Tahun 2025 menjadi titik balik bagi industri penerbangan global. Setelah mengalami kerugian historis lebih dari 140 miliar dolar AS selama pandemi, industri penerbangan telah kembali ke jalur keuntungan pada tahun 2023, dan kinerja maskapai-maskapai besar tahun ini menunjukkan kekuatan pemulihan yang kuat. Menurut perkiraan International Air Transport Association (IATA), pada tahun 2025 jumlah penumpang global akan secara resmi melampaui level sebelum pandemi, yang berarti saham penerbangan akan memasuki peluang investasi yang layak diperhatikan. Jadi, bagaimana sebaiknya kita menilai peluang investasi saham penerbangan saat ini? perusahaan mana yang layak menjadi fokus perhatian?
Karakteristik Siklus Industri Penerbangan dan Logika Investasi
Industri penerbangan adalah contoh saham siklus ekonomi yang khas, di mana kinerja sangat terkait dengan kondisi ekonomi global. Memahami hal ini sangat penting bagi investor saham penerbangan.
Pendapatan maskapai utama berasal dari transportasi penumpang dan pengangkutan barang, kedua bisnis ini sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi. Ketika ekonomi global membaik, pendapatan yang dapat digunakan perusahaan dan individu meningkat, sehingga permintaan perjalanan meningkat; sebaliknya, akan menyebabkan penurunan penjualan tiket. Selain itu, maskapai modern telah mengembangkan berbagai sumber pendapatan, termasuk biaya bagasi, peningkatan kursi, program miles, dan cashback kartu kredit kolaborasi, yang membuat struktur keuntungan secara keseluruhan menjadi lebih stabil dibandingkan masa lalu.
Dibandingkan perusahaan milik swasta, beberapa saham maskapai dengan latar belakang negara (seperti EVA Air di Taiwan) cenderung menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari stabilitas karena struktur internal yang relatif stabil dan proses pengambilan keputusan yang jelas. Sementara maskapai swasta meskipun sering mengalami perubahan kepemilikan, biasanya memiliki kemampuan pengendalian biaya dan inovasi yang lebih fleksibel dalam kompetisi pasar. Karakteristik industri ini menentukan bahwa saham penerbangan memiliki potensi pertumbuhan yang sangat elastis sekaligus menghadapi risiko fluktuasi siklus.
Faktor Kunci Penggerak Saham Penerbangan Global
Untuk menilai nilai investasi saham penerbangan, kita harus memahami faktor inti yang mempengaruhi pergerakan harga mereka.
Pertumbuhan ekonomi dan permintaan perjalanan adalah faktor paling langsung. Ekspektasi pertumbuhan ekonomi global yang stabil pada tahun 2025 mendukung pemulihan industri perjalanan secara berkelanjutan. Kembalinya perjalanan bisnis sangat penting karena penumpang bisnis biasanya membayar tarif lebih tinggi daripada wisatawan rekreasi, yang secara langsung meningkatkan margin keuntungan maskapai.
Biaya bahan bakar merupakan ancaman utama terhadap profitabilitas saham penerbangan. Jika harga minyak naik 1 dolar AS, biaya operasional industri penerbangan secara keseluruhan akan meningkat secara signifikan. Meskipun banyak maskapai melakukan lindung nilai bahan bakar melalui kontrak derivatif (misalnya, Delta Air Lines melakukan lindung nilai sebagian melalui fasilitas pengilangan miliknya), sebagian besar perusahaan tetap rentan terhadap fluktuasi harga minyak. Saat ini, harga minyak global relatif moderat, memberikan lingkungan biaya yang menguntungkan bagi saham penerbangan.
Kondisi suku bunga secara langsung mempengaruhi biaya pembiayaan maskapai. Industri penerbangan adalah industri yang padat modal, di mana pembelian armada, fasilitas bandara, dan peralatan ground handling memerlukan investasi besar. Ketika suku bunga naik, biaya pembiayaan ini meningkat secara signifikan, mengurangi laba bersih perusahaan; sebaliknya, lingkungan suku bunga rendah mendukung investasi dan ekspansi industri.
Selain itu, faktor eksternal seperti tingkat suku bunga, biaya tenaga kerja, dan kebijakan hak penerbangan juga memengaruhi saham penerbangan. Pengambil keputusan maskapai harus menyeimbangkan variabel-variabel kompleks ini untuk menjaga daya saing jangka panjang.
Performa Pasar Saham Penerbangan AS Tahun 2025
Industri penerbangan AS telah membentuk pasar yang sangat terkonsentrasi, didominasi oleh tiga raksasa: Delta Air Lines, American Airlines, dan United Airlines. Kinerja ketiganya paling mewakili bagi investor global.
Delta Air Lines (DAL) per November 2025 diperdagangkan sekitar 60,48 dolar AS, dengan kenaikan tahunan sekitar 69,51%, menjadi saham penerbangan dengan performa terbaik tahun ini. Delta dikenal karena pengendalian biaya yang unggul dan basis pelanggan kelas atas, dengan proporsi penumpang bisnis dan rute internasional di atas rata-rata industri. Khususnya, perusahaan ini melakukan lindung nilai bahan bakar secara efektif melalui fasilitas pengilangan miliknya, mengurangi dampak fluktuasi harga minyak. Dari segi tata kelola perusahaan, bahkan Warren Buffett yang selama ini meragukan industri penerbangan, melalui Berkshire Hathaway, telah menempatkan posisi penting di perusahaan ini, mencerminkan penilaian ulang pasar terhadap prospek perusahaan.
Aerolínea de Panama (CPA) adalah operator maskapai terkemuka di Amerika Latin, mewakili peluang pertumbuhan industri penerbangan pasar berkembang. Pada kuartal kedua 2025, laba bersih mencapai 149 juta dolar AS, meningkat 25% secara year-on-year, dengan EPS sebesar 3,61 dolar AS. Perusahaan ini berpusat di Panama City, mengoperasikan sekitar 327 penerbangan harian ke 32 negara. Kunci utamanya adalah pendapatan yang dapat digunakan di Panama dan wilayah sekitarnya sedang meningkat, proses urbanisasi yang cepat, memberikan dorongan pertumbuhan jangka panjang untuk permintaan penerbangan regional. Dari segi efisiensi operasional, tingkat ketepatan waktu kuartal ini mencapai 91,5%, dan tingkat penyelesaian penerbangan 99,8%, dengan biaya operasional per unit turun 4,6% secara YoY. Selama sepuluh tahun berturut-turut, Skytrax menobatkan maskapai ini sebagai maskapai terbaik di Amerika Tengah dan Karibia, membuktikan kualitas operasionalnya.
Ryanair Holdings (RYAAY) mewakili model maskapai biaya rendah di Eropa. Armada mereka lebih dari 640 pesawat, dengan sekitar 3.600 penerbangan harian, dan total penumpang tahunan mencapai 207 juta orang. Ryanair terkenal karena tarif sangat rendah dan efisiensi operasional tinggi, yang sangat menguntungkan dalam lingkungan harga minyak yang moderat. Perusahaan berencana memesan 300 pesawat Boeing 737 baru, dengan target kapasitas penumpang tahunan meningkat menjadi 300 juta pada tahun 2034, menunjukkan strategi ekspansi yang jelas. Pada November 2025, harga sahamnya sekitar 64,61 dolar AS, sedikit turun 0,49% bulan ini, namun kapitalisasi pasar sudah mencapai 34,3 miliar dolar AS, tetap memimpin pasar biaya rendah di Eropa.
Peluang dan Tantangan Saham Penerbangan Taiwan
Industri penerbangan Taiwan didominasi oleh dua raksasa: EVA Air dan China Airlines, sementara StarLux Airlines muncul sebagai kekuatan inovatif baru.
EVA Air (2618) adalah maskapai berstandar Skytrax lima bintang di Taiwan, dengan armada utama Boeing 787 Dreamliner dan Airbus A350. Hingga pertengahan November 2025, harga saham stabil di sekitar 37,2 dolar Taiwan, dengan kapitalisasi sekitar 186 miliar dolar Taiwan. Pada kuartal ketiga 2025, tingkat okupansi penumpang mencapai 92,5%, dan kapasitas rute internasional (ASK) meningkat 28% YoY. Permintaan untuk rute jarak jauh ke Eropa, Amerika Utara, dan Asia Tenggara terus melonjak, dengan pesawat Boeing 787 yang baru dioperasikan di rute seperti Brisbane dan akan diperpanjang ke Vancouver. Perusahaan ini juga mengembangkan bisnis pengangkutan barang, dengan rencana konversi tiga pesawat Boeing 777-300ER menjadi freighter pada 2025, memperkuat kapasitas pengangkutan. Dari sudut pandang investasi, EVA Air menunjukkan kinerja stabil dan jaringan yang terus berkembang, cocok untuk investor yang mencari pertumbuhan stabil.
China Airlines (2610) adalah maskapai tertua di Taiwan, didirikan sejak 1959, dengan merek seperti Mandarin Airlines dan Tigerair Taiwan, membentuk ekosistem layanan lengkap dan biaya rendah. Hingga pertengahan November 2025, harga saham sekitar 28,6 dolar Taiwan, dengan kapitalisasi sekitar 162 miliar dolar Taiwan. Armada terdiri dari 83 pesawat, termasuk 65 pesawat penumpang dan 18 pesawat cargo, dengan lebih dari 1.400 penerbangan mingguan. Pada kuartal ketiga, tingkat okupansi mencapai 86,9%, meningkat 4,4 poin persentase dibandingkan 2019, dan kapasitas rute internasional meningkat 13% YoY. Permintaan tinggi di rute Asia Timur dan Amerika Utara menunjukkan bahwa ekspansi rute jarak jauh akan meningkatkan kinerja secara signifikan.
StarLux Airlines (2646) adalah maskapai layanan lengkap baru di Taiwan, yang mulai beroperasi secara resmi pada 2020 dan dengan cepat memperluas rute ke Asia dan Amerika Utara. Hingga pertengahan November 2025, harga saham sekitar 42,8 dolar Taiwan, dengan kapitalisasi pasar melampaui 950 miliar dolar Taiwan, meningkat sekitar 18% dari awal tahun, menjadi bintang pertumbuhan di sektor penerbangan. Tingkat okupansi kuartal ketiga mencapai 85,9%, dan kapasitas rute internasional meningkat 10% YoY. Perusahaan ini menambah 10 pesawat Airbus A350-1000 di Paris Air Show dan berencana mengoperasikan ke destinasi baru seperti Phoenix, dengan armada muda dan layanan berbeda yang memperkuat posisi pasar. Bagi investor yang mencari pertumbuhan, StarLux menawarkan peluang menarik.
Strategi Investasi Saham Penerbangan dan Pengendalian Risiko
Setelah memahami karakteristik industri dan kinerja perusahaan, kunci berikutnya adalah merancang strategi investasi yang sesuai.
Pemilihan waktu adalah tantangan utama dalam investasi saham penerbangan. Sebagai saham siklus, maskapai mengikuti pola boom dan bust yang jelas. Waktu terbaik untuk membeli biasanya saat siklus ekonomi mendekati akhir, yaitu ketika pasar mulai menyadari bahwa pemulihan akan segera terjadi tetapi harga saham belum sepenuhnya mencerminkan hal tersebut. Saat ini, dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi global yang stabil dan permintaan perjalanan yang kuat, kondisi ini secara relatif menguntungkan untuk masuk pasar.
Diversifikasi adalah langkah penting untuk mengurangi risiko. Saham penerbangan sangat terkait dengan kesehatan ekonomi global, sehingga diversifikasi di berbagai wilayah (Amerika, Eropa, Asia) dan berbagai model operasional (full service, low-cost carrier) dapat secara efektif mengurangi risiko tertentu dari wilayah atau model tertentu.
Evaluasi arus kas harus menjadi indikator utama dalam memilih saham. Industri penerbangan adalah industri yang padat modal, dan arus kas yang cukup menunjukkan perusahaan mampu melewati masa-masa resesi industri secara jangka panjang. Investor harus memperhatikan rasio utang, arus kas bebas, dan likuiditas perusahaan. Maskapai yang mampu secara konsisten membagikan dividen biasanya menunjukkan kondisi keuangan yang sehat.
Pilihan instrumen investasi juga penting. Sekuritas tradisional cocok untuk investasi jangka panjang, tetapi bagi trader aktif, kontrak selisih harga (CFD) menawarkan fleksibilitas tanpa biaya transaksi dan kemampuan untuk posisi long maupun short. Namun, CFD memerlukan manajemen risiko yang lebih ketat dan cocok untuk investor berpengalaman.
Menilai Apakah Saham Penerbangan Layak Dikoleksi
Investasi saham penerbangan memiliki keunggulan berupa potensi pertumbuhan yang sangat elastis. Ketika permintaan perjalanan meningkat dan pertumbuhan ekonomi melambat, laba maskapai biasanya meningkat tajam, mendorong harga saham naik cepat. Pengalaman dari tahun 2022-2024 pasca pandemi menunjukkan hal ini secara nyata. Selain itu, perusahaan besar di industri ini biasanya memiliki posisi pasar yang jelas, hak rute, kualifikasi pilot, dan skala armada yang tinggi, membentuk hambatan masuk yang tinggi dan menjamin daya saing jangka panjang.
Namun, investor harus menyadari risiko yang melekat pada saham penerbangan. Pertama, struktur biaya yang tinggi adalah kenyataan industri ini. Biaya bahan bakar, tenaga kerja, dan pemeliharaan armada sulit disesuaikan secara cepat saat resesi, sehingga margin laba sangat rentan. Kedua, rasio utang yang tinggi dan kebutuhan modal besar membuat maskapai sangat sensitif terhadap suku bunga dan siklus ekonomi. Jika ekonomi memburuk atau suku bunga naik tajam, tekanan keuangan akan meningkat secara cepat. Ketiga, industri ini sangat rentan terhadap peristiwa black swan seperti krisis geopolitik, cuaca ekstrem, dan perubahan regulasi ruang udara, yang dapat menyebabkan penurunan jumlah penerbangan secara drastis.
Bagi investor pemula, volatilitas saham penerbangan cukup tinggi dan membutuhkan ketahanan mental. Untuk yang memiliki toleransi risiko rendah, disarankan menempatkan sebagian kecil portofolio pada maskapai yang stabil seperti EVA Air dan Delta Air Lines saat siklus ekonomi menunjukkan tren positif dan harga minyak stabil. Bagi investor agresif, dengan manajemen risiko yang baik, penggunaan CFD dapat memperbesar potensi keuntungan.
Prospek Saham Penerbangan Tahun 2026 dan Masa Depan
IATA memperkirakan jumlah penumpang penerbangan global akan terus meningkat, dan pada tahun 2040, permintaan perjalanan udara akan berlipat ganda dari sekitar 4 miliar menjadi sekitar 8 miliar penumpang, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 3,4%. Ini memberikan dasar yang kokoh untuk investasi jangka panjang di saham penerbangan.
Institusi keuangan utama seperti Morgan Stanley mulai merekomendasikan saham penerbangan secara aktif. Morgan Stanley memilih Delta Air Lines sebagai favorit utama karena basis pelanggan kelas atas, pengendalian biaya yang solid, dan keunggulan lindung nilai bahan bakar. Bahkan, mereka meningkatkan peringkat American Airlines dari overweight menjadi overweight khusus, dengan target harga naik lebih dari 35%.
Namun, investasi di saham penerbangan tidak boleh dilakukan secara buta optimistis. Investor harus menyesuaikan strategi masuk dan keluar sesuai toleransi risiko dan kerangka waktu investasi. Untuk investor jangka panjang yang mengutamakan stabilitas, maskapai besar di Taiwan dan AS adalah pilihan yang baik; untuk yang mencari pertumbuhan, maskapai seperti StarLux dan maskapai di pasar Amerika Latin seperti Copa Airlines patut diperhatikan; untuk trader jangka pendek, volatilitas maskapai biaya rendah menawarkan peluang trading lebih banyak.
Logika investasi saham penerbangan sangat jelas—mengikuti siklus ekonomi, memilih perusahaan berkualitas, dan mengelola risiko dengan baik akan memberi peluang meraih keuntungan yang baik saat industri pulih. Pemulihan industri penerbangan global dari 2025 hingga 2026 menyediakan jendela peluang yang langka untuk investasi semacam ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan Investasi Saham Penerbangan: Analisis Prospek Industri Penerbangan Global dan Taiwan Tahun 2025
Tahun 2025 menjadi titik balik bagi industri penerbangan global. Setelah mengalami kerugian historis lebih dari 140 miliar dolar AS selama pandemi, industri penerbangan telah kembali ke jalur keuntungan pada tahun 2023, dan kinerja maskapai-maskapai besar tahun ini menunjukkan kekuatan pemulihan yang kuat. Menurut perkiraan International Air Transport Association (IATA), pada tahun 2025 jumlah penumpang global akan secara resmi melampaui level sebelum pandemi, yang berarti saham penerbangan akan memasuki peluang investasi yang layak diperhatikan. Jadi, bagaimana sebaiknya kita menilai peluang investasi saham penerbangan saat ini? perusahaan mana yang layak menjadi fokus perhatian?
Karakteristik Siklus Industri Penerbangan dan Logika Investasi
Industri penerbangan adalah contoh saham siklus ekonomi yang khas, di mana kinerja sangat terkait dengan kondisi ekonomi global. Memahami hal ini sangat penting bagi investor saham penerbangan.
Pendapatan maskapai utama berasal dari transportasi penumpang dan pengangkutan barang, kedua bisnis ini sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi. Ketika ekonomi global membaik, pendapatan yang dapat digunakan perusahaan dan individu meningkat, sehingga permintaan perjalanan meningkat; sebaliknya, akan menyebabkan penurunan penjualan tiket. Selain itu, maskapai modern telah mengembangkan berbagai sumber pendapatan, termasuk biaya bagasi, peningkatan kursi, program miles, dan cashback kartu kredit kolaborasi, yang membuat struktur keuntungan secara keseluruhan menjadi lebih stabil dibandingkan masa lalu.
Dibandingkan perusahaan milik swasta, beberapa saham maskapai dengan latar belakang negara (seperti EVA Air di Taiwan) cenderung menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari stabilitas karena struktur internal yang relatif stabil dan proses pengambilan keputusan yang jelas. Sementara maskapai swasta meskipun sering mengalami perubahan kepemilikan, biasanya memiliki kemampuan pengendalian biaya dan inovasi yang lebih fleksibel dalam kompetisi pasar. Karakteristik industri ini menentukan bahwa saham penerbangan memiliki potensi pertumbuhan yang sangat elastis sekaligus menghadapi risiko fluktuasi siklus.
Faktor Kunci Penggerak Saham Penerbangan Global
Untuk menilai nilai investasi saham penerbangan, kita harus memahami faktor inti yang mempengaruhi pergerakan harga mereka.
Pertumbuhan ekonomi dan permintaan perjalanan adalah faktor paling langsung. Ekspektasi pertumbuhan ekonomi global yang stabil pada tahun 2025 mendukung pemulihan industri perjalanan secara berkelanjutan. Kembalinya perjalanan bisnis sangat penting karena penumpang bisnis biasanya membayar tarif lebih tinggi daripada wisatawan rekreasi, yang secara langsung meningkatkan margin keuntungan maskapai.
Biaya bahan bakar merupakan ancaman utama terhadap profitabilitas saham penerbangan. Jika harga minyak naik 1 dolar AS, biaya operasional industri penerbangan secara keseluruhan akan meningkat secara signifikan. Meskipun banyak maskapai melakukan lindung nilai bahan bakar melalui kontrak derivatif (misalnya, Delta Air Lines melakukan lindung nilai sebagian melalui fasilitas pengilangan miliknya), sebagian besar perusahaan tetap rentan terhadap fluktuasi harga minyak. Saat ini, harga minyak global relatif moderat, memberikan lingkungan biaya yang menguntungkan bagi saham penerbangan.
Kondisi suku bunga secara langsung mempengaruhi biaya pembiayaan maskapai. Industri penerbangan adalah industri yang padat modal, di mana pembelian armada, fasilitas bandara, dan peralatan ground handling memerlukan investasi besar. Ketika suku bunga naik, biaya pembiayaan ini meningkat secara signifikan, mengurangi laba bersih perusahaan; sebaliknya, lingkungan suku bunga rendah mendukung investasi dan ekspansi industri.
Selain itu, faktor eksternal seperti tingkat suku bunga, biaya tenaga kerja, dan kebijakan hak penerbangan juga memengaruhi saham penerbangan. Pengambil keputusan maskapai harus menyeimbangkan variabel-variabel kompleks ini untuk menjaga daya saing jangka panjang.
Performa Pasar Saham Penerbangan AS Tahun 2025
Industri penerbangan AS telah membentuk pasar yang sangat terkonsentrasi, didominasi oleh tiga raksasa: Delta Air Lines, American Airlines, dan United Airlines. Kinerja ketiganya paling mewakili bagi investor global.
Delta Air Lines (DAL) per November 2025 diperdagangkan sekitar 60,48 dolar AS, dengan kenaikan tahunan sekitar 69,51%, menjadi saham penerbangan dengan performa terbaik tahun ini. Delta dikenal karena pengendalian biaya yang unggul dan basis pelanggan kelas atas, dengan proporsi penumpang bisnis dan rute internasional di atas rata-rata industri. Khususnya, perusahaan ini melakukan lindung nilai bahan bakar secara efektif melalui fasilitas pengilangan miliknya, mengurangi dampak fluktuasi harga minyak. Dari segi tata kelola perusahaan, bahkan Warren Buffett yang selama ini meragukan industri penerbangan, melalui Berkshire Hathaway, telah menempatkan posisi penting di perusahaan ini, mencerminkan penilaian ulang pasar terhadap prospek perusahaan.
Aerolínea de Panama (CPA) adalah operator maskapai terkemuka di Amerika Latin, mewakili peluang pertumbuhan industri penerbangan pasar berkembang. Pada kuartal kedua 2025, laba bersih mencapai 149 juta dolar AS, meningkat 25% secara year-on-year, dengan EPS sebesar 3,61 dolar AS. Perusahaan ini berpusat di Panama City, mengoperasikan sekitar 327 penerbangan harian ke 32 negara. Kunci utamanya adalah pendapatan yang dapat digunakan di Panama dan wilayah sekitarnya sedang meningkat, proses urbanisasi yang cepat, memberikan dorongan pertumbuhan jangka panjang untuk permintaan penerbangan regional. Dari segi efisiensi operasional, tingkat ketepatan waktu kuartal ini mencapai 91,5%, dan tingkat penyelesaian penerbangan 99,8%, dengan biaya operasional per unit turun 4,6% secara YoY. Selama sepuluh tahun berturut-turut, Skytrax menobatkan maskapai ini sebagai maskapai terbaik di Amerika Tengah dan Karibia, membuktikan kualitas operasionalnya.
Ryanair Holdings (RYAAY) mewakili model maskapai biaya rendah di Eropa. Armada mereka lebih dari 640 pesawat, dengan sekitar 3.600 penerbangan harian, dan total penumpang tahunan mencapai 207 juta orang. Ryanair terkenal karena tarif sangat rendah dan efisiensi operasional tinggi, yang sangat menguntungkan dalam lingkungan harga minyak yang moderat. Perusahaan berencana memesan 300 pesawat Boeing 737 baru, dengan target kapasitas penumpang tahunan meningkat menjadi 300 juta pada tahun 2034, menunjukkan strategi ekspansi yang jelas. Pada November 2025, harga sahamnya sekitar 64,61 dolar AS, sedikit turun 0,49% bulan ini, namun kapitalisasi pasar sudah mencapai 34,3 miliar dolar AS, tetap memimpin pasar biaya rendah di Eropa.
Peluang dan Tantangan Saham Penerbangan Taiwan
Industri penerbangan Taiwan didominasi oleh dua raksasa: EVA Air dan China Airlines, sementara StarLux Airlines muncul sebagai kekuatan inovatif baru.
EVA Air (2618) adalah maskapai berstandar Skytrax lima bintang di Taiwan, dengan armada utama Boeing 787 Dreamliner dan Airbus A350. Hingga pertengahan November 2025, harga saham stabil di sekitar 37,2 dolar Taiwan, dengan kapitalisasi sekitar 186 miliar dolar Taiwan. Pada kuartal ketiga 2025, tingkat okupansi penumpang mencapai 92,5%, dan kapasitas rute internasional (ASK) meningkat 28% YoY. Permintaan untuk rute jarak jauh ke Eropa, Amerika Utara, dan Asia Tenggara terus melonjak, dengan pesawat Boeing 787 yang baru dioperasikan di rute seperti Brisbane dan akan diperpanjang ke Vancouver. Perusahaan ini juga mengembangkan bisnis pengangkutan barang, dengan rencana konversi tiga pesawat Boeing 777-300ER menjadi freighter pada 2025, memperkuat kapasitas pengangkutan. Dari sudut pandang investasi, EVA Air menunjukkan kinerja stabil dan jaringan yang terus berkembang, cocok untuk investor yang mencari pertumbuhan stabil.
China Airlines (2610) adalah maskapai tertua di Taiwan, didirikan sejak 1959, dengan merek seperti Mandarin Airlines dan Tigerair Taiwan, membentuk ekosistem layanan lengkap dan biaya rendah. Hingga pertengahan November 2025, harga saham sekitar 28,6 dolar Taiwan, dengan kapitalisasi sekitar 162 miliar dolar Taiwan. Armada terdiri dari 83 pesawat, termasuk 65 pesawat penumpang dan 18 pesawat cargo, dengan lebih dari 1.400 penerbangan mingguan. Pada kuartal ketiga, tingkat okupansi mencapai 86,9%, meningkat 4,4 poin persentase dibandingkan 2019, dan kapasitas rute internasional meningkat 13% YoY. Permintaan tinggi di rute Asia Timur dan Amerika Utara menunjukkan bahwa ekspansi rute jarak jauh akan meningkatkan kinerja secara signifikan.
StarLux Airlines (2646) adalah maskapai layanan lengkap baru di Taiwan, yang mulai beroperasi secara resmi pada 2020 dan dengan cepat memperluas rute ke Asia dan Amerika Utara. Hingga pertengahan November 2025, harga saham sekitar 42,8 dolar Taiwan, dengan kapitalisasi pasar melampaui 950 miliar dolar Taiwan, meningkat sekitar 18% dari awal tahun, menjadi bintang pertumbuhan di sektor penerbangan. Tingkat okupansi kuartal ketiga mencapai 85,9%, dan kapasitas rute internasional meningkat 10% YoY. Perusahaan ini menambah 10 pesawat Airbus A350-1000 di Paris Air Show dan berencana mengoperasikan ke destinasi baru seperti Phoenix, dengan armada muda dan layanan berbeda yang memperkuat posisi pasar. Bagi investor yang mencari pertumbuhan, StarLux menawarkan peluang menarik.
Strategi Investasi Saham Penerbangan dan Pengendalian Risiko
Setelah memahami karakteristik industri dan kinerja perusahaan, kunci berikutnya adalah merancang strategi investasi yang sesuai.
Pemilihan waktu adalah tantangan utama dalam investasi saham penerbangan. Sebagai saham siklus, maskapai mengikuti pola boom dan bust yang jelas. Waktu terbaik untuk membeli biasanya saat siklus ekonomi mendekati akhir, yaitu ketika pasar mulai menyadari bahwa pemulihan akan segera terjadi tetapi harga saham belum sepenuhnya mencerminkan hal tersebut. Saat ini, dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi global yang stabil dan permintaan perjalanan yang kuat, kondisi ini secara relatif menguntungkan untuk masuk pasar.
Diversifikasi adalah langkah penting untuk mengurangi risiko. Saham penerbangan sangat terkait dengan kesehatan ekonomi global, sehingga diversifikasi di berbagai wilayah (Amerika, Eropa, Asia) dan berbagai model operasional (full service, low-cost carrier) dapat secara efektif mengurangi risiko tertentu dari wilayah atau model tertentu.
Evaluasi arus kas harus menjadi indikator utama dalam memilih saham. Industri penerbangan adalah industri yang padat modal, dan arus kas yang cukup menunjukkan perusahaan mampu melewati masa-masa resesi industri secara jangka panjang. Investor harus memperhatikan rasio utang, arus kas bebas, dan likuiditas perusahaan. Maskapai yang mampu secara konsisten membagikan dividen biasanya menunjukkan kondisi keuangan yang sehat.
Pilihan instrumen investasi juga penting. Sekuritas tradisional cocok untuk investasi jangka panjang, tetapi bagi trader aktif, kontrak selisih harga (CFD) menawarkan fleksibilitas tanpa biaya transaksi dan kemampuan untuk posisi long maupun short. Namun, CFD memerlukan manajemen risiko yang lebih ketat dan cocok untuk investor berpengalaman.
Menilai Apakah Saham Penerbangan Layak Dikoleksi
Investasi saham penerbangan memiliki keunggulan berupa potensi pertumbuhan yang sangat elastis. Ketika permintaan perjalanan meningkat dan pertumbuhan ekonomi melambat, laba maskapai biasanya meningkat tajam, mendorong harga saham naik cepat. Pengalaman dari tahun 2022-2024 pasca pandemi menunjukkan hal ini secara nyata. Selain itu, perusahaan besar di industri ini biasanya memiliki posisi pasar yang jelas, hak rute, kualifikasi pilot, dan skala armada yang tinggi, membentuk hambatan masuk yang tinggi dan menjamin daya saing jangka panjang.
Namun, investor harus menyadari risiko yang melekat pada saham penerbangan. Pertama, struktur biaya yang tinggi adalah kenyataan industri ini. Biaya bahan bakar, tenaga kerja, dan pemeliharaan armada sulit disesuaikan secara cepat saat resesi, sehingga margin laba sangat rentan. Kedua, rasio utang yang tinggi dan kebutuhan modal besar membuat maskapai sangat sensitif terhadap suku bunga dan siklus ekonomi. Jika ekonomi memburuk atau suku bunga naik tajam, tekanan keuangan akan meningkat secara cepat. Ketiga, industri ini sangat rentan terhadap peristiwa black swan seperti krisis geopolitik, cuaca ekstrem, dan perubahan regulasi ruang udara, yang dapat menyebabkan penurunan jumlah penerbangan secara drastis.
Bagi investor pemula, volatilitas saham penerbangan cukup tinggi dan membutuhkan ketahanan mental. Untuk yang memiliki toleransi risiko rendah, disarankan menempatkan sebagian kecil portofolio pada maskapai yang stabil seperti EVA Air dan Delta Air Lines saat siklus ekonomi menunjukkan tren positif dan harga minyak stabil. Bagi investor agresif, dengan manajemen risiko yang baik, penggunaan CFD dapat memperbesar potensi keuntungan.
Prospek Saham Penerbangan Tahun 2026 dan Masa Depan
IATA memperkirakan jumlah penumpang penerbangan global akan terus meningkat, dan pada tahun 2040, permintaan perjalanan udara akan berlipat ganda dari sekitar 4 miliar menjadi sekitar 8 miliar penumpang, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 3,4%. Ini memberikan dasar yang kokoh untuk investasi jangka panjang di saham penerbangan.
Institusi keuangan utama seperti Morgan Stanley mulai merekomendasikan saham penerbangan secara aktif. Morgan Stanley memilih Delta Air Lines sebagai favorit utama karena basis pelanggan kelas atas, pengendalian biaya yang solid, dan keunggulan lindung nilai bahan bakar. Bahkan, mereka meningkatkan peringkat American Airlines dari overweight menjadi overweight khusus, dengan target harga naik lebih dari 35%.
Namun, investasi di saham penerbangan tidak boleh dilakukan secara buta optimistis. Investor harus menyesuaikan strategi masuk dan keluar sesuai toleransi risiko dan kerangka waktu investasi. Untuk investor jangka panjang yang mengutamakan stabilitas, maskapai besar di Taiwan dan AS adalah pilihan yang baik; untuk yang mencari pertumbuhan, maskapai seperti StarLux dan maskapai di pasar Amerika Latin seperti Copa Airlines patut diperhatikan; untuk trader jangka pendek, volatilitas maskapai biaya rendah menawarkan peluang trading lebih banyak.
Logika investasi saham penerbangan sangat jelas—mengikuti siklus ekonomi, memilih perusahaan berkualitas, dan mengelola risiko dengan baik akan memberi peluang meraih keuntungan yang baik saat industri pulih. Pemulihan industri penerbangan global dari 2025 hingga 2026 menyediakan jendela peluang yang langka untuk investasi semacam ini.