Zhuzhou Daily News (Jurnalis Multimedia / Liu Qiong, Koordinator / Zhang Jun) Sebuah gambar yang diubah hampir menyebabkan sebuah bisnis lintas negara yang awalnya berjalan lancar harus berhadapan dengan pengadilan. Baru-baru ini, Pengadilan Distrik Hetang berhasil menyelesaikan mediasi dalam sengketa kontrak yang melibatkan perusahaan Italia, sehingga kedua pihak yang menghadapi risiko pemutusan kontrak tidak hanya berdamai, tetapi juga melanjutkan kerjasama mereka.
Pada April 2023, sebuah perusahaan jasa dari Italia memesan sejumlah cetakan khusus dari sebuah perusahaan pembuatan cetakan di Zhuzhou melalui platform perdagangan luar negeri. Setelah pihak Italia membayar sesuai kesepakatan, karena adanya perubahan gambar di tengah jalan, proses pembuatan menjadi lebih sulit dan perusahaan cetakan gagal mengirimkan tepat waktu. Pada Mei 2025, pihak Italia mengajukan gugatan ke Pengadilan Hetang, meminta pembatalan kontrak, pengembalian uang, dan pembayaran denda atas pelanggaran kontrak.
Hakim yang menangani kasus, Li Ruying, menelusuri fakta-fakta dan menemukan bahwa kedua pihak sebelumnya bekerja sama dengan baik, dan perusahaan cetakan tidak berniat melanggar kontrak. Bahkan setelah gambar diubah, mereka tetap mampu menyelesaikan sebagian besar produksi cetakan. Mengingat cetakan ini dibuat sesuai permintaan khusus pihak Italia dan tidak dapat dijual ke pihak lain, jika diputuskan sepihak, kedua pihak akan mengalami kerugian besar.
Untuk menemukan solusi terbaik, hakim memulai proses mediasi: satu sisi, memperjelas tanggung jawab dan memastikan terdakwa bertanggung jawab atas keterlambatan pengiriman; sisi lain, membangun platform komunikasi “online + offline” untuk membimbing kedua pihak melakukan negosiasi secara rasional berdasarkan aturan bisnis internasional dan kerjasama jangka panjang.
Akhirnya, kedua pihak mencapai kesepakatan: pihak Italia menerima cetakan yang telah diproduksi, perusahaan cetakan mengembalikan sebagian uang dan membayar denda kecil, serta merinci standar layanan purna jual di masa mendatang. Saat ini, seluruh cetakan telah diserahkan, dan hubungan kerjasama mereka dapat dilanjutkan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pengadilan Distrik Hetang dengan Cerdas Menyelesaikan Sengketa Kontrak Lintas Negara
Artikel ini diambil dari: Harian Zhuzhou
Zhuzhou Daily News (Jurnalis Multimedia / Liu Qiong, Koordinator / Zhang Jun) Sebuah gambar yang diubah hampir menyebabkan sebuah bisnis lintas negara yang awalnya berjalan lancar harus berhadapan dengan pengadilan. Baru-baru ini, Pengadilan Distrik Hetang berhasil menyelesaikan mediasi dalam sengketa kontrak yang melibatkan perusahaan Italia, sehingga kedua pihak yang menghadapi risiko pemutusan kontrak tidak hanya berdamai, tetapi juga melanjutkan kerjasama mereka.
Pada April 2023, sebuah perusahaan jasa dari Italia memesan sejumlah cetakan khusus dari sebuah perusahaan pembuatan cetakan di Zhuzhou melalui platform perdagangan luar negeri. Setelah pihak Italia membayar sesuai kesepakatan, karena adanya perubahan gambar di tengah jalan, proses pembuatan menjadi lebih sulit dan perusahaan cetakan gagal mengirimkan tepat waktu. Pada Mei 2025, pihak Italia mengajukan gugatan ke Pengadilan Hetang, meminta pembatalan kontrak, pengembalian uang, dan pembayaran denda atas pelanggaran kontrak.
Hakim yang menangani kasus, Li Ruying, menelusuri fakta-fakta dan menemukan bahwa kedua pihak sebelumnya bekerja sama dengan baik, dan perusahaan cetakan tidak berniat melanggar kontrak. Bahkan setelah gambar diubah, mereka tetap mampu menyelesaikan sebagian besar produksi cetakan. Mengingat cetakan ini dibuat sesuai permintaan khusus pihak Italia dan tidak dapat dijual ke pihak lain, jika diputuskan sepihak, kedua pihak akan mengalami kerugian besar.
Untuk menemukan solusi terbaik, hakim memulai proses mediasi: satu sisi, memperjelas tanggung jawab dan memastikan terdakwa bertanggung jawab atas keterlambatan pengiriman; sisi lain, membangun platform komunikasi “online + offline” untuk membimbing kedua pihak melakukan negosiasi secara rasional berdasarkan aturan bisnis internasional dan kerjasama jangka panjang.
Akhirnya, kedua pihak mencapai kesepakatan: pihak Italia menerima cetakan yang telah diproduksi, perusahaan cetakan mengembalikan sebagian uang dan membayar denda kecil, serta merinci standar layanan purna jual di masa mendatang. Saat ini, seluruh cetakan telah diserahkan, dan hubungan kerjasama mereka dapat dilanjutkan.