Pertanyaan apakah harga perak akan terus naik pada tahun 2026 tidak bisa dijawab secara umum. Pada Januari 2026, perak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di 121,62 USD per ons sebelum jatuh lebih dari 30% dalam sekitar 30 jam—penurunan harian terburuk sejak 1980. Volatilitas ekstrem ini menunjukkan bahwa pasar perak sedang berada dalam fase ketidakpastian, di mana potensi kenaikan yang signifikan sekaligus risiko penurunan yang besar saling berhadapan. Jawaban tergantung pada beberapa faktor yang saling terkait, yang akan kami analisis berikut ini.
Harga Perak Februari 2026: Antara Rekor dan Kejatuhan
Awal Februari 2026, harga perak sekitar 84 USD per ons—jauh di bawah puncak Januari, tetapi masih jauh di atas level tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menegaskan masalah utama pasar saat ini: para pelaku pasar sangat berbeda pendapat tentang arah masa depan.
Di satu sisi, ada argumen kuat untuk kenaikan harga: Permintaan global terhadap perak sudah melebihi pasokan selama enam tahun berturut-turut. Defisit pasokan kumulatif sejak 2021 hampir mencapai 820 juta ons. Pada saat yang sama, produksi tambang tetap sekitar 813 juta ons per tahun hampir tidak berubah, karena sekitar 75% perak dihasilkan sebagai produk sampingan dari logam mulia lain, sehingga tidak bisa dengan mudah disesuaikan dengan kenaikan harga.
Di sisi lain, ada ekspektasi bahwa dolar AS akan menguat lebih tajam di bawah kepemimpinan baru bank sentral. Kepala Fed Kevin Warsh diperkirakan mendukung suku bunga lebih tinggi dan menentang kebijakan moneter ekspansif—tepat inilah yang menyebabkan penurunan harga dramatis akhir Januari. Dolar yang kuat membuat perak menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional dan menekan permintaan global.
Mengapa Harga Perak 2026 Sangat Volatil
Volatilitas tak tertandingi di pasar perak 2026 disebabkan oleh interaksi beberapa faktor:
Ketidakpastian geopolitik: Kebijakan tarif AS di bawah Donald Trump terus menciptakan impuls pasar baru. Kadang meningkatkan permintaan komoditas sebagai lindung nilai inflasi, kadang menekan pertumbuhan ekonomi.
Dinamika mata uang: Pergerakan dolar AS saat ini mendominasi pergerakan harga jangka pendek. Saat dolar melemah, perak didukung; setiap pengumuman kebijakan moneter yang lebih ketat langsung memicu penjualan.
Kekuatan pasar struktural: Permintaan fisik dari Asia—terutama Hong Kong dan Tiongkok Selatan—semakin meningkat, di mana batangan perak terkadang habis dalam beberapa jam. Pembeli melihat perak sebagai alternatif yang lebih murah dibandingkan emas yang secara historis mahal.
Perubahan regulasi: Seperti yang ditunjukkan oleh Dodd-Frank Act setelah 2011, perubahan regulasi dapat secara fundamental mengubah perilaku pasar.
Defisit Pasokan Struktural sebagai Penggerak Harga Perak
Inti dari teori bullish harga perak adalah defisit pasar yang bersifat struktural. Silver Institute, organisasi industri terkemuka, mencatat bahwa pasar perak sudah mengalami defisit selama lima tahun berturut-turut hingga 2025. Para ahli juga memperkirakan bahwa tahun 2026 akan kembali mencatatkan neraca negatif.
Defisit ini bukan siklikal, melainkan bersifat struktural. Produksi tambang tidak bisa dengan mudah ditingkatkan karena sebagian besar cadangan perak hanya dihasilkan sebagai produk sampingan dari penambangan emas, seng, dan tembaga. Perusahaan tambang tidak akan membuka tambang seng baru hanya karena harga perak naik. Pada saat yang sama, permintaan dari sektor baru terus meningkat:
Energi surya: Perak sangat penting untuk panel surya berefisiensi tinggi
Kendaraan listrik: Setiap EV membutuhkan jauh lebih banyak perak dibanding kendaraan konvensional
Infrastruktur AI: Data center dan server menggunakan jumlah besar perak
Aplikasi medis: Sifat antibakteri mendorong permintaan
Perkembangan ini menurut Silver Institute akan terus berlanjut hingga 2030.
Pendapat Ahli: Apakah Harga Perak Akan Naik atau Turun?
Para analis terbagi:
Skema bullish:
Citigroup memproyeksikan perak mencapai 150 USD dalam tiga bulan ke depan dan menyebutnya sebagai “Emas dengan kekuatan steroid”
Optimis jangka panjang (Benzinga) memperkirakan harga tahunan rata-rata 70 USD (2026), 102 USD (2027), 148 USD (2028), hingga 307 USD (2030)
Mengikuti teori defisit struktural, level tertinggi baru bisa jadi realistis
Skema bearish:
Marko Kolanovic, mantan Kepala Strategi di JP Morgan, memperkirakan hanya 50 USD untuk 2026
Goldman Sachs tetap memperkirakan volatilitas ekstrem tanpa arah pasti
Investing Haven memproyeksikan hanya 82 USD untuk 2030—jauh di bawah level saat ini
Dolar yang stabil atau menguat bisa membatalkan skenario bullish
Rentang antara 50 USD dan 150 USD menunjukkan pasar sangat terpolarisasi.
Pararel Sejarah: Apa yang Diajarkan Perkembangan Harga Perak
Sejarah harga perak memberikan pelajaran penting:
Skandal Hunt 1980: Manipulasi pasar gagal
Saudara Nelson Bunker Hunt dan William Herbert Hunt berusaha menguasai pasar perak dunia pada akhir 1970-an. Mereka mendorong harga hingga Januari 1980 mencapai 48,70 USD—rekor saat itu. Tapi rencana mereka gagal: Regulasi menghentikan manipulasi, dan mereka harus menjual dengan kerugian besar. Pelajaran: Bahkan monopoli yang tampaknya tak terkalahkan pun bisa gagal karena regulasi dan kekuatan pasar.
JPMorgan dan Dodd-Frank 2011: Regulasi mengubah pasar
Pada 2010-2011, JPMorgan dituduh memanipulasi harga melalui posisi besar di pasar futures perak. Regulasi melalui Dodd-Frank memperketat pengawasan. Meski ini meningkatkan volatilitas jangka pendek, juga meningkatkan transparansi pasar.
2025-2026: Rally besar perak
Setelah puluhan tahun stagnasi di kisaran 20-35 USD, perak menembus rekor tertinggi lama di 49,95 USD (berusia 45 tahun!) dan mengakhiri tahun dengan kenaikan 147%. Januari 2026 mempercepat kenaikan ini dengan tambahan +70%, sebelum nominasi Fed membalikkan keadaan. Rally ini didorong oleh:
Kekhawatiran inflasi dan ekspektasi depresiasi mata uang
Permintaan fisik kuat dari Asia
Ketegangan geopolitik
Kekurangan pasokan struktural
Risiko Investasi Perak: Apa yang Harus Diperhatikan Investor
Sebelum berinvestasi di perak, pertimbangkan risiko berikut secara realistis:
Risiko suku bunga: Perak tidak memberikan bunga. Dalam lingkungan suku bunga naik, daya tariknya berkurang dibandingkan instrumen berpendapatan tetap.
Risiko mata uang: Dolar AS semakin menentukan arah harga jangka pendek. Dolar yang menguat adalah beban struktural.
Risiko likuiditas fisik: Penjualan fisik bisa memakan waktu dan biaya tinggi.
Risiko leverage dari derivatif: CFD dan futures bisa menyebabkan kerugian total jika pasar bergerak berlawanan posisi.
Risiko gelembung: Bank of America memperingatkan adanya dinamika “gelembung” di pasar saat ini. Rally dengan kecepatan ini seringkali tidak berkelanjutan.
Investasi Perak di Masa Tidak Pasti: Pilihan yang Tersedia
Jika Anda tetap ingin berinvestasi di perak, berikut beberapa opsi:
1. Perak fisik: Koin dan batangan menawarkan kepemilikan langsung, tetapi membutuhkan penyimpanan aman. American Silver Eagles dan batangan bersertifikat bisa diperdagangkan, tetapi dengan spread.
2. Saham tambang perak: Perusahaan seperti Pan American Silver atau First Majestic Silver menawarkan leverage. Tapi, masalah operasional bisa menekan harga saham terlepas dari harga perak.
3. ETF: iShares Silver Trust (SLV) atau Sprott Physical Silver Trust (PSLV) menawarkan eksposur yang mudah dan terdiversifikasi. Biaya mengurangi hasil.
4. Perusahaan streaming: Wheaton Precious Metals dan Franco-Nevada menawarkan risiko operasional yang lebih rendah dengan biaya tambang yang lebih rendah.
5. CFD dan futures: Memberikan leverage, tetapi sangat berisiko untuk pemula. Satu kesalahan bisa menyebabkan kerugian total.
Metode mana yang cocok tergantung pada toleransi risiko, horizon waktu, dan modal Anda.
Kesimpulan: Apakah Harga Perak Akan Naik?
Jawaban jujur: Tergantung.
Argumen untuk kenaikan harga perak: Defisit struktural, permintaan dari teknologi baru, kekurangan fisik, ketidakpastian geopolitik, dan kekhawatiran inflasi menciptakan potensi kenaikan fundamental. Pararel dengan skandal Hunt 1980 menunjukkan: di kondisi tertentu, harga komoditas bisa melonjak secara eksponensial.
Argumen untuk penurunan harga perak: Penguatan dolar AS, kenaikan suku bunga, regulasi (seperti 2011), dan peringatan Bank of America tentang dinamika “gelembung” bisa memicu koreksi.
Saran terbaik: Jangan anggap perak hanya sebagai permainan untung rugi, tetapi sebagai diversifikasi portofolio dengan perlindungan inflasi. Volatilitas saat ini menawarkan peluang sekaligus risiko besar. Sebaiknya konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum mengambil posisi besar.
Rasio risiko-imbalan 2026 di pasar perak jauh lebih volatil dibandingkan masa tenang—ini harus dipertimbangkan dalam setiap keputusan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apakah harga perak akan terus naik? Analisis setelah volatilitas ekstrem
Pertanyaan apakah harga perak akan terus naik pada tahun 2026 tidak bisa dijawab secara umum. Pada Januari 2026, perak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di 121,62 USD per ons sebelum jatuh lebih dari 30% dalam sekitar 30 jam—penurunan harian terburuk sejak 1980. Volatilitas ekstrem ini menunjukkan bahwa pasar perak sedang berada dalam fase ketidakpastian, di mana potensi kenaikan yang signifikan sekaligus risiko penurunan yang besar saling berhadapan. Jawaban tergantung pada beberapa faktor yang saling terkait, yang akan kami analisis berikut ini.
Harga Perak Februari 2026: Antara Rekor dan Kejatuhan
Awal Februari 2026, harga perak sekitar 84 USD per ons—jauh di bawah puncak Januari, tetapi masih jauh di atas level tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menegaskan masalah utama pasar saat ini: para pelaku pasar sangat berbeda pendapat tentang arah masa depan.
Di satu sisi, ada argumen kuat untuk kenaikan harga: Permintaan global terhadap perak sudah melebihi pasokan selama enam tahun berturut-turut. Defisit pasokan kumulatif sejak 2021 hampir mencapai 820 juta ons. Pada saat yang sama, produksi tambang tetap sekitar 813 juta ons per tahun hampir tidak berubah, karena sekitar 75% perak dihasilkan sebagai produk sampingan dari logam mulia lain, sehingga tidak bisa dengan mudah disesuaikan dengan kenaikan harga.
Di sisi lain, ada ekspektasi bahwa dolar AS akan menguat lebih tajam di bawah kepemimpinan baru bank sentral. Kepala Fed Kevin Warsh diperkirakan mendukung suku bunga lebih tinggi dan menentang kebijakan moneter ekspansif—tepat inilah yang menyebabkan penurunan harga dramatis akhir Januari. Dolar yang kuat membuat perak menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional dan menekan permintaan global.
Mengapa Harga Perak 2026 Sangat Volatil
Volatilitas tak tertandingi di pasar perak 2026 disebabkan oleh interaksi beberapa faktor:
Ketidakpastian geopolitik: Kebijakan tarif AS di bawah Donald Trump terus menciptakan impuls pasar baru. Kadang meningkatkan permintaan komoditas sebagai lindung nilai inflasi, kadang menekan pertumbuhan ekonomi.
Dinamika mata uang: Pergerakan dolar AS saat ini mendominasi pergerakan harga jangka pendek. Saat dolar melemah, perak didukung; setiap pengumuman kebijakan moneter yang lebih ketat langsung memicu penjualan.
Kekuatan pasar struktural: Permintaan fisik dari Asia—terutama Hong Kong dan Tiongkok Selatan—semakin meningkat, di mana batangan perak terkadang habis dalam beberapa jam. Pembeli melihat perak sebagai alternatif yang lebih murah dibandingkan emas yang secara historis mahal.
Perubahan regulasi: Seperti yang ditunjukkan oleh Dodd-Frank Act setelah 2011, perubahan regulasi dapat secara fundamental mengubah perilaku pasar.
Defisit Pasokan Struktural sebagai Penggerak Harga Perak
Inti dari teori bullish harga perak adalah defisit pasar yang bersifat struktural. Silver Institute, organisasi industri terkemuka, mencatat bahwa pasar perak sudah mengalami defisit selama lima tahun berturut-turut hingga 2025. Para ahli juga memperkirakan bahwa tahun 2026 akan kembali mencatatkan neraca negatif.
Defisit ini bukan siklikal, melainkan bersifat struktural. Produksi tambang tidak bisa dengan mudah ditingkatkan karena sebagian besar cadangan perak hanya dihasilkan sebagai produk sampingan dari penambangan emas, seng, dan tembaga. Perusahaan tambang tidak akan membuka tambang seng baru hanya karena harga perak naik. Pada saat yang sama, permintaan dari sektor baru terus meningkat:
Perkembangan ini menurut Silver Institute akan terus berlanjut hingga 2030.
Pendapat Ahli: Apakah Harga Perak Akan Naik atau Turun?
Para analis terbagi:
Skema bullish:
Skema bearish:
Rentang antara 50 USD dan 150 USD menunjukkan pasar sangat terpolarisasi.
Pararel Sejarah: Apa yang Diajarkan Perkembangan Harga Perak
Sejarah harga perak memberikan pelajaran penting:
Skandal Hunt 1980: Manipulasi pasar gagal
Saudara Nelson Bunker Hunt dan William Herbert Hunt berusaha menguasai pasar perak dunia pada akhir 1970-an. Mereka mendorong harga hingga Januari 1980 mencapai 48,70 USD—rekor saat itu. Tapi rencana mereka gagal: Regulasi menghentikan manipulasi, dan mereka harus menjual dengan kerugian besar. Pelajaran: Bahkan monopoli yang tampaknya tak terkalahkan pun bisa gagal karena regulasi dan kekuatan pasar.
JPMorgan dan Dodd-Frank 2011: Regulasi mengubah pasar
Pada 2010-2011, JPMorgan dituduh memanipulasi harga melalui posisi besar di pasar futures perak. Regulasi melalui Dodd-Frank memperketat pengawasan. Meski ini meningkatkan volatilitas jangka pendek, juga meningkatkan transparansi pasar.
2025-2026: Rally besar perak
Setelah puluhan tahun stagnasi di kisaran 20-35 USD, perak menembus rekor tertinggi lama di 49,95 USD (berusia 45 tahun!) dan mengakhiri tahun dengan kenaikan 147%. Januari 2026 mempercepat kenaikan ini dengan tambahan +70%, sebelum nominasi Fed membalikkan keadaan. Rally ini didorong oleh:
Risiko Investasi Perak: Apa yang Harus Diperhatikan Investor
Sebelum berinvestasi di perak, pertimbangkan risiko berikut secara realistis:
Risiko suku bunga: Perak tidak memberikan bunga. Dalam lingkungan suku bunga naik, daya tariknya berkurang dibandingkan instrumen berpendapatan tetap.
Risiko mata uang: Dolar AS semakin menentukan arah harga jangka pendek. Dolar yang menguat adalah beban struktural.
Risiko likuiditas fisik: Penjualan fisik bisa memakan waktu dan biaya tinggi.
Risiko leverage dari derivatif: CFD dan futures bisa menyebabkan kerugian total jika pasar bergerak berlawanan posisi.
Risiko gelembung: Bank of America memperingatkan adanya dinamika “gelembung” di pasar saat ini. Rally dengan kecepatan ini seringkali tidak berkelanjutan.
Investasi Perak di Masa Tidak Pasti: Pilihan yang Tersedia
Jika Anda tetap ingin berinvestasi di perak, berikut beberapa opsi:
1. Perak fisik: Koin dan batangan menawarkan kepemilikan langsung, tetapi membutuhkan penyimpanan aman. American Silver Eagles dan batangan bersertifikat bisa diperdagangkan, tetapi dengan spread.
2. Saham tambang perak: Perusahaan seperti Pan American Silver atau First Majestic Silver menawarkan leverage. Tapi, masalah operasional bisa menekan harga saham terlepas dari harga perak.
3. ETF: iShares Silver Trust (SLV) atau Sprott Physical Silver Trust (PSLV) menawarkan eksposur yang mudah dan terdiversifikasi. Biaya mengurangi hasil.
4. Perusahaan streaming: Wheaton Precious Metals dan Franco-Nevada menawarkan risiko operasional yang lebih rendah dengan biaya tambang yang lebih rendah.
5. CFD dan futures: Memberikan leverage, tetapi sangat berisiko untuk pemula. Satu kesalahan bisa menyebabkan kerugian total.
Metode mana yang cocok tergantung pada toleransi risiko, horizon waktu, dan modal Anda.
Kesimpulan: Apakah Harga Perak Akan Naik?
Jawaban jujur: Tergantung.
Argumen untuk kenaikan harga perak: Defisit struktural, permintaan dari teknologi baru, kekurangan fisik, ketidakpastian geopolitik, dan kekhawatiran inflasi menciptakan potensi kenaikan fundamental. Pararel dengan skandal Hunt 1980 menunjukkan: di kondisi tertentu, harga komoditas bisa melonjak secara eksponensial.
Argumen untuk penurunan harga perak: Penguatan dolar AS, kenaikan suku bunga, regulasi (seperti 2011), dan peringatan Bank of America tentang dinamika “gelembung” bisa memicu koreksi.
Saran terbaik: Jangan anggap perak hanya sebagai permainan untung rugi, tetapi sebagai diversifikasi portofolio dengan perlindungan inflasi. Volatilitas saat ini menawarkan peluang sekaligus risiko besar. Sebaiknya konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum mengambil posisi besar.
Rasio risiko-imbalan 2026 di pasar perak jauh lebih volatil dibandingkan masa tenang—ini harus dipertimbangkan dalam setiap keputusan.