Bagaimana cara menghasilkan uang dari saham? Tiga jalur keuntungan utama dan strategi investasi yang paling cocok untuk Anda

Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi terus mendorong naik biaya hidup, sehingga tabungan deposito tradisional semakin sulit untuk mengatasi krisis penurunan nilai aset. Dalam lingkungan seperti ini, bagaimana cara menghasilkan uang dari saham menjadi pertanyaan yang paling banyak diperhatikan banyak orang. Dibandingkan menabung secara pasif, investasi aktif telah menjadi kemampuan keuangan yang tak terpisahkan dari kehidupan modern. Artikel ini akan membahas secara mendalam mekanisme utama keuntungan dari investasi saham, membantu Anda menemukan metode terbaik yang sesuai untuk menghasilkan uang.

Mengapa saham bisa menghasilkan uang? Memahami tiga sumber utama keuntungan

Esensi dari bagaimana saham menghasilkan uang berasal dari tiga sumber pendapatan yang sama sekali berbeda. Setiap jalur cocok untuk tipe investor yang berbeda, dan memilih cara yang sesuai adalah kunci untuk keuntungan jangka panjang.

Anda dapat memperoleh keuntungan dari perdagangan saham melalui tiga cara utama berikut:

  • Pendapatan dividen — Menikmati bagian laba perusahaan dengan memegang saham
  • Keuntungan selisih harga — Membeli rendah dan menjual tinggi untuk menangkap fluktuasi pasar
  • Pendapatan pinjaman saham — Membiarkan saham Anda bekerja secara pasif dengan meminjamkannya

Pendapatan dividen — Memegang perusahaan berkualitas untuk menikmati pertumbuhan jangka panjang

Ketika Anda membeli saham, Anda menjadi pemegang saham perusahaan dan memiliki hak untuk menikmati bagian laba perusahaan. Berbagai perusahaan memiliki strategi dividen yang berbeda: ada yang (seperti Berkshire Hathaway) terus menginvestasikan kembali laba untuk mendorong kenaikan harga saham; ada juga yang (seperti Coca-Cola) secara rutin mengembalikan laba kepada pemegang saham dalam bentuk kas. Ada pula perusahaan yang menggunakan skema penawaran saham baru, sehingga jumlah saham yang Anda miliki akan bertambah setiap tahun.

Daya tarik dividen terletak pada kenyataan bahwa Anda tidak hanya mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham, tetapi juga menerima pengembalian kas tambahan setiap tahun. Investasi jangka panjang pada perusahaan yang stabil dan berkualitas, dengan dividen dan apresiasi harga saham, sering kali menghasilkan efek bunga majemuk yang cukup menguntungkan.

Waspadai jebakan dividen — Tidak semua dividen layak diterima

Perlu diingat bahwa dividen adalah perusahaan memindahkan dana dari rekeningnya ke rekening Anda, dan harga saham biasanya akan turun secara proporsional keesokan harinya. Jika harga saham tidak segera kembali ke level sebelum dividen, maka ini hanya “pertukaran tangan kiri ke tangan kanan” yang dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerugian.

Contoh yang patut diwaspadai adalah kasus HTC (2498). Pada tahun 2011, perusahaan membagikan dividen tunai sebesar 40 yuan, tetapi laba perusahaan kemudian menurun drastis. Harga saham sempat jatuh dari sekitar 1.300 yuan ke 200 yuan, dan banyak investor yang menabung saham hingga kini belum kembali ke posisi awal. Ini mengingatkan kita bahwa, dividen tinggi tidak selalu berarti investasi yang baik; harus dipastikan perusahaan memiliki kemampuan laba yang berkelanjutan untuk mendukungnya.

Pertimbangan pajak atas dividen

Investasi di pasar saham AS yang membagikan dividen juga harus memperhatikan pengaruh pajak. Pemerintah AS secara langsung memotong 30% dari dividen sebagai pajak, yang merupakan biaya tersembunyi bagi investor Taiwan. Oleh karena itu, terkadang lebih menguntungkan untuk fokus pada keuntungan dari selisih harga daripada menerima dividen dari saham AS.

Keuntungan selisih harga — Mengambil peluang dari fluktuasi pasar

Harga saham berubah setiap saat. Logika membeli rendah dan menjual tinggi tampak sederhana, tetapi pelaksanaannya tidak mudah. Fluktuasi harga saham dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kondisi operasional perusahaan, prospek industri, ekonomi makro, permintaan dan penawaran pasar, bahkan emosi investor.

Tiga metode untuk memprediksi harga saham

Untuk menilai apakah harga akan naik atau turun di masa depan, investor biasanya mengandalkan:

  • Analisis fundamental — Meneliti laporan keuangan dan daya saing perusahaan
  • Analisis teknikal — Mengamati tren harga dan volume transaksi
  • Analisis berita — Melacak peristiwa penting dan berita industri

Jika diperkirakan saham akan naik, beli saat harga rendah dan jual saat mencapai target harga; sebaliknya, bisa juga melakukan short selling. Namun, bahkan investor profesional sering mengalami kegagalan. Statistik menunjukkan bahwa lebih dari 80% manajer dana dalam 10 tahun tidak mampu mengalahkan indeks pasar, yang menunjukkan betapa sulitnya memprediksi pasar.

Risiko trading jangka pendek

Trading jangka pendek membutuhkan pemilihan instrumen yang likuid dan volatilitas tinggi. Selain itu, risiko short selling jauh lebih besar, sehingga harus selalu menetapkan stop-loss secara ketat. Disarankan untuk segera keluar saat harga berbalik sekitar 15% dari posisi, agar kerugian tidak membesar secara tak terkendali.

Pendapatan pinjaman saham — Membiarkan aset tidak aktif bekerja sebagai penghasilan pasif

Selain membeli dan menjual saham serta menerima dividen, ada cara ketiga untuk meningkatkan pendapatan dari saham Anda—meminjamkan saham dan mendapatkan biaya pinjam.

Jika Anda berencana memegang saham dalam jangka panjang dan fluktuasi harga jangka pendek tidak terlalu mempengaruhi, pertimbangkan untuk meminjamkan saham tersebut. Selain tetap mendapatkan dividen dan keuntungan dari selisih harga saat menjual di masa depan, Anda juga bisa memperoleh pendapatan tambahan dari biaya pinjam selama masa pinjaman, menjadikan aset tidak aktif sebagai sumber penghasilan pasif.

Biaya dan risiko meminjamkan saham

Kekurangannya adalah Anda kehilangan fleksibilitas dalam pengelolaan saham. Karena saham sedang dipinjamkan, jika muncul harga jual yang diinginkan di pasar, Anda harus menarik kembali saham terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi. Oleh karena itu, investor yang sering melakukan trading jangka pendek tidak cocok menggunakan fitur ini.

Di mana letak kesulitan dalam menentukan waktu transaksi saham? Kesalahan umum yang dilakukan investor

Pasar saham penuh variabel dan ketidakpastian, dan tingkat kompleksitasnya jauh melebihi bayangan kebanyakan orang. Pasar dipengaruhi oleh kondisi operasional perusahaan, prospek industri, peristiwa sosial, situasi politik, dan faktor permintaan serta penawaran, yang semuanya terus berubah dan menyebabkan harga saham berfluktuasi setiap saat.

Prediksi masa depan selalu penuh tantangan

Sebuah saham yang sama, pembeli yakin akan naik, sementara penjual yakin akan turun—siapa yang benar? Inilah tantangan terbesar dalam trading saham. Bahkan profesional berpengalaman pun sulit memprediksi secara akurat. Data menunjukkan bahwa lebih dari 80% manajer dana dalam 10 tahun gagal mengalahkan indeks pasar.

Mengatasi emosi dan membangun sistem trading yang rasional

Untuk mencapai keuntungan stabil di pasar saham, bukan hanya pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan, tetapi juga disiplin dan kekuatan mental. Beberapa prinsip kunci meliputi:

  • Hindari trading berdasarkan emosi — Jangan biarkan fluktuasi pasar atau opini orang lain mempengaruhi keputusan
  • Gabungkan berbagai analisis — Menggunakan analisis fundamental, teknikal, dan sentimen pasar secara bersamaan
  • Kontrol posisi secara ketat — Tentukan sebelumnya batas kerugian yang dapat ditanggung, dan hindari overtrading
  • Tetapkan tujuan transaksi yang jelas — Sebelum melakukan transaksi, tentukan level masuk dan keluar serta jangka waktu investasi

Banyak kegagalan investor disebabkan bukan karena kurang pengetahuan, tetapi karena tidak mampu mengendalikan keserakahan dan ketakutan dalam diri mereka, yang menyebabkan siklus kecil untung dan besar rugi.

Strategi menghasilkan uang bagi berbagai tipe investor — Temukan jalur yang paling cocok untuk diri sendiri

Tidak ada satu jawaban pasti tentang bagaimana menghasilkan uang dari saham, karena setiap orang memiliki arus kas, toleransi risiko, dan waktu yang berbeda. Yang terpenting adalah mengenali diri sendiri terlebih dahulu dan merancang strategi yang sesuai.

Strategi untuk investor konservatif

Metode nilai investasi

Ini adalah strategi paling klasik—mencari perusahaan berkualitas yang undervalued, memegangnya dalam jangka panjang, dan menunggu pasar mengakui nilai sebenarnya.

Dalam memilih saham, carilah perusahaan dengan keunggulan kompetitif yang kokoh—yang memiliki “moat” yang tahan lama. Jika perusahaan hanya naik karena sentimen jangka pendek tanpa kekuatan kompetitif jangka panjang, tidak layak dipertahankan dalam jangka panjang. Inti dari nilai investasi adalah: cari perusahaan bagus → beli saat undervalued → sabar menunggu harga kembali ke nilai intrinsiknya.

Investasi rutin berkala

Jika tujuan Anda adalah mengumpulkan kekayaan secara jangka panjang (misalnya dana pensiun atau dana pendidikan), gunakan metode investasi rutin berkala.

Pilih pasar atau perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang, dan setiap bulan investasikan sejumlah dana secara tetap untuk membeli ETF indeks atau saham unggulan (seperti Apple, Microsoft, Amazon). Keuntungan dari metode ini adalah biaya pembelian secara otomatis menjadi harga rata-rata selama periode investasi, dan selama pasar terus tumbuh, aset akan meningkat secara stabil. Data menunjukkan bahwa investor yang menggunakan metode ini di indeks besar Taiwan selama lebih dari lima tahun memperoleh keuntungan sekitar 82%.

Strategi untuk investor agresif

Investasi tren

Beberapa saham mengalami fluktuasi harga yang jelas dalam periode tertentu, misalnya saham terkait pariwisata selama musim liburan, atau saham e-commerce selama festival belanja Double 11. Satu tren biasanya berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu.

Investasi tren membutuhkan perhatian terhadap berita pasar secara real-time, menilai kapan harga saham berada di posisi awal kenaikan, dan memperkirakan berapa lama kenaikan ini akan berlanjut. Karena memerlukan pemantauan aktif, metode ini lebih cocok untuk investor yang memiliki waktu untuk mengikuti pasar.

Trading harian (day trading)

Trading harian adalah membeli dan menjual saham dalam hari yang sama, tanpa memegang posisi semalaman. Metode ini cocok untuk investor yang bisa memantau pasar sepanjang hari.

Trading harian terutama didasarkan pada analisis teknikal, dan memerlukan penguasaan level resistance dan support. Misalnya, membeli saat harga menembus resistance, atau menjual saat harga menembus support. Karena selama hari transaksi perusahaan tidak mengalami perubahan fundamental besar, peluang profit dari kedua posisi sangat terbuka.

Perbandingan investasi jangka panjang dan trading jangka pendek — Mana yang lebih mudah menghasilkan uang?

Benarkah investasi saham bisa menghasilkan uang? Di dunia maya, banyak investor berbagi pengalaman keuntungan, tetapi ada satu fakta penting yang tersembunyi: kerugian kecil jarang yang berani dibagikan secara terbuka, dan menghasilkan uang bukanlah hal yang mudah.

Catatan nyata dari investor ritel

Menurut statistik Bursa Efek Taiwan, rata-rata kerugian investor ritel selama beberapa tahun terakhir adalah sekitar 15,7%. Sebaliknya, investor yang menerapkan metode investasi rutin berkala mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Perbedaan ini berasal dari strategi investasi dan frekuensi transaksi yang berbeda secara mendasar.

Keuntungan investasi jangka panjang

Investor jangka panjang cenderung memperoleh keuntungan lebih tinggi karena perusahaan yang terus beroperasi secara konsisten akan menghasilkan laba. Selama tidak terjebak dalam perusahaan bangkrut atau industri yang mengalami kebangkrutan, memegang indeks pasar secara panjang akan memungkinkan Anda berbagi keuntungan dari pertumbuhan ekonomi.

Sebagai contoh, investasi indeks S&P 500, Anda tidak perlu memprediksi perusahaan mana yang akan menjadi yang terkuat di 10 tahun mendatang, cukup percaya bahwa 500 perusahaan terbesar di AS akan terus berkembang dan nilainya akan melampaui saat ini. Karena dana global cenderung mengalir ke aset berkualitas dalam jangka panjang, asumsi ini biasanya benar.

Jerat trading jangka pendek

Sebaliknya, trader yang sering melakukan transaksi jangka pendek memiliki tingkat kerugian yang lebih tinggi. Penyebabnya meliputi:

  • Biaya transaksi dan pajak yang tinggi menggerogoti keuntungan
  • Bias psikologis—“Kalau untung, cepat-cepat ambil, kalau rugi, tahan dulu sampai tidak rugi lagi”—mengakibatkan kerugian kecil tapi sering, dan kerugian besar yang sulit dipulihkan
  • Prediksi pasar yang sulit, sehingga kebanyakan investor ritel sulit mengalahkan pasar dalam jangka panjang

Memang, ada trader yang sangat mahir, tetapi mereka membutuhkan usaha dan latihan yang konsisten untuk menguasainya.

Kesimpulan: Pilih jalur investasi saham yang paling sesuai dengan diri Anda

Jawaban tentang bagaimana menghasilkan uang dari saham tidaklah tunggal. Investor yang sukses terlebih dahulu adalah mereka yang mengenal diri sendiri—memahami toleransi risiko, waktu yang tersedia, dan tujuan keuangan—kemudian merancang strategi yang sesuai.

Apapun tipe Anda, baik konservatif maupun agresif, prinsip utama tetap sama: hindari mengikuti arus secara buta, bangun disiplin, dan kendalikan risiko secara ketat. Memilih platform trading yang terpercaya dan transparan juga sangat penting.

Ingatlah bahwa investasi saham adalah perjalanan jangka panjang untuk mengumpulkan kekayaan, bukan perjudian untuk kekayaan instan. Dengan memilih strategi yang cocok dan konsisten menjalankannya, Anda memiliki peluang untuk terus meraih keuntungan di lautan saham.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)