Pasar kripto baru saja menyaksikan pergerakan dramatis yang menulis ulang catatan sejarah. Setelah Bitcoin jatuh di bawah batas $100.000 pada perdagangan AS malam hari, lanskap pasar berubah secara drastis selama jam-jam awal Asia pada hari Kamis. Awalnya sebagai penjualan terkoordinasi, pergerakan ini berkembang menjadi pemulihan teknikal yang tajam, dengan beberapa altcoin kini mencatat kenaikan tak terduga yang menandakan dinamika pasar yang lebih dalam sedang berlangsung.
Di balik pembalikan rekor crypto ini terdapat satu momen penting: komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang pembatasan kepemilikan Bitcoin. Dalam konferensi pers setelah FOMC, Powell menyatakan bahwa regulasi saat ini mencegah Fed memegang Bitcoin—sebagai tanggapan langsung terhadap janji kampanye Presiden terpilih Donald Trump untuk membangun cadangan Bitcoin strategis. “Itu hal yang harus dipertimbangkan oleh Kongres, tetapi kami tidak mencari perubahan undang-undang,” kata Powell, langsung mengirimkan gelombang kejut ke seluruh meja perdagangan di seluruh dunia.
Rangkaian Likuidasi yang Mengguncang Rekor Crypto
Aksi harga awalnya sangat brutal. BTC langsung turun 3% setelah komentar Powell, memicu apa yang analis sebut sebagai peristiwa likuidasi rekor crypto. Menurut data CoinGlass, lebih dari $700 juta taruhan bullish dilikuidasi secara paksa di berbagai kontrak berjangka utama—angka yang sangat tinggi dan menunjukkan kepanikan yang memicu margin call.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. XRP, Dogecoin (DOGE), dan Solana (SOL) awalnya jatuh hingga 5,5%, sementara Ethereum (ETH) dan BNB masing-masing turun 2,5%. Chainlink (LINK) mengalami penurunan terburuk dengan 10%, menghapus keuntungan dari awal minggu ketika World Liberty Financial—yang didukung oleh sekutu Trump—membeli token senilai $2 juta. Pola ini mengungkapkan sesuatu yang penting: altcoin dan token meme berjangka yang lebih kecil mengalami kerugian yang jauh lebih besar dibandingkan cryptocurrency utama, menunjukkan posisi retail yang terlalu leverage dalam aset berisiko.
Mengurai Likuidasi $700J: Mengapa Ukuran Penting
Memahami peristiwa likuidasi rekor crypto ini memerlukan pemahaman tentang apa yang terjadi saat leverage dilepaskan. Likuidasi terjadi ketika sebuah bursa secara paksa menutup posisi leverage trader karena pelanggaran margin. Likuidasi skala besar seperti peristiwa $700 juta ini sering menandakan ekstrem pasar—baik kepanikan penjualan yang tidak rasional maupun pembelian paksa dari sistem otomatis. Dalam kasus ini, rangkaian tersebut menunjukkan bahwa posisi panjang leverage telah memenuhi pasar altcoin yang mengharapkan kenaikan berkelanjutan, membuat mereka rentan terhadap pembalikan mendadak.
Nick Ruck, direktur di LVRG Research, mengatakan kepada CoinDesk bahwa komentar Powell mungkin menandai puncak rekor crypto lokal untuk reli saat ini: “Pasar crypto mungkin telah mencapai puncaknya jika cadangan Bitcoin strategis AS tidak lagi berperan, karena janji ini membantu mendorong reli beberapa bulan terakhir ke rekor tertinggi baru. Meskipun pemotongan suku bunga biasanya akan memberikan reaksi bullish karena sudah diperkirakan, pasar bereaksi keras setelah Ketua Fed Jerome Powell menyatakan bahwa inflasi akan menjadi masalah yang berkelanjutan sepanjang tahun depan.”
Pemantulan Teknis dan Level Resistensi yang Perlu Diperhatikan
Di sinilah cerita rekor crypto mulai berbalik. Dalam beberapa jam, Bitcoin melakukan short squeeze tajam yang menghidupkan kembali seluruh kompleks altcoin. Pada awal malam Kamis, BTC kembali mendekati wilayah $68.500—jauh di atas titik terendahnya—sementara altcoin melakukan pemulihan terkoordinasi:
Ethereum (ETH): +8,35%
Cardano (ADA): +10,80%
Solana (SOL): +6,75%
Dogecoin (DOGE): +8,15%
Chainlink (LINK): +8,82%
Ripple (XRP): +5,62%
BNB: +5,47%
Pemantulan teknikal yang tajam ini tampaknya didorong terutama oleh penutupan posisi short leverage dan likuiditas yang tipis, bukan oleh katalis fundamental baru. Joel Kruger dari LMAX Group memperingatkan bahwa daya tahan rebound ini masih diragukan: pergerakan ini mewakili trader yang terlalu leverage menutup posisi, bukan aliran modal yang didorong oleh keyakinan.
Yang penting, trader di QCP Capital yang berbasis di Singapura tetap optimis terhadap rekor crypto jangka panjang: “Jangan sampai keluar dari posisi Anda jika terjadi penurunan. Dengan 2025 diperkirakan akan menjadi tahun yang berpotensi bullish untuk crypto, terutama dengan Trump di kantor, tetap bertahan mungkin akan menguntungkan,” kata perusahaan tersebut. Joshua Lim dari FalconX mengamati bahwa beberapa dana secara oportunistik berputar ke altcoin volatil dan opsi selama masa kelemahan ini, menunjukkan perilaku bottom-fishing yang selektif.
Agar Bitcoin menandai kelanjutan tren kenaikan struktural, level resistensi utama di sekitar $72.000 dan $78.000 harus ditembus secara berkelanjutan. Gagal bertahan di atas level ini akan menunjukkan bahwa pemulihan ini hanyalah taktis, bukan awal dari gelombang reli rekor crypto yang baru.
Garis Pembatas: Kasus Bullish vs. Ketidakpastian yang Meningkat
Cerita rekor crypto kini bergantung pada kekuatan mana yang lebih dominan: kebijakan ramah crypto dari pemerintahan Trump (yang mendorong reli menuju rekor tertinggi baru) atau kekhawatiran inflasi yang terus-menerus yang dapat menunda pemotongan suku bunga Federal Reserve. Komentar regulasi Powell tentang kepemilikan Bitcoin telah memperkenalkan variabel tak terduga ke dalam apa yang sebelumnya diasumsikan sebagai angin politik yang sederhana.
Peristiwa likuidasi itu sendiri memberi sinyal campuran. Ya, $700 juta dalam penutupan paksa adalah jumlah yang besar. Tapi rebound tajam berikutnya menunjukkan bahwa ini adalah capitulation (penyerahan diri) yang bersih, bukan pembalikan dari struktur bullish yang mendasarinya. Jika benar demikian, rekor crypto berikutnya bisa ditulis lebih tinggi—asalkan Bitcoin tetap di atas level teknikal utama dan hambatan makro tidak semakin memburuk.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Rekor Crypto Melonjak: Bagaimana Kebijakan Fed Memicu $700M dalam Likuidasi dan Memicu Rally Altcoin
Pasar kripto baru saja menyaksikan pergerakan dramatis yang menulis ulang catatan sejarah. Setelah Bitcoin jatuh di bawah batas $100.000 pada perdagangan AS malam hari, lanskap pasar berubah secara drastis selama jam-jam awal Asia pada hari Kamis. Awalnya sebagai penjualan terkoordinasi, pergerakan ini berkembang menjadi pemulihan teknikal yang tajam, dengan beberapa altcoin kini mencatat kenaikan tak terduga yang menandakan dinamika pasar yang lebih dalam sedang berlangsung.
Di balik pembalikan rekor crypto ini terdapat satu momen penting: komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang pembatasan kepemilikan Bitcoin. Dalam konferensi pers setelah FOMC, Powell menyatakan bahwa regulasi saat ini mencegah Fed memegang Bitcoin—sebagai tanggapan langsung terhadap janji kampanye Presiden terpilih Donald Trump untuk membangun cadangan Bitcoin strategis. “Itu hal yang harus dipertimbangkan oleh Kongres, tetapi kami tidak mencari perubahan undang-undang,” kata Powell, langsung mengirimkan gelombang kejut ke seluruh meja perdagangan di seluruh dunia.
Rangkaian Likuidasi yang Mengguncang Rekor Crypto
Aksi harga awalnya sangat brutal. BTC langsung turun 3% setelah komentar Powell, memicu apa yang analis sebut sebagai peristiwa likuidasi rekor crypto. Menurut data CoinGlass, lebih dari $700 juta taruhan bullish dilikuidasi secara paksa di berbagai kontrak berjangka utama—angka yang sangat tinggi dan menunjukkan kepanikan yang memicu margin call.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. XRP, Dogecoin (DOGE), dan Solana (SOL) awalnya jatuh hingga 5,5%, sementara Ethereum (ETH) dan BNB masing-masing turun 2,5%. Chainlink (LINK) mengalami penurunan terburuk dengan 10%, menghapus keuntungan dari awal minggu ketika World Liberty Financial—yang didukung oleh sekutu Trump—membeli token senilai $2 juta. Pola ini mengungkapkan sesuatu yang penting: altcoin dan token meme berjangka yang lebih kecil mengalami kerugian yang jauh lebih besar dibandingkan cryptocurrency utama, menunjukkan posisi retail yang terlalu leverage dalam aset berisiko.
Mengurai Likuidasi $700J: Mengapa Ukuran Penting
Memahami peristiwa likuidasi rekor crypto ini memerlukan pemahaman tentang apa yang terjadi saat leverage dilepaskan. Likuidasi terjadi ketika sebuah bursa secara paksa menutup posisi leverage trader karena pelanggaran margin. Likuidasi skala besar seperti peristiwa $700 juta ini sering menandakan ekstrem pasar—baik kepanikan penjualan yang tidak rasional maupun pembelian paksa dari sistem otomatis. Dalam kasus ini, rangkaian tersebut menunjukkan bahwa posisi panjang leverage telah memenuhi pasar altcoin yang mengharapkan kenaikan berkelanjutan, membuat mereka rentan terhadap pembalikan mendadak.
Nick Ruck, direktur di LVRG Research, mengatakan kepada CoinDesk bahwa komentar Powell mungkin menandai puncak rekor crypto lokal untuk reli saat ini: “Pasar crypto mungkin telah mencapai puncaknya jika cadangan Bitcoin strategis AS tidak lagi berperan, karena janji ini membantu mendorong reli beberapa bulan terakhir ke rekor tertinggi baru. Meskipun pemotongan suku bunga biasanya akan memberikan reaksi bullish karena sudah diperkirakan, pasar bereaksi keras setelah Ketua Fed Jerome Powell menyatakan bahwa inflasi akan menjadi masalah yang berkelanjutan sepanjang tahun depan.”
Pemantulan Teknis dan Level Resistensi yang Perlu Diperhatikan
Di sinilah cerita rekor crypto mulai berbalik. Dalam beberapa jam, Bitcoin melakukan short squeeze tajam yang menghidupkan kembali seluruh kompleks altcoin. Pada awal malam Kamis, BTC kembali mendekati wilayah $68.500—jauh di atas titik terendahnya—sementara altcoin melakukan pemulihan terkoordinasi:
Pemantulan teknikal yang tajam ini tampaknya didorong terutama oleh penutupan posisi short leverage dan likuiditas yang tipis, bukan oleh katalis fundamental baru. Joel Kruger dari LMAX Group memperingatkan bahwa daya tahan rebound ini masih diragukan: pergerakan ini mewakili trader yang terlalu leverage menutup posisi, bukan aliran modal yang didorong oleh keyakinan.
Yang penting, trader di QCP Capital yang berbasis di Singapura tetap optimis terhadap rekor crypto jangka panjang: “Jangan sampai keluar dari posisi Anda jika terjadi penurunan. Dengan 2025 diperkirakan akan menjadi tahun yang berpotensi bullish untuk crypto, terutama dengan Trump di kantor, tetap bertahan mungkin akan menguntungkan,” kata perusahaan tersebut. Joshua Lim dari FalconX mengamati bahwa beberapa dana secara oportunistik berputar ke altcoin volatil dan opsi selama masa kelemahan ini, menunjukkan perilaku bottom-fishing yang selektif.
Agar Bitcoin menandai kelanjutan tren kenaikan struktural, level resistensi utama di sekitar $72.000 dan $78.000 harus ditembus secara berkelanjutan. Gagal bertahan di atas level ini akan menunjukkan bahwa pemulihan ini hanyalah taktis, bukan awal dari gelombang reli rekor crypto yang baru.
Garis Pembatas: Kasus Bullish vs. Ketidakpastian yang Meningkat
Cerita rekor crypto kini bergantung pada kekuatan mana yang lebih dominan: kebijakan ramah crypto dari pemerintahan Trump (yang mendorong reli menuju rekor tertinggi baru) atau kekhawatiran inflasi yang terus-menerus yang dapat menunda pemotongan suku bunga Federal Reserve. Komentar regulasi Powell tentang kepemilikan Bitcoin telah memperkenalkan variabel tak terduga ke dalam apa yang sebelumnya diasumsikan sebagai angin politik yang sederhana.
Peristiwa likuidasi itu sendiri memberi sinyal campuran. Ya, $700 juta dalam penutupan paksa adalah jumlah yang besar. Tapi rebound tajam berikutnya menunjukkan bahwa ini adalah capitulation (penyerahan diri) yang bersih, bukan pembalikan dari struktur bullish yang mendasarinya. Jika benar demikian, rekor crypto berikutnya bisa ditulis lebih tinggi—asalkan Bitcoin tetap di atas level teknikal utama dan hambatan makro tidak semakin memburuk.