(MENAFN) Agen intelijen utama Amerika Serikat telah merilis ajakan publik yang bertujuan merekrut informan di dalam Iran, menawarkan panduan rinci tentang cara membangun saluran komunikasi yang aman saat ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat.
Dalam sebuah video berdurasi dua menit yang didistribusikan hari Selasa, Central Intelligence Agency menjelaskan langkah-langkah teknis untuk menjangkau secara aman. Pesan tersebut menyarankan calon kontak untuk mengandalkan jaringan pribadi virtual dan jaringan Tor, sambil memperingatkan agar tidak menggunakan komputer kantor atau telepon kantor untuk menghindari deteksi.
“Central Intelligence Agency dapat mendengar suara Anda dan ingin membantu Anda,” kata agen tersebut dalam video berbahasa Farsi, yang dibagikan di berbagai platform termasuk X, Instagram, dan YouTube.
Upaya ini dilakukan di tengah meningkatnya posisi militer Amerika di Timur Tengah. Beberapa minggu terakhir, telah dilakukan penempatan dua kelompok kapal induk bersama dengan aset udara tambahan di wilayah tersebut, menurut laporan.
Pada saat yang sama, Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan terhadap Teheran, menyatakan pada hari Senin bahwa Iran akan menghadapi “hari yang sangat buruk” jika gagal menerima syarat yang dia ajukan untuk kesepakatan terkait program nuklirnya.
Upaya diplomatik juga terus berlangsung. Negosiasi tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran—yang difasilitasi oleh Oman—akan dilanjutkan di Jenewa pada hari Kamis. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa kesepakatan nuklir masih “dalam jangkauan,” tetapi menegaskan bahwa kemampuan misil Iran merupakan “garis merah” dan “sangat tidak bisa dinegosiasikan.” Pejabat Iran terus menyatakan bahwa kegiatan nuklir negara tersebut hanya untuk tujuan sipil semata.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
CIA Mengajukan Permohonan Sumber Iran saat Ketegangan AS-Iran Meningkat
(MENAFN) Agen intelijen utama Amerika Serikat telah merilis ajakan publik yang bertujuan merekrut informan di dalam Iran, menawarkan panduan rinci tentang cara membangun saluran komunikasi yang aman saat ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat.
Dalam sebuah video berdurasi dua menit yang didistribusikan hari Selasa, Central Intelligence Agency menjelaskan langkah-langkah teknis untuk menjangkau secara aman. Pesan tersebut menyarankan calon kontak untuk mengandalkan jaringan pribadi virtual dan jaringan Tor, sambil memperingatkan agar tidak menggunakan komputer kantor atau telepon kantor untuk menghindari deteksi.
“Central Intelligence Agency dapat mendengar suara Anda dan ingin membantu Anda,” kata agen tersebut dalam video berbahasa Farsi, yang dibagikan di berbagai platform termasuk X, Instagram, dan YouTube.
Upaya ini dilakukan di tengah meningkatnya posisi militer Amerika di Timur Tengah. Beberapa minggu terakhir, telah dilakukan penempatan dua kelompok kapal induk bersama dengan aset udara tambahan di wilayah tersebut, menurut laporan.
Pada saat yang sama, Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan terhadap Teheran, menyatakan pada hari Senin bahwa Iran akan menghadapi “hari yang sangat buruk” jika gagal menerima syarat yang dia ajukan untuk kesepakatan terkait program nuklirnya.
Upaya diplomatik juga terus berlangsung. Negosiasi tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran—yang difasilitasi oleh Oman—akan dilanjutkan di Jenewa pada hari Kamis. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa kesepakatan nuklir masih “dalam jangkauan,” tetapi menegaskan bahwa kemampuan misil Iran merupakan “garis merah” dan “sangat tidak bisa dinegosiasikan.” Pejabat Iran terus menyatakan bahwa kegiatan nuklir negara tersebut hanya untuk tujuan sipil semata.