Pada 25 Februari, menurut laporan Bloomberg, Zimbabwe mengumumkan penghentian ekspor bijih lithium dan mineral mentah untuk mendorong perusahaan pertambangan membangun kapasitas pengolahan di dalam negeri. Menteri Pertambangan Polite Cambamura mengatakan di Harare, ibu kota, bahwa larangan tersebut berlaku mulai hari ini hingga pemberitahuan selanjutnya.
Data resmi menunjukkan bahwa Zimbabwe memiliki salah satu cadangan lithium terbesar di Afrika, diperkirakan mencapai 126 juta ton, dan masuk dalam daftar negara produsen utama di dunia. Cambamura menyatakan bahwa pencabutan larangan akan dilakukan jika perusahaan pertambangan sepenuhnya mematuhi persyaratan pemerintah. Negara ini telah mengumumkan rencana untuk melarang ekspor bijih lithium pada tahun 2027, bertujuan memaksa perusahaan asing untuk membangun kapasitas pemurnian di dalam negeri.
Setelah pengumuman tersebut, saham pertambangan lithium di pasar AS menunjukkan kenaikan sebelum perdagangan dibuka, dengan Sigma Lithium naik lebih dari 8%, dan Ecolab naik lebih dari 4%.
Informasi lebih lanjut akan terus diperbarui.
Peringatan risiko dan ketentuan penafian
Pasar memiliki risiko, investasi harus dilakukan dengan hati-hati. Artikel ini tidak merupakan saran investasi pribadi, dan tidak mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi keuangan, atau kebutuhan khusus pengguna. Pengguna harus menilai apakah pendapat, pandangan, atau kesimpulan dalam artikel ini sesuai dengan kondisi mereka. Investasi dilakukan atas tanggung jawab sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Saham tambang lithium di pasar saham AS menguat sebelum perdagangan, laporan: Zimbabwe hentikan ekspor konsentrat lithium dan bijih mentah
Pada 25 Februari, menurut laporan Bloomberg, Zimbabwe mengumumkan penghentian ekspor bijih lithium dan mineral mentah untuk mendorong perusahaan pertambangan membangun kapasitas pengolahan di dalam negeri. Menteri Pertambangan Polite Cambamura mengatakan di Harare, ibu kota, bahwa larangan tersebut berlaku mulai hari ini hingga pemberitahuan selanjutnya.
Data resmi menunjukkan bahwa Zimbabwe memiliki salah satu cadangan lithium terbesar di Afrika, diperkirakan mencapai 126 juta ton, dan masuk dalam daftar negara produsen utama di dunia. Cambamura menyatakan bahwa pencabutan larangan akan dilakukan jika perusahaan pertambangan sepenuhnya mematuhi persyaratan pemerintah. Negara ini telah mengumumkan rencana untuk melarang ekspor bijih lithium pada tahun 2027, bertujuan memaksa perusahaan asing untuk membangun kapasitas pemurnian di dalam negeri.
Setelah pengumuman tersebut, saham pertambangan lithium di pasar AS menunjukkan kenaikan sebelum perdagangan dibuka, dengan Sigma Lithium naik lebih dari 8%, dan Ecolab naik lebih dari 4%.
Informasi lebih lanjut akan terus diperbarui.
Peringatan risiko dan ketentuan penafian
Pasar memiliki risiko, investasi harus dilakukan dengan hati-hati. Artikel ini tidak merupakan saran investasi pribadi, dan tidak mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi keuangan, atau kebutuhan khusus pengguna. Pengguna harus menilai apakah pendapat, pandangan, atau kesimpulan dalam artikel ini sesuai dengan kondisi mereka. Investasi dilakukan atas tanggung jawab sendiri.