Divergence adalah fenomena keuangan yang terjadi ketika pergerakan harga dan sinyal dari indikator teknikal tidak menunjukkan arah yang sama. Kondisi ini merupakan sinyal peringatan yang berharga bagi trader karena menunjukkan bahwa tren harga yang terlihat jelas mungkin tidak sekuat yang terlihat atau tren tersebut mungkin akan berlanjut tergantung pada jenis konflik sinyal yang muncul.
Memahami Divergence Sebelum Trading
Divergence adalah ketidaksesuaian antara harga dan indikator yang dihitung dari data pasar. Biasanya, ketika harga membentuk Higher High, indikator seharusnya menunjukkan peningkatan kekuatan momentum. Demikian pula, ketika harga membentuk Lower Low, indikator harus mengonfirmasi penurunan momentum. Namun, saat Divergence terjadi, situasinya berbeda.
Pentingnya memahami Divergence adalah membantu trader melihat perubahan yang mungkin terjadi sebelum harga menunjukkan pembalikan yang jelas. Sinyal ini berfungsi seperti “bel naga” yang memberi tahu bahwa sesuatu sedang berubah di belakang layar.
MACD, RSI, dan Williams %R: Alat Membaca Sinyal Divergence
Indikator yang umum digunakan trader untuk mendeteksi sinyal Divergence sebagian besar berasal dari kelompok Oscillator, yang dirancang untuk mengukur kekuatan pergerakan harga.
MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah alat penting yang dihitung dari dua rata-rata bergerak. Ketika MACD positif dan meningkat terus, itu menandakan tren naik. Sebaliknya, ketika MACD negatif dan menurun, itu menunjukkan tren turun. Divergence MACD terjadi saat harga mencapai Higher High atau Lower Low baru, tetapi MACD tidak mengikuti.
RSI (Relative Strength Index) mengukur kecepatan dan perubahan kekuatan harga. Umumnya, RSI di atas 70 menunjukkan kondisi overbought, sementara RSI di bawah 30 menunjukkan kondisi oversold. Munculnya RSI Divergence di area ini adalah indikator penting.
Williams Percent Range (%R) bekerja mirip RSI, menggunakan skala 0-100 untuk menunjukkan kondisi overbought dan oversold. Nilai %R di atas 80 atau di bawah 20 adalah sinyal potensial Divergence.
Regular Divergence vs Hidden Divergence: Perbedaan Istilah
Penilaian Divergence yang tepat harus membedakan antara dua jenis karena masing-masing menunjukkan hal berbeda.
Regular Divergence (Bullish Divergence dan Bearish Divergence) adalah sinyal konflik yang muncul saat tren sedang melemah. Regular Bullish Divergence biasanya terlihat saat harga terus turun tetapi indikator tidak mengikuti, menandakan kekuatan turun mulai melemah dan kemungkinan harga akan berbalik naik. Sebaliknya, Regular Bearish Divergence terjadi saat harga naik tetapi indikator menunjukkan kelemahan, menandakan kemungkinan pembalikan turun.
Hidden Divergence (Hidden Bullish Divergence dan Hidden Bearish Divergence) menunjukkan kelanjutan tren yang sedang berlangsung. Hidden Bullish Divergence terlihat saat harga membentuk Higher Low, tetapi indikator menunjukkan Lower Low, menandakan kekuatan tren naik tetap ada. Sebaliknya, Hidden Bearish Divergence terjadi saat harga membentuk Lower High, tetapi indikator tetap menunjukkan kenaikan.
Cara Mengidentifikasi Sinyal dan Melakukan Trading
Untuk Regular Divergence, langkah awal adalah mempelajari pola harga atau “kesenjangan” dengan mencari situasi di mana harga membentuk Higher High atau Lower Low, bersamaan dengan kondisi Overbought atau Oversold dari indikator. Ini adalah waktu yang berpotensi munculnya sinyal konflik.
Setelah sinyal muncul, konfirmasikan dengan candlestick. Misalnya, untuk Regular Bullish Divergence, tunggu candlestick hijau panjang dan masuk posisi beli, jangan terlalu dalam. Tempatkan stop loss di bawah titik terendah sebelumnya, dan targetkan profit ke rata-rata bergerak atau level resistance utama.
Untuk Hidden Divergence, berbeda karena bukan mencari pembalikan, tetapi mengonfirmasi kelanjutan tren. Saat melihat Hidden Bullish Divergence, tunggu harga menembus level resistance dan masuk posisi beli. Potensi keuntungan berasal dari kelanjutan tren.
Hal-hal yang Perlu Dihindari
Divergence adalah alat yang berguna, tetapi tidak menjamin keuntungan. Sinyal bisa muncul berkali-kali sebelum harga bergerak sesuai harapan. Fenomena ini disebut “Divergence Failure” dan dapat menyebabkan kerugian.
Larangan utama adalah menggunakan Divergence tanpa manajemen risiko yang tepat. Tidak peduli sekuat apa sinyalnya, trader harus menetapkan stop loss yang masuk akal dan tidak menambah posisi secara sembarangan. Selain itu, hindari mengandalkan Divergence sendirian tanpa konfirmasi dari alat analisis lain seperti level support dan resistance atau tren garis tren.
Kesimpulan
Divergence adalah alat analisis yang cerdas untuk memprediksi perubahan teknikal. Kemampuannya memberi peringatan sebelum harga berbalik membuatnya sangat berharga bagi trader. Dengan melatih kemampuan membedakan antara Regular Divergence dan Hidden Divergence secara tepat, serta mengaplikasikannya dalam strategi manajemen risiko, trader dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang pergerakan pasar dan meraih keuntungan dari ketidakpastian.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Divergence adalah sinyal emas bagi trader profesional
Divergence adalah fenomena keuangan yang terjadi ketika pergerakan harga dan sinyal dari indikator teknikal tidak menunjukkan arah yang sama. Kondisi ini merupakan sinyal peringatan yang berharga bagi trader karena menunjukkan bahwa tren harga yang terlihat jelas mungkin tidak sekuat yang terlihat atau tren tersebut mungkin akan berlanjut tergantung pada jenis konflik sinyal yang muncul.
Memahami Divergence Sebelum Trading
Divergence adalah ketidaksesuaian antara harga dan indikator yang dihitung dari data pasar. Biasanya, ketika harga membentuk Higher High, indikator seharusnya menunjukkan peningkatan kekuatan momentum. Demikian pula, ketika harga membentuk Lower Low, indikator harus mengonfirmasi penurunan momentum. Namun, saat Divergence terjadi, situasinya berbeda.
Pentingnya memahami Divergence adalah membantu trader melihat perubahan yang mungkin terjadi sebelum harga menunjukkan pembalikan yang jelas. Sinyal ini berfungsi seperti “bel naga” yang memberi tahu bahwa sesuatu sedang berubah di belakang layar.
MACD, RSI, dan Williams %R: Alat Membaca Sinyal Divergence
Indikator yang umum digunakan trader untuk mendeteksi sinyal Divergence sebagian besar berasal dari kelompok Oscillator, yang dirancang untuk mengukur kekuatan pergerakan harga.
MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah alat penting yang dihitung dari dua rata-rata bergerak. Ketika MACD positif dan meningkat terus, itu menandakan tren naik. Sebaliknya, ketika MACD negatif dan menurun, itu menunjukkan tren turun. Divergence MACD terjadi saat harga mencapai Higher High atau Lower Low baru, tetapi MACD tidak mengikuti.
RSI (Relative Strength Index) mengukur kecepatan dan perubahan kekuatan harga. Umumnya, RSI di atas 70 menunjukkan kondisi overbought, sementara RSI di bawah 30 menunjukkan kondisi oversold. Munculnya RSI Divergence di area ini adalah indikator penting.
Williams Percent Range (%R) bekerja mirip RSI, menggunakan skala 0-100 untuk menunjukkan kondisi overbought dan oversold. Nilai %R di atas 80 atau di bawah 20 adalah sinyal potensial Divergence.
Regular Divergence vs Hidden Divergence: Perbedaan Istilah
Penilaian Divergence yang tepat harus membedakan antara dua jenis karena masing-masing menunjukkan hal berbeda.
Regular Divergence (Bullish Divergence dan Bearish Divergence) adalah sinyal konflik yang muncul saat tren sedang melemah. Regular Bullish Divergence biasanya terlihat saat harga terus turun tetapi indikator tidak mengikuti, menandakan kekuatan turun mulai melemah dan kemungkinan harga akan berbalik naik. Sebaliknya, Regular Bearish Divergence terjadi saat harga naik tetapi indikator menunjukkan kelemahan, menandakan kemungkinan pembalikan turun.
Hidden Divergence (Hidden Bullish Divergence dan Hidden Bearish Divergence) menunjukkan kelanjutan tren yang sedang berlangsung. Hidden Bullish Divergence terlihat saat harga membentuk Higher Low, tetapi indikator menunjukkan Lower Low, menandakan kekuatan tren naik tetap ada. Sebaliknya, Hidden Bearish Divergence terjadi saat harga membentuk Lower High, tetapi indikator tetap menunjukkan kenaikan.
Cara Mengidentifikasi Sinyal dan Melakukan Trading
Untuk Regular Divergence, langkah awal adalah mempelajari pola harga atau “kesenjangan” dengan mencari situasi di mana harga membentuk Higher High atau Lower Low, bersamaan dengan kondisi Overbought atau Oversold dari indikator. Ini adalah waktu yang berpotensi munculnya sinyal konflik.
Setelah sinyal muncul, konfirmasikan dengan candlestick. Misalnya, untuk Regular Bullish Divergence, tunggu candlestick hijau panjang dan masuk posisi beli, jangan terlalu dalam. Tempatkan stop loss di bawah titik terendah sebelumnya, dan targetkan profit ke rata-rata bergerak atau level resistance utama.
Untuk Hidden Divergence, berbeda karena bukan mencari pembalikan, tetapi mengonfirmasi kelanjutan tren. Saat melihat Hidden Bullish Divergence, tunggu harga menembus level resistance dan masuk posisi beli. Potensi keuntungan berasal dari kelanjutan tren.
Hal-hal yang Perlu Dihindari
Divergence adalah alat yang berguna, tetapi tidak menjamin keuntungan. Sinyal bisa muncul berkali-kali sebelum harga bergerak sesuai harapan. Fenomena ini disebut “Divergence Failure” dan dapat menyebabkan kerugian.
Larangan utama adalah menggunakan Divergence tanpa manajemen risiko yang tepat. Tidak peduli sekuat apa sinyalnya, trader harus menetapkan stop loss yang masuk akal dan tidak menambah posisi secara sembarangan. Selain itu, hindari mengandalkan Divergence sendirian tanpa konfirmasi dari alat analisis lain seperti level support dan resistance atau tren garis tren.
Kesimpulan
Divergence adalah alat analisis yang cerdas untuk memprediksi perubahan teknikal. Kemampuannya memberi peringatan sebelum harga berbalik membuatnya sangat berharga bagi trader. Dengan melatih kemampuan membedakan antara Regular Divergence dan Hidden Divergence secara tepat, serta mengaplikasikannya dalam strategi manajemen risiko, trader dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang pergerakan pasar dan meraih keuntungan dari ketidakpastian.