Ketika investor mencari peluang investasi lebih banyak, mereka sering menghadapi satu pertanyaan: mengapa beberapa perusahaan tidak dapat terdaftar di bursa utama? Jawabannya ada di pasar saham OTC. Saham OTC tidak hanya menyediakan jalur pendanaan bagi usaha kecil dan startup, tetapi juga membuka dunia investasi di luar bursa tradisional bagi para investor. Panduan ini akan membantu Anda memahami secara menyeluruh apa itu saham OTC, bagaimana cara kerjanya, serta poin-poin penting yang perlu diperhatikan saat berinvestasi.
Definisi Saham OTC—Konsep Dasar yang Perlu Anda Ketahui
OTC adalah singkatan dari “Over The Counter”, dalam bahasa Mandarin disebut “場外交易” atau “店頭交易”, yang berarti “perdagangan di luar bursa” atau “perdagangan di atas meja”. Singkatnya, perdagangan saham OTC terjadi di luar pasar terpusat—investor tidak melakukan transaksi di bursa saham resmi, melainkan langsung membeli dan menjual saham melalui bank, broker, telepon, atau sistem elektronik.
Di pasar OTC, harga tidak terbentuk melalui lelang kolektif dari banyak pembeli dan penjual seperti di pasar terpusat, melainkan melalui negosiasi langsung antara kedua belah pihak. Lawan transaksi Anda bisa jadi adalah bank, perusahaan sekuritas, perusahaan, atau investor individu lainnya.
Saham OTC biasanya berasal dari perusahaan kecil dan menengah yang tidak memenuhi standar listing di bursa, atau perusahaan yang enggan memenuhi persyaratan pengungkapan yang ketat. Dalam beberapa tahun terakhir, dengan perkembangan internet, ukuran pasar OTC berkembang pesat dan semakin banyak menarik minat investor.
Mekanisme dan Aturan Perdagangan Saham OTC
Di Taiwan, cara perdagangan saham OTC sama persis dengan proses saham yang terdaftar di bursa, tetapi skala perusahaan dan standar pencantuman berbeda. Prosesnya meliputi langkah-langkah berikut:
Langkah Pertama: Melalui broker melakukan order
Investor mengirimkan instruksi beli atau jual ke broker, prosesnya sama seperti membeli saham yang terdaftar di bursa.
Langkah Kedua: Pesanan masuk ke sistem pencocokan
Broker mengunggah pesanan ke sistem pencocokan otomatis (ATS) dari Taiwan OTC Center, yang secara otomatis mencocokkan transaksi berdasarkan prinsip “prioritas harga, prioritas waktu”. Aturan teknis transaksi ini sinkron dengan pasar terdaftar, sehingga tidak memerlukan langkah tambahan.
Jam dan Aturan Perdagangan Saham OTC
Waktu
Jam
Pra-pembukaan
08:30–09:00
Perdagangan normal
09:00–13:30
Penetapan harga setelah jam
13:40–14:30
Aturan Inti Perdagangan:
Mekanisme lelang kolektif: dilakukan setiap 5 detik sekali
Batas kenaikan/harga turun: ±10% (sama seperti di pasar terdaftar)
Pencocokan transaksi: menggunakan sistem pencocokan terpusat
Sistem penyelesaian: T+2 (penyelesaian dua hari kerja setelah transaksi)
Mekanisme ini sepenuhnya sama dengan pasar terdaftar, dan inilah sebabnya mengapa ambang masuk berinvestasi saham OTC relatif tidak tinggi. Selain itu, perusahaan yang terdaftar di OTC harus mematuhi ketentuan pengungkapan informasi, termasuk laporan kuartalan, laporan tahunan, dan pengumuman berita penting, sehingga tingkat transparansinya lebih tinggi dibandingkan pasar OTC yang lebih informal.
Mengenal Pasar Saham OTC Taiwan
Pasar saham Taiwan terbagi menjadi dua sistem utama: “Bursa Saham” dan “Taiwan OTC Center”. Indeks yang disusun oleh Taiwan OTC Center disebut “Indeks OTC” atau “Indeks OTC Center”, yang digunakan untuk mencerminkan kondisi pasar saham OTC Taiwan. Banyak investor memantau Indeks OTC untuk menilai tren pasar saham kecil dan menengah.
Mengapa Ada Dua Pasar?
Alasan pemerintah mendirikan Taiwan OTC Center adalah untuk menyeimbangkan perkembangan pasar. Standar listing yang terlalu ketat dapat menghambat perkembangan perusahaan startup yang berpotensi besar—perusahaan-perusahaan ini mungkin memiliki ide produk revolusioner, tetapi kekurangan dana untuk memulai, sehingga inovasi mereka tetap di atas kertas.
Oleh karena itu, pemerintah melonggarkan syarat untuk pasar OTC: selama perusahaan mendapatkan rekomendasi dari minimal dua broker pendamping, mereka dapat terdaftar dan diperdagangkan. Jika dalam enam bulan perusahaan menunjukkan kinerja yang baik (misalnya, berbalik dari rugi menjadi laba atau menunjukkan perbaikan yang signifikan), mereka dapat mengajukan permohonan untuk listing ulang atau pencatatan di pasar terpusat.
Risiko yang Perlu Dipertimbangkan di Pasar Ini
Karena syarat pendaftaran yang relatif longgar, selain perusahaan startup yang benar-benar berkualitas, tidak jarang perusahaan yang tidak layak juga masuk ke pasar ini. Beberapa pelaku spekulasi bahkan berperan sebagai broker nakal, yang secara khusus merekomendasikan saham berisiko tinggi untuk melakukan operasi “memotong rumput” (cutting the grass). Oleh karena itu, investor tidak hanya harus memilih saham dengan cermat, tetapi juga harus menemukan broker yang terpercaya agar transaksi aman.
Perbandingan Perbedaan Antara Saham OTC dan Saham di Pasar Internal
Kemunculan bursa internal bertujuan untuk menetapkan “spesifikasi”, sehingga dibandingkan dengan aturan yang lebih ketat di pasar internal, perdagangan OTC lebih mendekati hukum dasar ekonomi yaitu hukum penawaran dan permintaan. Berikut perbedaan utamanya:
Aspek
Pasar Internal (Bursa Terpusat)
Saham OTC (Perdagangan di Luar Bursa)
Karakteristik Produk
Standar
Non-standar, beragam
Metode Perdagangan
Lelang kolektif
Negosiasi langsung
Lokasi Perdagangan
Di bursa resmi
Di berbagai broker dan lembaga keuangan
Pengawasan
Diawasi ketat oleh pemerintah
Pengawasan relatif longgar
Keterbukaan Harga
Harga dan volume transaksi terbuka
Tidak selalu terbuka
Volume dan Likuiditas
Besar, likuiditas tinggi
Kecil, likuiditas relatif rendah
Biaya Perdagangan
Lebih tinggi
Beragam tergantung produk, metode, dan lawan transaksi
Perbedaan Spesifikasi Produk
Contohnya, dalam jual beli emas, perdagangan di bursa seperti pergi ke bank—setiap bank memiliki standar yang sama; sedangkan perdagangan OTC seperti pergi ke toko gadai—setiap toko memiliki kondisi berbeda. Namun, toko gadai menawarkan berbagai jenis barang yang lebih banyak, ini adalah keunggulan yang tidak bisa digantikan.
Pengaruh Model Perdagangan
Perdagangan di bursa menggunakan lelang kolektif, yang bersifat transparan dan relatif adil, tetapi memiliki margin keuntungan yang lebih kecil. Perdagangan OTC menggunakan sistem negosiasi, di mana pembeli dan penjual menyepakati harga, dan transaksi terjadi langsung. Karena tidak perlu dipublikasikan, bahkan jika ada yang menawarkan harga lebih tinggi, tidak selalu bisa mendapatkan saham tersebut—oleh karena itu di pasar OTC, informasi lebih berharga daripada dana.
Pengawasan dan Keamanan
Perdagangan di bursa diatur dan diawasi penuh oleh pemerintah, sedangkan perdagangan OTC dilakukan oleh broker umum dan hanya sebagian yang diawasi. Banyak pelaku ilegal memanfaatkan celah pengawasan ini untuk melakukan penipuan melalui pasar virtual. Investor harus memilih platform perdagangan yang diakui dan diawasi pemerintah agar transaksi aman.
Peluang dan Risiko Berinvestasi Saham OTC
Keunggulan Berinvestasi di Saham OTC:
✓ Lebih Banyak Pilihan Investasi — Pasar OTC membantu investor mengakses bentuk investasi yang tidak tersedia di bursa tradisional, termasuk derivatif, kontrak selisih harga (CFD), perdagangan valuta asing, dan saham yang belum terdaftar. Pasar yang tersedia sangat luas.
✓ Perdagangan Lebih Fleksibel — Metode dan spesifikasi produk di OTC lebih fleksibel, memungkinkan investor menyesuaikan strategi sesuai tujuan mereka, tanpa terbatas oleh aturan ketat di pasar internal.
✓ Leverage Lebih Fleksibel — Leverage di pasar internal biasanya rendah dan banyak pembatasan, sementara di OTC, berbagai pilihan leverage tersedia, memungkinkan investor memperbesar keuntungan dengan leverage lebih tinggi.
✓ Perlindungan Keamanan yang Bertahap Meningkat — Pasar OTC modern telah membangun mekanisme keamanan berlapis, mirip dengan pasar terpusat. Banyak broker yang berizin dan diawasi lembaga keuangan ternama menawarkan layanan yang lebih profesional.
Risiko Berinvestasi di Saham OTC:
✗ Pengawasan Relatif Longgar — Pasar OTC kurang memiliki regulasi yang seragam dan transparansi penuh, sehingga rentan terhadap penipuan oleh broker nakal. Berbeda dengan perusahaan tercatat di bursa yang harus mematuhi aturan ketat.
✗ Likuiditas Mungkin Kurang — Saham OTC memiliki likuiditas lebih rendah dibandingkan bursa terpusat, yang berarti Anda mungkin tidak bisa melakukan transaksi pada harga yang diinginkan, bahkan bisa mengalami kesulitan membeli atau menjual.
✗ Risiko Fluktuasi Pasar — Seperti pasar saham, saham OTC juga dipengaruhi oleh fluktuasi pasar. Sebagian besar investor OTC tidak mendapatkan informasi pasar yang transparan seperti di bursa, sehingga rentan terhadap kekurangan informasi.
✗ Risiko Lawan Transaksi — Karena transaksi dilakukan melalui negosiasi, Anda menghadapi risiko kredit lawan transaksi, dan beberapa instrumen berisiko lebih tinggi karena volatilitas harga dan likuiditas yang kecil.
Cara Berinvestasi Saham OTC Secara Aman
Agar investasi saham OTC aman, kunci utamanya adalah:
Pertama: Pilih broker yang aman
Ini adalah syarat utama. Broker harus diawasi oleh berbagai lembaga dan memiliki sistem pengendalian risiko yang kuat. Periksa apakah broker memiliki lisensi resmi dari pemerintah, seperti ASIC Australia, CIMA Kepulauan Cayman, FSC Mauritius, dan lain-lain.
Kedua: Pilih instrumen yang matang dan likuid
Prioritaskan instrumen yang sudah berpengalaman panjang dan memiliki likuiditas relatif baik, seperti forex. Pelajari secara mendalam spread, kondisi likuiditas, proses penarikan dana, dan detail lainnya untuk melakukan penilaian menyeluruh.
Ketiga: Manfaatkan langkah perlindungan investor
Platform perdagangan OTC resmi biasanya menyediakan penilaian risiko, identifikasi KYC pelanggan, mekanisme pengaduan, dan perlindungan investor lainnya, yang membantu mengurangi risiko transaksi.
Daftar Pemeriksaan Investasi:
✓ Apakah broker diawasi oleh banyak negara?
✓ Apakah perusahaan menyediakan pengungkapan risiko yang jelas?
✓ Apakah dana pelanggan dipisahkan dan dilindungi?
✓ Apakah ada layanan pelanggan dan mekanisme pengaduan yang lengkap?
✓ Bagaimana likuiditas instrumen perdagangan?
✓ Apakah spread dan biaya transparan?
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, investor umum dapat menemukan peluang transaksi yang relatif aman di pasar OTC dan secara efektif mengurangi risiko investasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa itu saham OTC? Panduan lengkap mengenal saham perdagangan di luar bursa
Ketika investor mencari peluang investasi lebih banyak, mereka sering menghadapi satu pertanyaan: mengapa beberapa perusahaan tidak dapat terdaftar di bursa utama? Jawabannya ada di pasar saham OTC. Saham OTC tidak hanya menyediakan jalur pendanaan bagi usaha kecil dan startup, tetapi juga membuka dunia investasi di luar bursa tradisional bagi para investor. Panduan ini akan membantu Anda memahami secara menyeluruh apa itu saham OTC, bagaimana cara kerjanya, serta poin-poin penting yang perlu diperhatikan saat berinvestasi.
Definisi Saham OTC—Konsep Dasar yang Perlu Anda Ketahui
OTC adalah singkatan dari “Over The Counter”, dalam bahasa Mandarin disebut “場外交易” atau “店頭交易”, yang berarti “perdagangan di luar bursa” atau “perdagangan di atas meja”. Singkatnya, perdagangan saham OTC terjadi di luar pasar terpusat—investor tidak melakukan transaksi di bursa saham resmi, melainkan langsung membeli dan menjual saham melalui bank, broker, telepon, atau sistem elektronik.
Di pasar OTC, harga tidak terbentuk melalui lelang kolektif dari banyak pembeli dan penjual seperti di pasar terpusat, melainkan melalui negosiasi langsung antara kedua belah pihak. Lawan transaksi Anda bisa jadi adalah bank, perusahaan sekuritas, perusahaan, atau investor individu lainnya.
Saham OTC biasanya berasal dari perusahaan kecil dan menengah yang tidak memenuhi standar listing di bursa, atau perusahaan yang enggan memenuhi persyaratan pengungkapan yang ketat. Dalam beberapa tahun terakhir, dengan perkembangan internet, ukuran pasar OTC berkembang pesat dan semakin banyak menarik minat investor.
Mekanisme dan Aturan Perdagangan Saham OTC
Di Taiwan, cara perdagangan saham OTC sama persis dengan proses saham yang terdaftar di bursa, tetapi skala perusahaan dan standar pencantuman berbeda. Prosesnya meliputi langkah-langkah berikut:
Langkah Pertama: Melalui broker melakukan order
Investor mengirimkan instruksi beli atau jual ke broker, prosesnya sama seperti membeli saham yang terdaftar di bursa.
Langkah Kedua: Pesanan masuk ke sistem pencocokan
Broker mengunggah pesanan ke sistem pencocokan otomatis (ATS) dari Taiwan OTC Center, yang secara otomatis mencocokkan transaksi berdasarkan prinsip “prioritas harga, prioritas waktu”. Aturan teknis transaksi ini sinkron dengan pasar terdaftar, sehingga tidak memerlukan langkah tambahan.
Jam dan Aturan Perdagangan Saham OTC
Aturan Inti Perdagangan:
Mekanisme ini sepenuhnya sama dengan pasar terdaftar, dan inilah sebabnya mengapa ambang masuk berinvestasi saham OTC relatif tidak tinggi. Selain itu, perusahaan yang terdaftar di OTC harus mematuhi ketentuan pengungkapan informasi, termasuk laporan kuartalan, laporan tahunan, dan pengumuman berita penting, sehingga tingkat transparansinya lebih tinggi dibandingkan pasar OTC yang lebih informal.
Mengenal Pasar Saham OTC Taiwan
Pasar saham Taiwan terbagi menjadi dua sistem utama: “Bursa Saham” dan “Taiwan OTC Center”. Indeks yang disusun oleh Taiwan OTC Center disebut “Indeks OTC” atau “Indeks OTC Center”, yang digunakan untuk mencerminkan kondisi pasar saham OTC Taiwan. Banyak investor memantau Indeks OTC untuk menilai tren pasar saham kecil dan menengah.
Mengapa Ada Dua Pasar?
Alasan pemerintah mendirikan Taiwan OTC Center adalah untuk menyeimbangkan perkembangan pasar. Standar listing yang terlalu ketat dapat menghambat perkembangan perusahaan startup yang berpotensi besar—perusahaan-perusahaan ini mungkin memiliki ide produk revolusioner, tetapi kekurangan dana untuk memulai, sehingga inovasi mereka tetap di atas kertas.
Oleh karena itu, pemerintah melonggarkan syarat untuk pasar OTC: selama perusahaan mendapatkan rekomendasi dari minimal dua broker pendamping, mereka dapat terdaftar dan diperdagangkan. Jika dalam enam bulan perusahaan menunjukkan kinerja yang baik (misalnya, berbalik dari rugi menjadi laba atau menunjukkan perbaikan yang signifikan), mereka dapat mengajukan permohonan untuk listing ulang atau pencatatan di pasar terpusat.
Risiko yang Perlu Dipertimbangkan di Pasar Ini
Karena syarat pendaftaran yang relatif longgar, selain perusahaan startup yang benar-benar berkualitas, tidak jarang perusahaan yang tidak layak juga masuk ke pasar ini. Beberapa pelaku spekulasi bahkan berperan sebagai broker nakal, yang secara khusus merekomendasikan saham berisiko tinggi untuk melakukan operasi “memotong rumput” (cutting the grass). Oleh karena itu, investor tidak hanya harus memilih saham dengan cermat, tetapi juga harus menemukan broker yang terpercaya agar transaksi aman.
Perbandingan Perbedaan Antara Saham OTC dan Saham di Pasar Internal
Kemunculan bursa internal bertujuan untuk menetapkan “spesifikasi”, sehingga dibandingkan dengan aturan yang lebih ketat di pasar internal, perdagangan OTC lebih mendekati hukum dasar ekonomi yaitu hukum penawaran dan permintaan. Berikut perbedaan utamanya:
Perbedaan Spesifikasi Produk
Contohnya, dalam jual beli emas, perdagangan di bursa seperti pergi ke bank—setiap bank memiliki standar yang sama; sedangkan perdagangan OTC seperti pergi ke toko gadai—setiap toko memiliki kondisi berbeda. Namun, toko gadai menawarkan berbagai jenis barang yang lebih banyak, ini adalah keunggulan yang tidak bisa digantikan.
Pengaruh Model Perdagangan
Perdagangan di bursa menggunakan lelang kolektif, yang bersifat transparan dan relatif adil, tetapi memiliki margin keuntungan yang lebih kecil. Perdagangan OTC menggunakan sistem negosiasi, di mana pembeli dan penjual menyepakati harga, dan transaksi terjadi langsung. Karena tidak perlu dipublikasikan, bahkan jika ada yang menawarkan harga lebih tinggi, tidak selalu bisa mendapatkan saham tersebut—oleh karena itu di pasar OTC, informasi lebih berharga daripada dana.
Pengawasan dan Keamanan
Perdagangan di bursa diatur dan diawasi penuh oleh pemerintah, sedangkan perdagangan OTC dilakukan oleh broker umum dan hanya sebagian yang diawasi. Banyak pelaku ilegal memanfaatkan celah pengawasan ini untuk melakukan penipuan melalui pasar virtual. Investor harus memilih platform perdagangan yang diakui dan diawasi pemerintah agar transaksi aman.
Peluang dan Risiko Berinvestasi Saham OTC
Keunggulan Berinvestasi di Saham OTC:
✓ Lebih Banyak Pilihan Investasi — Pasar OTC membantu investor mengakses bentuk investasi yang tidak tersedia di bursa tradisional, termasuk derivatif, kontrak selisih harga (CFD), perdagangan valuta asing, dan saham yang belum terdaftar. Pasar yang tersedia sangat luas.
✓ Perdagangan Lebih Fleksibel — Metode dan spesifikasi produk di OTC lebih fleksibel, memungkinkan investor menyesuaikan strategi sesuai tujuan mereka, tanpa terbatas oleh aturan ketat di pasar internal.
✓ Leverage Lebih Fleksibel — Leverage di pasar internal biasanya rendah dan banyak pembatasan, sementara di OTC, berbagai pilihan leverage tersedia, memungkinkan investor memperbesar keuntungan dengan leverage lebih tinggi.
✓ Perlindungan Keamanan yang Bertahap Meningkat — Pasar OTC modern telah membangun mekanisme keamanan berlapis, mirip dengan pasar terpusat. Banyak broker yang berizin dan diawasi lembaga keuangan ternama menawarkan layanan yang lebih profesional.
Risiko Berinvestasi di Saham OTC:
✗ Pengawasan Relatif Longgar — Pasar OTC kurang memiliki regulasi yang seragam dan transparansi penuh, sehingga rentan terhadap penipuan oleh broker nakal. Berbeda dengan perusahaan tercatat di bursa yang harus mematuhi aturan ketat.
✗ Likuiditas Mungkin Kurang — Saham OTC memiliki likuiditas lebih rendah dibandingkan bursa terpusat, yang berarti Anda mungkin tidak bisa melakukan transaksi pada harga yang diinginkan, bahkan bisa mengalami kesulitan membeli atau menjual.
✗ Risiko Fluktuasi Pasar — Seperti pasar saham, saham OTC juga dipengaruhi oleh fluktuasi pasar. Sebagian besar investor OTC tidak mendapatkan informasi pasar yang transparan seperti di bursa, sehingga rentan terhadap kekurangan informasi.
✗ Risiko Lawan Transaksi — Karena transaksi dilakukan melalui negosiasi, Anda menghadapi risiko kredit lawan transaksi, dan beberapa instrumen berisiko lebih tinggi karena volatilitas harga dan likuiditas yang kecil.
Cara Berinvestasi Saham OTC Secara Aman
Agar investasi saham OTC aman, kunci utamanya adalah:
Pertama: Pilih broker yang aman
Ini adalah syarat utama. Broker harus diawasi oleh berbagai lembaga dan memiliki sistem pengendalian risiko yang kuat. Periksa apakah broker memiliki lisensi resmi dari pemerintah, seperti ASIC Australia, CIMA Kepulauan Cayman, FSC Mauritius, dan lain-lain.
Kedua: Pilih instrumen yang matang dan likuid
Prioritaskan instrumen yang sudah berpengalaman panjang dan memiliki likuiditas relatif baik, seperti forex. Pelajari secara mendalam spread, kondisi likuiditas, proses penarikan dana, dan detail lainnya untuk melakukan penilaian menyeluruh.
Ketiga: Manfaatkan langkah perlindungan investor
Platform perdagangan OTC resmi biasanya menyediakan penilaian risiko, identifikasi KYC pelanggan, mekanisme pengaduan, dan perlindungan investor lainnya, yang membantu mengurangi risiko transaksi.
Daftar Pemeriksaan Investasi:
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, investor umum dapat menemukan peluang transaksi yang relatif aman di pasar OTC dan secara efektif mengurangi risiko investasi.