Apa itu pasar internal? Melihat kekuatan beli dan jual saham dari prinsip transaksi

Banyak investor pemula saat membuka perangkat lunak pengamatan pasar sering merasa bingung dengan tumpukan data yang menumpuk. Selain informasi dasar seperti harga pembukaan, tertinggi, dan terendah, mereka juga akan melihat istilah-istilah profesional seperti “inner disk”, “outer disk”, dan “rasio inner-outer disk”. Sebenarnya, indikator-indikator yang tampak rumit ini semuanya menceritakan satu cerita sederhana—siapa yang lebih terburu-buru untuk melakukan transaksi di pasar. Menguasai apa arti dari inner disk dapat membantu Anda dengan cepat menilai arah dana jangka pendek, dan ini adalah langkah pertama menjadi ahli dalam membaca grafik pasar.

Bagaimana inner disk dan outer disk terbentuk? Menguasai logika transaksi aktif

Untuk benar-benar memahami arti dari inner disk, Anda harus terlebih dahulu memahami inti dari pertanyaan utama di pasar saham—“siapa yang secara aktif mendorong transaksi”. Sebelum terjadi transaksi, pasar memiliki dua jenis penawaran—penjual ingin menaikkan harga transaksi, menampilkan “harga jual” (offer jual); pembeli ingin menurunkan harga transaksi, menampilkan “harga beli” (offer beli). Perbedaan antara kedua harga ini disebut “selisih harga”.

Ketika harga saham bertransaksi pada harga offer beli, itu menunjukkan bahwa penjual bersedia menyesuaikan diri dengan harga yang ditawarkan pembeli, secara aktif mengakui harga yang lebih rendah dan langsung melakukan transaksi. Saat ini, transaksi tersebut dicatat sebagai inner disk, menandakan bahwa penjual lebih agresif dan ingin segera keluar dari pasar. Dari sudut pandang psikologis pasar, ini mencerminkan bahwa penjual khawatir harga akan terus turun, sehingga mereka lebih memilih untuk segera menjual dengan harga lebih rendah—ini adalah sinyal bearish.

Sebaliknya, jika harga saham bertransaksi pada harga offer jual, itu menunjukkan bahwa pembeli bersedia membayar lebih tinggi untuk menerima tawaran penjual. Transaksi ini dicatat sebagai outer disk, menandakan bahwa pembeli lebih aktif dan bersedia masuk pasar secara agresif. Biasanya, ini menandakan bahwa pembeli optimis terhadap prospek pasar, memperkirakan harga akan terus naik, dan ini adalah sinyal bullish.

Sebagai contoh, mari kita lihat situasi harga di TSMC:

  • Offer beli (bid) adalah 1160 yuan / 1415 lot (ada 1415 lot yang ingin membeli di harga 1160 yuan)
  • Offer jual (ask) adalah 1165 yuan / 281 lot (ada 281 lot yang ingin menjual di harga 1165 yuan)

Jika seorang investor ingin langsung menjual 50 lot saham, dia akan langsung mengeksekusi jual di harga 1160 yuan (harga bid terdekat). Karena penjual secara aktif menyesuaikan diri dengan harga pembeli, 50 lot ini masuk ke dalam inner disk. Sebaliknya, jika investor ingin langsung membeli 30 lot, dan langsung mengeksekusi di harga 1165 yuan, karena pembeli bersedia membayar lebih tinggi, 30 lot ini masuk ke dalam outer disk.

Rahasia di balik lima tingkat harga (five-level quotes)

Banyak investor Taiwan saat membuka aplikasi broker langsung melihat tampilan lima tingkat harga, tetapi tidak banyak yang benar-benar memahami maknanya. Lima tingkat harga ini terdiri dari kombinasi inner dan outer disk, yang menunjukkan lima harga beli tertinggi dan lima harga jual terendah secara real-time, beserta jumlah lot yang terikat pada setiap harga. Tampilan ini sebenarnya adalah peta kebutuhan pasar yang dinamis.

Di sebelah kiri adalah beli lima tingkat (biasanya berwarna hijau), menampilkan lima tawaran beli tertinggi—menggambarkan harga yang bersedia dibayar pembeli dari yang tertinggi ke terendah. Di sebelah kanan adalah jual lima tingkat (biasanya berwarna merah), menampilkan lima tawaran jual terendah—menggambarkan harga yang bersedia diterima penjual dari yang terendah ke tertinggi.

Sebagai contoh, tampilan menunjukkan:

  • Beli satu (bid 1): “203,5 yuan / 971 lot”—artinya saat ini, pembeli paling agresif bersedia membeli di harga 203,5 yuan, dengan 971 lot menunggu eksekusi.
  • Jual satu (ask 1): “204,0 yuan / 350 lot”—penjual paling agresif bersedia menjual di harga 204,0 yuan, dengan 350 lot menunggu.

Selisih harga antara ask dan bid ini disebut “spread” atau selisih harga beli dan jual.

Perlu diingat bahwa semua data lima tingkat harga ini adalah order yang belum dieksekusi—alias order tertunda. Order ini bisa dibatalkan kapan saja oleh investor, sehingga data ini bersifat dinamis dan terus berubah. Ini bukan jumlah transaksi final yang akan terjadi.

Cara menggunakan rasio inner disk untuk menilai kekuatan beli dan jual secara praktis

Investor jangka pendek paling peduli adalah volume transaksi utama yang terjadi di inner disk atau outer disk. Rasio inner-outer disk digunakan untuk menunjukkan kekuatan pasar—dengan rumus sederhana:

Rasio inner-outer disk = volume inner disk ÷ volume outer disk

Dengan rasio ini, Anda dapat dengan cepat menilai kekuatan beli dan jual di pasar:

  • Rasio > 1: Volume inner disk lebih besar dari outer disk, menunjukkan sentimen pasar cenderung bearish, penjual sedang terburu-buru menjual, sinyal cenderung lemah dan turun.
  • Rasio < 1: Volume inner disk lebih kecil dari outer disk, menunjukkan sentimen pasar bullish, pembeli sedang agresif membeli, sinyal cenderung menguat dan naik.
  • Rasio = 1: Kekuatan beli dan jual seimbang, pasar sedang sideways atau konsolidasi, arah selanjutnya belum pasti dan perlu menunggu sinyal yang lebih jelas.

Namun, rasio inner-outer disk saja tidak cukup untuk memprediksi apakah harga akan naik atau turun. Yang penting adalah menggabungkan rasio ini dengan perubahan harga, volume transaksi, dan struktur order book untuk analisis komprehensif.

Lima sinyal peringatan utama dari manipulasi inner disk oleh pelaku pasar

Dalam praktik nyata, pelaku pasar sering memanipulasi data inner dan outer disk untuk menyesatkan investor ritel—ini adalah jebakan yang paling umum bagi pemula. Memahami teknik ini dapat membantu Anda menghindari menjadi “pemain yang dipermainkan” (catching the bag).

Sinyal peringatan 1: Mengelabuhi dengan “menggoda” pasar bullish palsu
Ketika outer disk jauh lebih besar dari inner disk, terlihat bahwa pembeli dominan, tetapi harga tidak naik-naik dan malah bergerak sideways. Volume transaksi juga tidak stabil dan sering berubah-ubah. Ini bisa jadi pelaku pasar menaruh banyak order jual di posisi jual satu sampai tiga, pura-pura ingin menjual, menarik perhatian investor ritel untuk membeli. Padahal, pelaku pasar diam-diam sedang menjual secara diam-diam, dan tiba-tiba harga jatuh mendadak.

Sinyal peringatan 2: Mengelabuhi dengan “menggoda” pasar bearish palsu
Sebaliknya, jika inner disk lebih besar dari outer disk, tampak bahwa penjual dominan, tetapi harga tidak turun dan malah sedikit menguat. Volume juga tidak stabil. Ini bisa jadi pelaku pasar menaruh banyak order beli di posisi beli satu sampai tiga, menciptakan ilusi “ada yang ingin membeli”, lalu mengajak investor ritel untuk menjual. Setelah semua investor keluar, pelaku menarik order dan mengakumulasi saham, lalu harga kembali naik.

Sinyal peringatan 3: Perbedaan besar antara order book dan volume transaksi
Jika Anda melihat di order book banyak order tertulis, tetapi volume transaksi sangat kecil, ini biasanya adalah upaya pelaku pasar menciptakan “kekuatan beli palsu” atau “tekanan jual palsu” untuk mempengaruhi persepsi investor.

Sinyal peringatan 4: Fenomena pembatalan order secara cepat
Jika Anda melihat order di suatu harga tiba-tiba menghilang secara mendadak, ini menunjukkan adanya upaya menciptakan sinyal pasar palsu yang kemudian dibatalkan dengan cepat—ciri khas manipulasi pasar oleh pelaku utama.

Sinyal peringatan 5: Rasio inner-outer disk dan pergerakan harga yang berlawanan
Misalnya, inner disk jauh lebih besar dari outer disk, tetapi harga terus naik; atau outer disk lebih besar dari inner disk, tetapi harga terus turun. Ketidaksesuaian ini menunjukkan bahwa data inner dan outer disk bisa saja dimanipulasi, atau ada faktor lain seperti berita positif besar, perubahan fundamental, yang mempengaruhi harga.

Strategi trading menggabungkan analisis inner disk dengan level support dan resistance

Analisis teknikal tidak hanya bergantung pada rasio inner-outer disk, tetapi juga harus menggabungkan konsep area support dan area resistance. Dua konsep ini adalah kunci untuk menentukan kapan saatnya masuk dan keluar pasar.

Pembentukan area support dan kaitannya dengan inner disk:
Meskipun inner disk lebih besar dari outer disk menandakan tekanan jual yang lebih besar, ketika harga saham turun ke level tertentu dan tidak turun lagi, ini menunjukkan banyak investor menganggap harga tersebut sudah cukup murah dan bersedia membeli di level tersebut. Ini membentuk area support. Pembeli yang masuk di level ini berharap harga akan rebound dan naik kembali. Jika inner disk dan area support ini muncul bersamaan, meskipun ada tekanan jual, kekuatan beli juga cukup kuat, ini peluang untuk melakukan posisi long.

Pembentukan area resistance dan kaitannya dengan outer disk:
Jika outer disk lebih besar dari inner disk, menunjukkan kekuatan beli yang besar, tetapi harga tidak mampu menembus level tertentu, ini disebut area resistance. Biasanya, area ini adalah level di mana investor yang membeli di puncak harga tidak mau rugi dan ingin keluar, sehingga mereka menjual di level tersebut. Semakin besar tekanan jual di area ini, semakin sulit harga untuk naik melewati level tersebut. Jika harga mendekati resistance, dan volume jual besar, ini adalah sinyal bahwa tren naik mungkin akan berhenti dan berbalik turun.

Saran trading praktis:

  • Saat harga berada di area support, lakukan trading swing: beli saat mendekati support, jual saat mendekati resistance
  • Saat harga mendekati resistance, pertimbangkan untuk membuka posisi short (jual), dan saat harga kembali ke support, lakukan posisi long
  • Jika harga menembus support atau resistance secara signifikan, ini menandakan perubahan kekuatan pasar yang besar

Ketika support ditembus atau resistance ditembus, biasanya menandai awal tren baru yang berkelanjutan. Harga tidak akan bergerak searah tanpa henti, melainkan akan terus bergerak ke arah support atau resistance berikutnya. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan strategi dan mengikuti tren yang sedang berlangsung, bukan melawan arus.

Kelebihan dan kekurangan indikator inner disk

Indikator inner disk bukanlah alat yang sempurna. Memahami keunggulan dan kelemahannya dapat membantu Anda menggunakannya secara lebih rasional.

Kelebihan indikator inner disk:

  • Reaktif dan real-time—Data inner disk diperbarui secara langsung bersamaan dengan transaksi, mampu mencerminkan aktifitas pembeli dan penjual secara cepat tanpa delay.
  • Mudah dipahami—Konsep inner disk sederhana dan mudah dipahami, cocok untuk pemula yang baru belajar analisis pasar.
  • Dukungan analisis order book—Dapat dikombinasikan dengan data order book dan volume transaksi untuk meningkatkan akurasi prediksi jangka pendek.

Kekurangan indikator inner disk:

  • Rentan manipulasi—Seperti yang sudah disebutkan, pelaku pasar dapat memanipulasi data inner dan outer disk melalui teknik “menggoda” pasar, seperti menaruh order palsu dan membatalkannya secara cepat, sehingga rasio ini bisa menyesatkan.
  • Hanya indikator jangka pendek—Inner disk mencerminkan kondisi saat ini dan aktifitas transaksi, sehingga hanya cocok untuk analisis jangka pendek dan tidak bisa digunakan untuk prediksi tren jangka panjang.
  • Perlu konfirmasi dengan indikator lain—Mengandalkan inner disk saja bisa menyesatkan; harus dikombinasikan dengan volume, analisis teknikal lain, dan faktor fundamental agar hasilnya lebih akurat.

Oleh karena itu, investor cerdas harus memperlakukan inner disk sebagai alat bantu, bukan satu-satunya dasar pengambilan keputusan.

Kesimpulan: Apa itu inner disk dan bagaimana menggunakannya secara efektif

Inner disk pada dasarnya adalah indikator untuk mengukur kekuatan pasar dari kedua belah pihak—pembeli dan penjual. Dengan membandingkan volume transaksi inner dan outer disk, investor dapat dengan cepat memahami tingkat urgensi dan psikologi dari kedua pihak.

Ketika inner disk lebih besar dari outer disk, itu menunjukkan bahwa penjual lebih agresif dan ingin segera menjual di harga offer beli, mengirim sinyal bearish dan kemungkinan harga akan turun. Sebaliknya, jika outer disk lebih besar dari inner disk, itu menunjukkan bahwa pembeli lebih agresif dan ingin membeli di harga offer jual, mengirim sinyal bullish dan kemungkinan harga akan naik.

Namun, dalam investasi finansial, tidak ada indikator tunggal yang mampu menjamin kemenangan. Rasio inner-outer disk, area support, dan resistance hanyalah alat analisis teknikal. Untuk benar-benar meningkatkan peluang keberhasilan, Anda juga harus memahami fundamental perusahaan, prospek industri, dan mengikuti perkembangan ekonomi secara umum. Hanya dengan menggabungkan analisis teknikal, fundamental, dan kondisi pasar secara menyeluruh, keputusan investasi Anda akan menjadi lebih kokoh dan dapat diandalkan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)