemukan solusinya: tetraetil timah timbal, zat kimia yang, ketika ditambahkan ke bensin, langsung menghilangkan masalah tersebut.

Untuk membuktikan keamanannya kepada publik yang skeptis, Midgley melakukan tindakan yang kini tak terbayangkan: menuangkan bensin berisi timbal langsung ke tangannya sendiri dan menghirup uapnya selama konferensi pers pada tahun 1924. Keberanian yang tampak ini meyakinkan banyak orang. Industri otomotif pun dengan cepat mengadopsi aditif tersebut, dan selama beberapa dekade digunakan di kendaraan di seluruh dunia. Bensin berisi timbal menjadi standar global.

Namun, yang tidak bisa diprediksi Midgley adalah keracunan diam-diam yang menyebar melalui udara, tanah, dan rantai makanan. Jutaan orang, terutama anak-anak usia berkembang, terpapar konsentrasi tinggi timbal. Studi kemudian mengungkapkan bahwa logam ini secara serius mempengaruhi perkembangan kognitif, menyebabkan masalah neurologis, dan merusak generasi yang tak terhitung jumlahnya secara irreversibel. Baru pada tahun 1996 Amerika Serikat akhirnya melarang bensin berisi timbal, dan negara lain membutuhkan waktu lebih lama untuk mengadopsi langkah serupa.

Dari Polio ke Freon: Perjuangan Kedua Midgley Melawan Alam

Kehidupan Thomas Midgley berubah drastis ketika ia terserang polio, penyakit virus yang menyebabkan sebagian paralysis. Terkurung di tempat tidur dan berjuang melawan kelumpuhan, Midgley mengarahkan kecerdasannya ke proyek baru: menciptakan refrigeran yang aman dan tidak mudah terbakar yang akan merevolusi pendinginan rumah tangga dan industri.

Jawabannya adalah Freon, sebuah klorofluorokarbon (CFC) yang tampaknya solusi sempurna. Freon stabil secara kimia, tidak beracun seperti timbal, dan sangat efektif. Ia dengan cepat menjadi standar industri pendingin dan AC, digunakan dalam kulkas, AC, aerosol, dan sistem pendinginan industri di seluruh dunia. Penemuan ini dipuji sebagai tonggak kimia modern.

Namun, lagi-lagi, masa depan mengungkapkan kebenaran yang mengganggu. Pada tahun 1970-an, para ilmuwan menemukan bahwa Freon dan CFC lain, ketika dilepaskan ke atmosfer, naik ke stratosfer di mana mereka dipecah oleh radiasi ultraviolet. Atom klorin yang dilepaskan dalam proses ini secara terus-menerus menyerang molekul ozon, menciptakan lubang yang semakin besar di lapisan pelindung ini. Akibatnya: planet ini terpapar radiasi ultraviolet yang berbahaya.

Siklus Larangan: Dari 1987 ke 1996 dan Pelajaran Globalnya

Komunitas ilmiah internasional bereaksi dengan keprihatinan terhadap penemuan ancaman terhadap lapisan ozon. Pada tahun 1987, ditandatangani Protokol Montreal, sebuah perjanjian lingkungan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang menetapkan penghapusan bertahap semua CFC. Ini adalah momen penting dalam sejarah lingkungan: untuk pertama kalinya, sebagian besar negara di dunia bersatu untuk melarang zat kimia yang banyak digunakan demi kesejahteraan bersama.

Secara bersamaan, komunitas ilmiah juga berhasil mengumpulkan bukti tentang kerusakan bensin berisi timbal. Larangan di Amerika Serikat datang pada tahun 1996, sembilan tahun setelah Protokol Montreal. Meski lapisan ozon kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan perlahan—para ilmuwan memperkirakan akan pulih sepenuhnya sekitar tahun 2070—kerusakan sudah terjadi. Ekosistem laut dan darat masih menderita akibat paparan radiasi ultraviolet yang meningkat selama puluhan tahun.

Terjebak oleh Karya Sendiri: Tragedi Terakhir

Kehidupan Thomas Midgley Jr. berakhir dengan cara yang ironi sekaligus dramatis. Pada tahun 1944, setelah bertahun-tahun berjuang melawan paralysis akibat polio, ia merancang sistem katrol yang dirancang untuk membantunya bangkit dari tempat tidur. Dalam sebuah takdir tragis, dalam salah satu percobaan tersebut ia terjebak dalam tali pengikat dari ciptaannya sendiri. Sistem yang dirancang untuk membebaskannya justru menjeratnya, mengakhiri hidupnya di usia 55 tahun.

Kematian Midgley menawarkan metafora yang mengganggu tentang warisannya. Seperti terjebak dalam mekanisme sendiri, planet ini terjerat dalam konsekuensi tak terduga dari dua penemuan besar yang ia ciptakan. Kisahnya melampaui biografi pribadi dan menjadi pelajaran penting tentang tanggung jawab ilmiah, pentingnya penelitian jangka panjang terhadap dampak lingkungan, dan perlunya mempertanyakan bahkan inovasi yang tampaknya solusi sempurna saat itu. Midgley bukanlah penjahat, melainkan penemu cerdas yang tanpa niat jahat, berkontribusi pada dua bencana lingkungan terbesar abad ke-20.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский язык
  • Français
  • Deutsch
  • Português (Portugal)
  • ภาษาไทย
  • Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)