RSI (Relative Strength Index) adalah indikator teknis utama yang mengukur momentum harga, digunakan untuk menilai kondisi overbought dan oversold. Saat ini, pada grafik harian Bitcoin dan Ethereum menunjukkan sinyal kelemahan ekstrem melalui RSI, menandakan bahwa proses koreksi harga semakin dalam. Berdasarkan data pasar terbaru, mari kita analisis prospek kedua aset ini ke depan.
Pengertian dan Peran RSI (Relative Strength Index): Inti Analisis Teknikal
RSI adalah indikator yang membandingkan kekuatan kenaikan dan penurunan harga dalam periode tertentu untuk menilai kondisi overbought dan oversold secara teknis. Memahami arti RSI secara tepat membantu dalam menangkap momen yang tepat untuk melakukan transaksi.
RSI dinyatakan dalam rentang 0–100, dan umumnya nilai di atas 70 menunjukkan kondisi overbought (kemungkinan harga terlalu tinggi), sedangkan nilai di bawah 30 menunjukkan oversold (kemungkinan harga terlalu rendah). Saat ini, baik Bitcoin maupun Ethereum menunjukkan RSI di bawah 30, mengindikasikan momentum bearish yang sangat kuat.
Bitcoin: Perkuatan Sentimen Lemah, Kekhawatiran Penurunan Lebih Lanjut Dekat Titik Terendah November
Bitcoin memulai minggu ini dengan kekuatan, tetapi gagal menembus resistance di $90.000 pada hari Rabu. Setelahnya, harga anjlok dan menembus batas bawah pola horizontal di $85.569, dan saat ini (per 25 Februari 2026) berada di sekitar $65.430, melanjutkan fase koreksi.
Dalam analisis teknikal harian, RSI BTC mencapai sekitar 29, menunjukkan kondisi oversold ekstrem. Ini menandakan adanya momentum bearish yang sangat kuat, sementara indikator MACD juga menunjukkan sinyal negatif yang berlanjut setelah crossover bearish pada 20 Januari.
Jika Bitcoin terus melemah, kemungkinan pertama adalah turun ke level terendah November di $80.600. Jika harga penutupan harian di bawah level ini secara konfirmasi, maka perjalanan penurunan bisa berlanjut hingga ke level terendah tahun 2025 di $74.508 pada 7 April.
Sebaliknya, jika terjadi rebound, harga bisa naik kembali ke level $85.569 (retracement Fibonacci 78,6%). Level ini merupakan resistance penting yang terbentuk dari rentang kenaikan dari titik terendah 7 April ($74.508) hingga puncak tertinggi 6 Oktober ($126.199).
Ethereum: Risiko Kegagalan Break Support Utama, Sinyal Lemah MACD dan RSI Terlihat Bersamaan
Ethereum mengalami koreksi besar minggu lalu, tetapi sempat rebound di awal minggu ini. Namun, pada hari Rabu, harga gagal menembus resistance di $3.017. Saat ini (per 25 Februari 2026), harga berada di sekitar $1.920 dan menembus support utama di $2.749, menimbulkan kekhawatiran adanya penurunan lebih lanjut.
Pada grafik harian Ethereum, indikator RSI dan MACD menunjukkan sinyal kelemahan yang kuat. RSI sudah masuk ke zona oversold di bawah 30, dan MACD menunjukkan histogram negatif yang semakin membesar di bawah posisi netral.
Jika Ethereum menembus support Fibonacci 61,8% di $2.749 berdasarkan harga penutupan harian, kemungkinan besar harga akan turun ke level terendah 21 November di $2.623. Jika level ini ditembus, maka support psikologis di $2.000 bisa terancam, dan harga bisa jatuh dengan cepat.
Namun, jika Ethereum rebound, kenaikan kemungkinan terbatas hingga resistance harian di $3.017.
Analisis Gabungan RSI dan MACD: Prospek Masa Depan Aset Ekstrem
Saat ini, baik Bitcoin maupun Ethereum menunjukkan kondisi oversold ekstrem yang ditandai oleh RSI dan sinyal crossover MACD yang bearish secara bersamaan. Sinyal RSI di bawah 30 secara historis sering berfungsi sebagai indikator dasar pembentukan bottom jangka pendek, tetapi selama MACD tetap menunjukkan tren negatif, risiko penurunan lebih dalam tetap ada.
Dari indikator teknikal, kedua aset ini kemungkinan akan menguji support jangka pendek, dan ada potensi rebound oversold berdasarkan sinyal RSI. Namun, jika support utama gagal ditembus, maka penurunan lebih dalam diperkirakan akan terjadi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Analisis teknikal Bitcoin dan Ethereum yang memahami arti RSI: memperdalam tren bearish
RSI (Relative Strength Index) adalah indikator teknis utama yang mengukur momentum harga, digunakan untuk menilai kondisi overbought dan oversold. Saat ini, pada grafik harian Bitcoin dan Ethereum menunjukkan sinyal kelemahan ekstrem melalui RSI, menandakan bahwa proses koreksi harga semakin dalam. Berdasarkan data pasar terbaru, mari kita analisis prospek kedua aset ini ke depan.
Pengertian dan Peran RSI (Relative Strength Index): Inti Analisis Teknikal
RSI adalah indikator yang membandingkan kekuatan kenaikan dan penurunan harga dalam periode tertentu untuk menilai kondisi overbought dan oversold secara teknis. Memahami arti RSI secara tepat membantu dalam menangkap momen yang tepat untuk melakukan transaksi.
RSI dinyatakan dalam rentang 0–100, dan umumnya nilai di atas 70 menunjukkan kondisi overbought (kemungkinan harga terlalu tinggi), sedangkan nilai di bawah 30 menunjukkan oversold (kemungkinan harga terlalu rendah). Saat ini, baik Bitcoin maupun Ethereum menunjukkan RSI di bawah 30, mengindikasikan momentum bearish yang sangat kuat.
Bitcoin: Perkuatan Sentimen Lemah, Kekhawatiran Penurunan Lebih Lanjut Dekat Titik Terendah November
Bitcoin memulai minggu ini dengan kekuatan, tetapi gagal menembus resistance di $90.000 pada hari Rabu. Setelahnya, harga anjlok dan menembus batas bawah pola horizontal di $85.569, dan saat ini (per 25 Februari 2026) berada di sekitar $65.430, melanjutkan fase koreksi.
Dalam analisis teknikal harian, RSI BTC mencapai sekitar 29, menunjukkan kondisi oversold ekstrem. Ini menandakan adanya momentum bearish yang sangat kuat, sementara indikator MACD juga menunjukkan sinyal negatif yang berlanjut setelah crossover bearish pada 20 Januari.
Jika Bitcoin terus melemah, kemungkinan pertama adalah turun ke level terendah November di $80.600. Jika harga penutupan harian di bawah level ini secara konfirmasi, maka perjalanan penurunan bisa berlanjut hingga ke level terendah tahun 2025 di $74.508 pada 7 April.
Sebaliknya, jika terjadi rebound, harga bisa naik kembali ke level $85.569 (retracement Fibonacci 78,6%). Level ini merupakan resistance penting yang terbentuk dari rentang kenaikan dari titik terendah 7 April ($74.508) hingga puncak tertinggi 6 Oktober ($126.199).
Ethereum: Risiko Kegagalan Break Support Utama, Sinyal Lemah MACD dan RSI Terlihat Bersamaan
Ethereum mengalami koreksi besar minggu lalu, tetapi sempat rebound di awal minggu ini. Namun, pada hari Rabu, harga gagal menembus resistance di $3.017. Saat ini (per 25 Februari 2026), harga berada di sekitar $1.920 dan menembus support utama di $2.749, menimbulkan kekhawatiran adanya penurunan lebih lanjut.
Pada grafik harian Ethereum, indikator RSI dan MACD menunjukkan sinyal kelemahan yang kuat. RSI sudah masuk ke zona oversold di bawah 30, dan MACD menunjukkan histogram negatif yang semakin membesar di bawah posisi netral.
Jika Ethereum menembus support Fibonacci 61,8% di $2.749 berdasarkan harga penutupan harian, kemungkinan besar harga akan turun ke level terendah 21 November di $2.623. Jika level ini ditembus, maka support psikologis di $2.000 bisa terancam, dan harga bisa jatuh dengan cepat.
Namun, jika Ethereum rebound, kenaikan kemungkinan terbatas hingga resistance harian di $3.017.
Analisis Gabungan RSI dan MACD: Prospek Masa Depan Aset Ekstrem
Saat ini, baik Bitcoin maupun Ethereum menunjukkan kondisi oversold ekstrem yang ditandai oleh RSI dan sinyal crossover MACD yang bearish secara bersamaan. Sinyal RSI di bawah 30 secara historis sering berfungsi sebagai indikator dasar pembentukan bottom jangka pendek, tetapi selama MACD tetap menunjukkan tren negatif, risiko penurunan lebih dalam tetap ada.
Dari indikator teknikal, kedua aset ini kemungkinan akan menguji support jangka pendek, dan ada potensi rebound oversold berdasarkan sinyal RSI. Namun, jika support utama gagal ditembus, maka penurunan lebih dalam diperkirakan akan terjadi.