Dolar Australia telah mengalami reli yang luar biasa di pasar forex, naik ke level tertinggi sejak Agustus 2022 karena sinyal kebijakan moneter yang berbeda antara Federal Reserve dan Reserve Bank of Australia menciptakan peluang perdagangan baru. Pemicu utama berasal dari laporan Non-Farm Payroll AS yang lebih kuat dari perkiraan, menunjukkan penciptaan 130.000 pekerjaan, jauh di atas konsensus 70.000. Namun, pemeriksaan lebih dalam terhadap laporan NFP mengungkapkan revisi besar yang memperumit narasi bagi trader USD.
Memahami Sinyal NFP Campuran dalam Perdagangan Forex
Kemenangan headline NFP menyembunyikan tren pasar tenaga kerja yang mengkhawatirkan. Revisi besar-besaran terhadap data payroll—termasuk pengurangan mengejutkan sebesar 898.000 untuk Maret 2025 saja—menggambarkan momentum ketenagakerjaan AS yang jauh lebih lemah. Rata-rata kenaikan pekerjaan bulanan untuk 2025 dipangkas menjadi hanya 15.000 dari sebelumnya 49.000, menunjukkan narasi pertumbuhan awal yang berlebihan.
Kontradiksi ini sangat penting bagi investor forex: sementara angka NFP Februari awalnya mendukung USD, revisi besar-besaran tersebut menandakan perlambatan ekonomi yang lebih mendalam. Peserta pasar dengan cepat menyesuaikan ekspektasi mereka, mengartikan revisi sebagai konfirmasi bahwa pasar tenaga kerja AS melambat lebih dari yang ditunjukkan angka utama. Akibatnya, USD mengalami penjualan yang langsung menguntungkan AUD/USD dan mata uang komoditas lainnya.
Divergensi Bank Sentral Memperkuat Rally AUD
Pada 3 Februari, RBA melakukan kenaikan suku bunga pertama sejak akhir 2023, menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,85% sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang terus-menerus. Keputusan ini sangat kontras dengan sikap hati-hati Federal Reserve, dengan pasar kini memperkirakan lebih sedikit pemotongan suku bunga AS dari sebelumnya.
Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser menegaskan pandangan hawkish pada hari Rabu, memperingatkan bahwa inflasi tetap tinggi dan menandakan kemungkinan pengetatan lebih lanjut. Panduan eksplisit ini menciptakan hambatan bagi USD di pasar forex, karena investor menilai ulang selisih suku bunga antara kedua mata uang. Divergensi kebijakan—Australia memperketat sementara Fed tetap pada jalurnya—telah menjadi pendorong utama kekuatan AUD/USD dalam beberapa sesi terakhir.
Data Penting: Ujian Kritis Mendatang untuk AUD/USD
Minggu mendatang menghadirkan beberapa peristiwa risiko utama bagi trader forex yang memantau pasangan ini. Data Ekspektasi Inflasi Konsumen Australia hari Kamis dapat memperkuat narasi hawkish RBA jika outlook harga konsumen tetap tinggi. Lebih penting lagi, laporan Indeks Harga Konsumen AS hari Jumat menjadi acara utama minggu ini: konsensus memperkirakan CPI utama akan moderat menjadi 2,5% secara tahunan dari 2,7%, sementara CPI inti bulan-ke-bulan diperkirakan 0,3%.
Pembacaan CPI yang lebih lembut dari perkiraan akan memperpanjang tren penurunan nilai USD dan mendorong AUD/USD lebih tinggi, sementara kejutan inflasi bisa mengganggu reli dan memicu pengambilan keuntungan. Pembicara Fed termasuk Logan dan Miran dijadwalkan berbicara hari Jumat, berpotensi memberikan petunjuk tambahan tentang arah kebijakan bank sentral.
Breakout Teknis Mengonfirmasi Momentum Forex
Pada grafik harian, AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0.7130, naik 0,77% setelah rilis data NFP, dengan pasangan mencapai titik tertinggi intraday di 0.7143. Gambaran teknikal mengonfirmasi momentum bullish yang kuat: pasangan ini berada di atas rata-rata bergerak eksponensial 50 hari (EMA) di 0.6810 dan EMA 200 hari di 0.6616, menegaskan tren higher highs dan higher lows sejak rendahnya di 0.6466 bulan Desember.
Reli terbaru ini cukup agresif, dengan pasangan ini menguat lebih dari 600 pip dari zona konsolidasi akhir Januari di sekitar 0.6700. Stochastic Oscillator (14, 5, 5) berada di 86,24/79,19—terlalu jenuh beli—menunjukkan bahwa momentum sudah cukup kuat, meskipun indikator ini belum menunjukkan sinyal crossover bearish yang mengonfirmasi pembalikan.
Target Harga dan Level Risiko untuk Trader Forex
Resistance di atas high sesi 0.7143 membuka jalan menuju level psikologis penting 0.7200, dengan target lanjutan di sekitar 0.7250 jika tekanan beli tetap kuat. Support berada di angka bulat 0.7000, dengan support sekunder di kisaran konsolidasi akhir Januari antara 0.6930 dan 0.6900.
Bagi trader forex, penutupan harian di atas 0.7143 akan menunjukkan momentum berlanjut menuju zona 0.7200-0.7250. Sebaliknya, penurunan kembali di bawah 0.7000 akan menandakan koreksi yang lebih dalam, dengan level 0.6930 menjadi titik penting di mana zona breakout awal dan resistance sebelumnya yang berubah menjadi support bertemu. Revisi NFP dan data CPI mendatang kemungkinan akan menentukan apakah pasangan ini dapat mempertahankan breakout di atas level teknikal utama ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Data NFP Mengubah Bentuk Pasar Forex: AUD/USD Mencapai Level Tertinggi 3 Tahun karena Divergensi Kebijakan
Dolar Australia telah mengalami reli yang luar biasa di pasar forex, naik ke level tertinggi sejak Agustus 2022 karena sinyal kebijakan moneter yang berbeda antara Federal Reserve dan Reserve Bank of Australia menciptakan peluang perdagangan baru. Pemicu utama berasal dari laporan Non-Farm Payroll AS yang lebih kuat dari perkiraan, menunjukkan penciptaan 130.000 pekerjaan, jauh di atas konsensus 70.000. Namun, pemeriksaan lebih dalam terhadap laporan NFP mengungkapkan revisi besar yang memperumit narasi bagi trader USD.
Memahami Sinyal NFP Campuran dalam Perdagangan Forex
Kemenangan headline NFP menyembunyikan tren pasar tenaga kerja yang mengkhawatirkan. Revisi besar-besaran terhadap data payroll—termasuk pengurangan mengejutkan sebesar 898.000 untuk Maret 2025 saja—menggambarkan momentum ketenagakerjaan AS yang jauh lebih lemah. Rata-rata kenaikan pekerjaan bulanan untuk 2025 dipangkas menjadi hanya 15.000 dari sebelumnya 49.000, menunjukkan narasi pertumbuhan awal yang berlebihan.
Kontradiksi ini sangat penting bagi investor forex: sementara angka NFP Februari awalnya mendukung USD, revisi besar-besaran tersebut menandakan perlambatan ekonomi yang lebih mendalam. Peserta pasar dengan cepat menyesuaikan ekspektasi mereka, mengartikan revisi sebagai konfirmasi bahwa pasar tenaga kerja AS melambat lebih dari yang ditunjukkan angka utama. Akibatnya, USD mengalami penjualan yang langsung menguntungkan AUD/USD dan mata uang komoditas lainnya.
Divergensi Bank Sentral Memperkuat Rally AUD
Pada 3 Februari, RBA melakukan kenaikan suku bunga pertama sejak akhir 2023, menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,85% sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang terus-menerus. Keputusan ini sangat kontras dengan sikap hati-hati Federal Reserve, dengan pasar kini memperkirakan lebih sedikit pemotongan suku bunga AS dari sebelumnya.
Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser menegaskan pandangan hawkish pada hari Rabu, memperingatkan bahwa inflasi tetap tinggi dan menandakan kemungkinan pengetatan lebih lanjut. Panduan eksplisit ini menciptakan hambatan bagi USD di pasar forex, karena investor menilai ulang selisih suku bunga antara kedua mata uang. Divergensi kebijakan—Australia memperketat sementara Fed tetap pada jalurnya—telah menjadi pendorong utama kekuatan AUD/USD dalam beberapa sesi terakhir.
Data Penting: Ujian Kritis Mendatang untuk AUD/USD
Minggu mendatang menghadirkan beberapa peristiwa risiko utama bagi trader forex yang memantau pasangan ini. Data Ekspektasi Inflasi Konsumen Australia hari Kamis dapat memperkuat narasi hawkish RBA jika outlook harga konsumen tetap tinggi. Lebih penting lagi, laporan Indeks Harga Konsumen AS hari Jumat menjadi acara utama minggu ini: konsensus memperkirakan CPI utama akan moderat menjadi 2,5% secara tahunan dari 2,7%, sementara CPI inti bulan-ke-bulan diperkirakan 0,3%.
Pembacaan CPI yang lebih lembut dari perkiraan akan memperpanjang tren penurunan nilai USD dan mendorong AUD/USD lebih tinggi, sementara kejutan inflasi bisa mengganggu reli dan memicu pengambilan keuntungan. Pembicara Fed termasuk Logan dan Miran dijadwalkan berbicara hari Jumat, berpotensi memberikan petunjuk tambahan tentang arah kebijakan bank sentral.
Breakout Teknis Mengonfirmasi Momentum Forex
Pada grafik harian, AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0.7130, naik 0,77% setelah rilis data NFP, dengan pasangan mencapai titik tertinggi intraday di 0.7143. Gambaran teknikal mengonfirmasi momentum bullish yang kuat: pasangan ini berada di atas rata-rata bergerak eksponensial 50 hari (EMA) di 0.6810 dan EMA 200 hari di 0.6616, menegaskan tren higher highs dan higher lows sejak rendahnya di 0.6466 bulan Desember.
Reli terbaru ini cukup agresif, dengan pasangan ini menguat lebih dari 600 pip dari zona konsolidasi akhir Januari di sekitar 0.6700. Stochastic Oscillator (14, 5, 5) berada di 86,24/79,19—terlalu jenuh beli—menunjukkan bahwa momentum sudah cukup kuat, meskipun indikator ini belum menunjukkan sinyal crossover bearish yang mengonfirmasi pembalikan.
Target Harga dan Level Risiko untuk Trader Forex
Resistance di atas high sesi 0.7143 membuka jalan menuju level psikologis penting 0.7200, dengan target lanjutan di sekitar 0.7250 jika tekanan beli tetap kuat. Support berada di angka bulat 0.7000, dengan support sekunder di kisaran konsolidasi akhir Januari antara 0.6930 dan 0.6900.
Bagi trader forex, penutupan harian di atas 0.7143 akan menunjukkan momentum berlanjut menuju zona 0.7200-0.7250. Sebaliknya, penurunan kembali di bawah 0.7000 akan menandakan koreksi yang lebih dalam, dengan level 0.6930 menjadi titik penting di mana zona breakout awal dan resistance sebelumnya yang berubah menjadi support bertemu. Revisi NFP dan data CPI mendatang kemungkinan akan menentukan apakah pasangan ini dapat mempertahankan breakout di atas level teknikal utama ini.