Mengenai investasi dan pengelolaan keuangan, kebanyakan orang pertama kali berpikir tentang menabung saham atau mengikuti Buffett untuk membeli dan memegang jangka panjang. Tapi jika ingin mempercepat akumulasi kekayaan dalam hidup yang terbatas, hanya mengandalkan menabung saham seringkali terlalu lambat. Sementara trading intraday meskipun bisa cepat menguntungkan dalam waktu singkat, membutuhkan perhatian setiap saat terhadap pasar dan risikonya setara dengan perjudian. Di antara keduanya, sebenarnya ada satu metode yang sering diabaikan banyak investor namun sangat efisien—operasi swing (波段操作). Berbeda dari menunggu dengan sabar untuk jangka panjang maupun dari kejar-kejaran detik dalam trading harian, operasi swing menggunakan periode beberapa minggu hingga bulan, memungkinkan investor untuk memanfaatkan tren pasar menengah dengan membeli rendah dan menjual tinggi secara stabil.
Mengapa operasi swing adalah metode investasi yang paling mudah dipahami oleh kebanyakan orang
Logika utama operasi swing sangat sederhana: pasar keuangan selalu mengalami pergantian naik dan turun, selama kita mampu menilai tren harga dalam periode tertentu dengan akurat, peluang meraih keuntungan dari tren tersebut sangat besar. Dibandingkan dengan value investing yang membutuhkan kesabaran tinggi dan riset mendalam terhadap fundamental perusahaan, operasi swing memiliki ambang yang lebih rendah bagi kebanyakan orang.
Yang lebih penting lagi, operasi swing bergantung pada “peristiwa yang memerlukan waktu cukup lama untuk berkembang.” Peristiwa ini tidak akan selesai secara tiba-tiba dalam waktu singkat, seperti perubahan kondisi ekonomi industri, siklus kenaikan atau penurunan suku bunga, atau guncangan geopolitik. Karena tren ini membutuhkan waktu cukup lama untuk menunjukkan hasilnya, investor tidak perlu seperti trader harian yang harus berjuang setiap detik, melainkan bisa mengikuti berita, perkembangan ekonomi, dan kebijakan industri setiap hari, untuk menemukan tren besar yang sedang “mengendap.”
Berdasarkan data pasar, trader swing yang sukses tidak berusaha memaksimalkan keuntungan dari setiap tren, melainkan menargetkan sekitar 50% keuntungan yang stabil. Sikap “mengamankan tren utama dan melepaskan bagian kecilnya” ini justru menjadi kunci keuntungan jangka panjang.
Empat langkah operasi swing: dari riset hingga keluar posisi
Langkah pertama: mengenali peristiwa besar yang sedang berkembang
Keberhasilan operasi swing bergantung pada kemampuan menangkap “peristiwa yang sedang berkembang dalam jangka panjang.” Tidak semua pergerakan pasar cocok untuk operasi swing; hanya peristiwa yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat dan pasti akan menyebabkan tren berkelanjutan yang layak diperhatikan. Contohnya, siklus kenaikan atau penurunan suku bunga Federal Reserve biasanya berlangsung selama setengah tahun hingga satu tahun, dan masalah inflasi serta ketenagakerjaan pun tidak akan membaik dalam waktu singkat. Semua ini memberi peluang operasi yang cukup bagi trader swing.
Oleh karena itu, membangun kebiasaan mengamati pasar setiap hari sangat penting. Kamu bisa mengikuti data ekonomi (seperti CPI, tingkat pengangguran), pernyataan kebijakan bank sentral, berita industri, dan lain-lain, untuk menemukan cerita yang sedang “terjadi dan akan berlanjut.”
Langkah kedua: memilih instrumen yang tren stabil dan likuiditas cukup
Tidak semua instrumen cocok untuk operasi swing. Instrumen ideal harus memiliki tiga karakteristik:
Tren yang kuat dan arah yang stabil: pergerakan harga yang jelas, tidak sering berbalik arah, sehingga sulit ditebak.
Likuiditas cukup besar: volume perdagangan yang tinggi memastikan saat masuk atau keluar posisi, pasar memiliki cukup likuiditas sehingga tidak kehilangan peluang karena sulit membeli atau menjual.
Tahan terhadap gangguan faktor tunggal: beberapa saham mudah dipengaruhi berita tertentu dari perusahaan, sehingga pergerakannya sulit diprediksi. Sebaliknya, indeks pasar besar, indeks industri, nilai tukar, emas, dan komoditas besar lainnya biasanya mampu mencerminkan tren jangka panjang secara lebih stabil.
Jika ingin melakukan swing pada saham individual, cara paling aman adalah memilih saham blue chip dengan kapitalisasi besar, seperti Apple (AAPL), Microsoft (MSFT), TSMC (TSM), dan lain-lain. Perusahaan-perusahaan ini kokoh posisinya, dan perubahan kondisi industri akan langsung mempengaruhi harga saham mereka. Bahkan jika industri mengalami penyesuaian, saham unggulan ini cenderung mampu bertahan lebih baik dan tidak mudah dipermainkan oleh modal besar.
Langkah ketiga: menggunakan indikator teknikal untuk menentukan waktu masuk dan keluar
Keputusan masuk dan keluar posisi dalam operasi swing harus menggabungkan analisis fundamental dan teknikal. Analisis fundamental (seperti penilaian kondisi ekonomi dan ekspektasi kebijakan) menjadi dasar memilih tren, sementara analisis teknikal membantu menentukan titik masuk dan keluar secara tepat.
Indikator teknikal umum meliputi MACD (untuk menilai momentum tren), KD (untuk mengenali kondisi overbought dan oversold), dan Bollinger Bands (untuk mengukur batas fluktuasi harga). Selain itu, analisis level support dan resistance sangat penting—membeli dekat support dan menjual dekat resistance atau level tertinggi sebelumnya dapat meningkatkan peluang keberhasilan.
Langkah keempat: menetapkan stop loss dan target keuntungan secara jelas
Langkah ini sering menentukan hasil akhir dari operasi swing. Banyak orang yang masuk posisi berharap membeli di titik terendah dan menjual di titik tertinggi, tetapi kenyataannya seringkali mereka membeli saat harga sudah tinggi dan menjual saat harga turun, atau keluar terlalu cepat. Cara yang benar adalah menetapkan stop loss (batas kerugian yang dapat diterima) dan target profit (batas keuntungan yang diinginkan) sebelum masuk posisi.
Dengan demikian, kamu bisa menangkap keuntungan dari “tren utama” tanpa terlalu serakah terhadap fluktuasi kecil. Mengambil keuntungan dari tren utama dan tidak terlalu fokus pada setiap pergerakan kecil adalah kunci stabilitas keuntungan.
Lima strategi praktis untuk meningkatkan tingkat keberhasilan operasi swing
Strategi satu: Fluktuasi mata uang selama siklus kenaikan dan penurunan suku bunga
Contohnya, dolar AS. Keputusan Federal Reserve untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga bukanlah keputusan sesaat, melainkan siklus yang berputar di sekitar inflasi dan tingkat pengangguran. Setelah siklus kenaikan suku bunga dimulai, biasanya berlangsung selama beberapa bulan atau lebih. Trader swing yang cerdas tidak memprediksi seberapa tinggi dolar akan naik, melainkan membeli dolar saat awal siklus kenaikan dan memegangnya selama beberapa bulan sampai data inflasi mulai menurun—ini biasanya menjadi sinyal keluar.
Misalnya, awal 2022, Fed memulai siklus kenaikan suku bunga, dan indeks dolar menguat sekitar 15% hingga Oktober 2022 saat pasar yakin inflasi sudah puncaknya. Metode “mengikuti tren” ini memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 80%, karena kamu tidak bertaruh pada masa depan, melainkan mengikuti tren yang sudah mulai terbentuk.
Strategi dua: Gelombang teknologi baru dan rotasi industri
Pada akhir 2022, peluncuran ChatGPT memicu spekulasi pasar tentang revolusi AI. Meskipun teknologi ini mungkin tidak akan langsung mengubah pasar pencarian, dana pasar pasti akan mengalir ke saham terkait dalam jangka pendek. Investasi langsung ke satu saham AI berisiko karena banyak perusahaan yang mengemas diri sebagai terkait AI padahal sebenarnya tidak.
Cara paling cerdas adalah berinvestasi melalui ETF atau indeks industri terkait, sehingga ikut serta dalam gelombang industri tersebut tanpa bergantung pada satu perusahaan. Waktu keluar bisa saat harga menembus level tertinggi (menunjukkan overheat) atau sebelum laporan keuangan besar diumumkan (karena pasar sudah memperhitungkan). Ingat prinsip: biarkan bagian “ekor ikan” untuk orang lain, jangan serakah.
Strategi tiga: Ketatnya pasokan dan gangguan rantai pasok
Beberapa komoditas dengan siklus produksi panjang, seperti hasil pertanian dan chip, jika mengalami gangguan pasokan, dalam waktu singkat tidak bisa langsung dipenuhi kembali. Contohnya, saat perang Ukraina-Rusia pecah tahun 2022, pasokan pangan global mendadak ketat, sehingga investasi di futures kedelai, gandum, jagung menjadi sangat menarik. Demikian pula, kekurangan chip yang berlangsung 1-2 tahun memberi peluang keuntungan besar.
Namun, produk yang produksinya mudah ditingkatkan (seperti masker) atau dikendalikan oleh kebijakan (seperti minyak) tidak cocok untuk swing karena siklus pasar yang cepat. Lebih cocok untuk trading jangka pendek.
Strategi empat: Kebijakan kuantitatif bank sentral dan aset lindung nilai
Pertumbuhan GDP global memiliki batas alami, tetapi bank sentral di berbagai negara tidak terbatas dalam mencetak uang. Saat pandemi 2020, AS mencetak 4,5 triliun dolar dalam waktu singkat, jumlah dolar di pasar melonjak dua kali lipat, sementara aset riil tidak bertambah, menyebabkan daya beli uang menurun drastis. Dalam konteks ini, aset dengan jumlah terbatas atau pertumbuhan stabil (seperti emas dan Bitcoin) menjadi pilihan utama sebagai alat lindung nilai.
Ketika bank sentral melakukan pelonggaran kuantitatif (QE), harga emas dan aset kripto cenderung naik. Sebaliknya, saat mereka melakukan pengetatan (QT), potensi kenaikan berkurang dan saatnya mengurangi posisi. Properti juga mengikuti logika ini—ketika “uang tidak berharga,” aset fisik justru lebih bernilai.
Strategi lima: Breakout teknikal dan peluang mengikuti tren
Meskipun fundamental menentukan arah jangka panjang, emosi pasar jangka pendek juga penting. Banyak investor enggan menjual saat rugi dan cenderung bersikap jangka pendek. Moving average mencerminkan rata-rata biaya posisi investor selama periode tertentu; semakin panjang MA, semakin banyak orang yang memegang posisi di harga tersebut.
Strategi menarik adalah “mengikuti tren naik”—misalnya, setelah harga stabil di kisaran 20-30 dan tiba-tiba melonjak ke 35 dan menembus level tertinggi sebelumnya, ini menunjukkan kepercayaan pembeli yang besar. Tren ini akan menarik lebih banyak dana dan mendorong harga lebih tinggi. Jika didasarkan pada “peristiwa yang berkembang dalam jangka panjang,” peluang mengikuti tren ini cukup tinggi keberhasilannya.
Kriteria utama memilih instrumen untuk keberhasilan operasi swing
Pemilihan instrumen sangat penting. Indeks pasar besar, indeks industri, nilai tukar, emas adalah pilihan utama karena representatif dan tahan gangguan. Sebaliknya, saham individual yang mudah dipengaruhi berita tertentu dan volatilitas tinggi biasanya tidak cocok untuk swing.
Jika harus memilih saham, pilihlah saham blue chip dengan kapitalisasi besar, seperti Apple, Microsoft, TSMC. Perusahaan-perusahaan ini mewakili industri mereka dan cenderung mengikuti tren industri secara langsung. Bahkan jika industri sedang menurun, saham unggulan ini cenderung bertahan dan tidak mudah dipermainkan oleh modal besar.
Rahasia menggandakan keuntungan dengan kontrak selisih (CFD) dalam operasi swing
Meskipun banyak strategi swing memiliki tingkat keberhasilan tinggi, volatilitas pasar tertentu terbatas. Contohnya, di pasar forex, pergerakan USD/JPY kadang hanya sekitar 10%, sehingga keuntungan kecil sulit diharapkan. Di sinilah CFD (Contract For Difference) bisa menjadi solusi.
Apa itu CFD? CFD adalah kontrak yang memungkinkan kamu bertransaksi berdasarkan pergerakan harga tanpa harus memiliki aset fisiknya. Contohnya, trading margin forex termasuk CFD. Mirip futures, tetapi lebih aman—kerugian maksimal adalah modal awal hilang, tanpa utang. Bisa juga melakukan posisi long dan short secara bersamaan, dengan leverage yang fleksibel.
Contoh nyata: Awal 2022, Fed mulai menaikkan suku bunga, dan indeks dolar menguat sekitar 15%. Jika trader menggunakan leverage 10x dan memegang posisi dari Maret sampai Oktober, keuntungan bisa mencapai 150%. Strategi ini berdasarkan tren jangka panjang yang sudah terbentuk, sehingga risiko relatif terkendali dan potensi keuntungan besar.
Tiga keunggulan CFD dalam swing:
✔️ Leverage yang tepat untuk memperbesar keuntungan: modal kecil bisa mengendalikan posisi besar, mempercepat akumulasi keuntungan
✔️ Risiko terkendali: berbeda dengan futures yang memerlukan margin tambahan dan risiko margin call, CFD memiliki batas kerugian yang jelas dan tidak akan menyebabkan utang
✔️ Dua arah (long dan short): bisa mengambil posisi naik maupun turun, fleksibel dan adaptif
Intinya, swing mengikuti tren—bukan memprediksi puncak tertinggi atau dasar terendah, melainkan masuk saat tren mulai terbentuk dan keluar saat tren selesai. Metode ini lebih mudah dilakukan oleh kebanyakan orang dibandingkan trading jangka pendek dan lebih cepat mempercepat akumulasi kekayaan dibandingkan menahan posisi jangka panjang. Dengan memahami inti dan teknik praktisnya, kamu bisa meraih keuntungan stabil di pasar keuangan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Metode Kunci Sukses dalam Operasi Tren: Dari Penilaian Tren Hingga Eksekusi Praktis
Mengenai investasi dan pengelolaan keuangan, kebanyakan orang pertama kali berpikir tentang menabung saham atau mengikuti Buffett untuk membeli dan memegang jangka panjang. Tapi jika ingin mempercepat akumulasi kekayaan dalam hidup yang terbatas, hanya mengandalkan menabung saham seringkali terlalu lambat. Sementara trading intraday meskipun bisa cepat menguntungkan dalam waktu singkat, membutuhkan perhatian setiap saat terhadap pasar dan risikonya setara dengan perjudian. Di antara keduanya, sebenarnya ada satu metode yang sering diabaikan banyak investor namun sangat efisien—operasi swing (波段操作). Berbeda dari menunggu dengan sabar untuk jangka panjang maupun dari kejar-kejaran detik dalam trading harian, operasi swing menggunakan periode beberapa minggu hingga bulan, memungkinkan investor untuk memanfaatkan tren pasar menengah dengan membeli rendah dan menjual tinggi secara stabil.
Mengapa operasi swing adalah metode investasi yang paling mudah dipahami oleh kebanyakan orang
Logika utama operasi swing sangat sederhana: pasar keuangan selalu mengalami pergantian naik dan turun, selama kita mampu menilai tren harga dalam periode tertentu dengan akurat, peluang meraih keuntungan dari tren tersebut sangat besar. Dibandingkan dengan value investing yang membutuhkan kesabaran tinggi dan riset mendalam terhadap fundamental perusahaan, operasi swing memiliki ambang yang lebih rendah bagi kebanyakan orang.
Yang lebih penting lagi, operasi swing bergantung pada “peristiwa yang memerlukan waktu cukup lama untuk berkembang.” Peristiwa ini tidak akan selesai secara tiba-tiba dalam waktu singkat, seperti perubahan kondisi ekonomi industri, siklus kenaikan atau penurunan suku bunga, atau guncangan geopolitik. Karena tren ini membutuhkan waktu cukup lama untuk menunjukkan hasilnya, investor tidak perlu seperti trader harian yang harus berjuang setiap detik, melainkan bisa mengikuti berita, perkembangan ekonomi, dan kebijakan industri setiap hari, untuk menemukan tren besar yang sedang “mengendap.”
Berdasarkan data pasar, trader swing yang sukses tidak berusaha memaksimalkan keuntungan dari setiap tren, melainkan menargetkan sekitar 50% keuntungan yang stabil. Sikap “mengamankan tren utama dan melepaskan bagian kecilnya” ini justru menjadi kunci keuntungan jangka panjang.
Empat langkah operasi swing: dari riset hingga keluar posisi
Langkah pertama: mengenali peristiwa besar yang sedang berkembang
Keberhasilan operasi swing bergantung pada kemampuan menangkap “peristiwa yang sedang berkembang dalam jangka panjang.” Tidak semua pergerakan pasar cocok untuk operasi swing; hanya peristiwa yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat dan pasti akan menyebabkan tren berkelanjutan yang layak diperhatikan. Contohnya, siklus kenaikan atau penurunan suku bunga Federal Reserve biasanya berlangsung selama setengah tahun hingga satu tahun, dan masalah inflasi serta ketenagakerjaan pun tidak akan membaik dalam waktu singkat. Semua ini memberi peluang operasi yang cukup bagi trader swing.
Oleh karena itu, membangun kebiasaan mengamati pasar setiap hari sangat penting. Kamu bisa mengikuti data ekonomi (seperti CPI, tingkat pengangguran), pernyataan kebijakan bank sentral, berita industri, dan lain-lain, untuk menemukan cerita yang sedang “terjadi dan akan berlanjut.”
Langkah kedua: memilih instrumen yang tren stabil dan likuiditas cukup
Tidak semua instrumen cocok untuk operasi swing. Instrumen ideal harus memiliki tiga karakteristik:
Tren yang kuat dan arah yang stabil: pergerakan harga yang jelas, tidak sering berbalik arah, sehingga sulit ditebak.
Likuiditas cukup besar: volume perdagangan yang tinggi memastikan saat masuk atau keluar posisi, pasar memiliki cukup likuiditas sehingga tidak kehilangan peluang karena sulit membeli atau menjual.
Tahan terhadap gangguan faktor tunggal: beberapa saham mudah dipengaruhi berita tertentu dari perusahaan, sehingga pergerakannya sulit diprediksi. Sebaliknya, indeks pasar besar, indeks industri, nilai tukar, emas, dan komoditas besar lainnya biasanya mampu mencerminkan tren jangka panjang secara lebih stabil.
Jika ingin melakukan swing pada saham individual, cara paling aman adalah memilih saham blue chip dengan kapitalisasi besar, seperti Apple (AAPL), Microsoft (MSFT), TSMC (TSM), dan lain-lain. Perusahaan-perusahaan ini kokoh posisinya, dan perubahan kondisi industri akan langsung mempengaruhi harga saham mereka. Bahkan jika industri mengalami penyesuaian, saham unggulan ini cenderung mampu bertahan lebih baik dan tidak mudah dipermainkan oleh modal besar.
Langkah ketiga: menggunakan indikator teknikal untuk menentukan waktu masuk dan keluar
Keputusan masuk dan keluar posisi dalam operasi swing harus menggabungkan analisis fundamental dan teknikal. Analisis fundamental (seperti penilaian kondisi ekonomi dan ekspektasi kebijakan) menjadi dasar memilih tren, sementara analisis teknikal membantu menentukan titik masuk dan keluar secara tepat.
Indikator teknikal umum meliputi MACD (untuk menilai momentum tren), KD (untuk mengenali kondisi overbought dan oversold), dan Bollinger Bands (untuk mengukur batas fluktuasi harga). Selain itu, analisis level support dan resistance sangat penting—membeli dekat support dan menjual dekat resistance atau level tertinggi sebelumnya dapat meningkatkan peluang keberhasilan.
Langkah keempat: menetapkan stop loss dan target keuntungan secara jelas
Langkah ini sering menentukan hasil akhir dari operasi swing. Banyak orang yang masuk posisi berharap membeli di titik terendah dan menjual di titik tertinggi, tetapi kenyataannya seringkali mereka membeli saat harga sudah tinggi dan menjual saat harga turun, atau keluar terlalu cepat. Cara yang benar adalah menetapkan stop loss (batas kerugian yang dapat diterima) dan target profit (batas keuntungan yang diinginkan) sebelum masuk posisi.
Dengan demikian, kamu bisa menangkap keuntungan dari “tren utama” tanpa terlalu serakah terhadap fluktuasi kecil. Mengambil keuntungan dari tren utama dan tidak terlalu fokus pada setiap pergerakan kecil adalah kunci stabilitas keuntungan.
Lima strategi praktis untuk meningkatkan tingkat keberhasilan operasi swing
Strategi satu: Fluktuasi mata uang selama siklus kenaikan dan penurunan suku bunga
Contohnya, dolar AS. Keputusan Federal Reserve untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga bukanlah keputusan sesaat, melainkan siklus yang berputar di sekitar inflasi dan tingkat pengangguran. Setelah siklus kenaikan suku bunga dimulai, biasanya berlangsung selama beberapa bulan atau lebih. Trader swing yang cerdas tidak memprediksi seberapa tinggi dolar akan naik, melainkan membeli dolar saat awal siklus kenaikan dan memegangnya selama beberapa bulan sampai data inflasi mulai menurun—ini biasanya menjadi sinyal keluar.
Misalnya, awal 2022, Fed memulai siklus kenaikan suku bunga, dan indeks dolar menguat sekitar 15% hingga Oktober 2022 saat pasar yakin inflasi sudah puncaknya. Metode “mengikuti tren” ini memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 80%, karena kamu tidak bertaruh pada masa depan, melainkan mengikuti tren yang sudah mulai terbentuk.
Strategi dua: Gelombang teknologi baru dan rotasi industri
Pada akhir 2022, peluncuran ChatGPT memicu spekulasi pasar tentang revolusi AI. Meskipun teknologi ini mungkin tidak akan langsung mengubah pasar pencarian, dana pasar pasti akan mengalir ke saham terkait dalam jangka pendek. Investasi langsung ke satu saham AI berisiko karena banyak perusahaan yang mengemas diri sebagai terkait AI padahal sebenarnya tidak.
Cara paling cerdas adalah berinvestasi melalui ETF atau indeks industri terkait, sehingga ikut serta dalam gelombang industri tersebut tanpa bergantung pada satu perusahaan. Waktu keluar bisa saat harga menembus level tertinggi (menunjukkan overheat) atau sebelum laporan keuangan besar diumumkan (karena pasar sudah memperhitungkan). Ingat prinsip: biarkan bagian “ekor ikan” untuk orang lain, jangan serakah.
Strategi tiga: Ketatnya pasokan dan gangguan rantai pasok
Beberapa komoditas dengan siklus produksi panjang, seperti hasil pertanian dan chip, jika mengalami gangguan pasokan, dalam waktu singkat tidak bisa langsung dipenuhi kembali. Contohnya, saat perang Ukraina-Rusia pecah tahun 2022, pasokan pangan global mendadak ketat, sehingga investasi di futures kedelai, gandum, jagung menjadi sangat menarik. Demikian pula, kekurangan chip yang berlangsung 1-2 tahun memberi peluang keuntungan besar.
Namun, produk yang produksinya mudah ditingkatkan (seperti masker) atau dikendalikan oleh kebijakan (seperti minyak) tidak cocok untuk swing karena siklus pasar yang cepat. Lebih cocok untuk trading jangka pendek.
Strategi empat: Kebijakan kuantitatif bank sentral dan aset lindung nilai
Pertumbuhan GDP global memiliki batas alami, tetapi bank sentral di berbagai negara tidak terbatas dalam mencetak uang. Saat pandemi 2020, AS mencetak 4,5 triliun dolar dalam waktu singkat, jumlah dolar di pasar melonjak dua kali lipat, sementara aset riil tidak bertambah, menyebabkan daya beli uang menurun drastis. Dalam konteks ini, aset dengan jumlah terbatas atau pertumbuhan stabil (seperti emas dan Bitcoin) menjadi pilihan utama sebagai alat lindung nilai.
Ketika bank sentral melakukan pelonggaran kuantitatif (QE), harga emas dan aset kripto cenderung naik. Sebaliknya, saat mereka melakukan pengetatan (QT), potensi kenaikan berkurang dan saatnya mengurangi posisi. Properti juga mengikuti logika ini—ketika “uang tidak berharga,” aset fisik justru lebih bernilai.
Strategi lima: Breakout teknikal dan peluang mengikuti tren
Meskipun fundamental menentukan arah jangka panjang, emosi pasar jangka pendek juga penting. Banyak investor enggan menjual saat rugi dan cenderung bersikap jangka pendek. Moving average mencerminkan rata-rata biaya posisi investor selama periode tertentu; semakin panjang MA, semakin banyak orang yang memegang posisi di harga tersebut.
Strategi menarik adalah “mengikuti tren naik”—misalnya, setelah harga stabil di kisaran 20-30 dan tiba-tiba melonjak ke 35 dan menembus level tertinggi sebelumnya, ini menunjukkan kepercayaan pembeli yang besar. Tren ini akan menarik lebih banyak dana dan mendorong harga lebih tinggi. Jika didasarkan pada “peristiwa yang berkembang dalam jangka panjang,” peluang mengikuti tren ini cukup tinggi keberhasilannya.
Kriteria utama memilih instrumen untuk keberhasilan operasi swing
Pemilihan instrumen sangat penting. Indeks pasar besar, indeks industri, nilai tukar, emas adalah pilihan utama karena representatif dan tahan gangguan. Sebaliknya, saham individual yang mudah dipengaruhi berita tertentu dan volatilitas tinggi biasanya tidak cocok untuk swing.
Jika harus memilih saham, pilihlah saham blue chip dengan kapitalisasi besar, seperti Apple, Microsoft, TSMC. Perusahaan-perusahaan ini mewakili industri mereka dan cenderung mengikuti tren industri secara langsung. Bahkan jika industri sedang menurun, saham unggulan ini cenderung bertahan dan tidak mudah dipermainkan oleh modal besar.
Rahasia menggandakan keuntungan dengan kontrak selisih (CFD) dalam operasi swing
Meskipun banyak strategi swing memiliki tingkat keberhasilan tinggi, volatilitas pasar tertentu terbatas. Contohnya, di pasar forex, pergerakan USD/JPY kadang hanya sekitar 10%, sehingga keuntungan kecil sulit diharapkan. Di sinilah CFD (Contract For Difference) bisa menjadi solusi.
Apa itu CFD? CFD adalah kontrak yang memungkinkan kamu bertransaksi berdasarkan pergerakan harga tanpa harus memiliki aset fisiknya. Contohnya, trading margin forex termasuk CFD. Mirip futures, tetapi lebih aman—kerugian maksimal adalah modal awal hilang, tanpa utang. Bisa juga melakukan posisi long dan short secara bersamaan, dengan leverage yang fleksibel.
Contoh nyata: Awal 2022, Fed mulai menaikkan suku bunga, dan indeks dolar menguat sekitar 15%. Jika trader menggunakan leverage 10x dan memegang posisi dari Maret sampai Oktober, keuntungan bisa mencapai 150%. Strategi ini berdasarkan tren jangka panjang yang sudah terbentuk, sehingga risiko relatif terkendali dan potensi keuntungan besar.
Tiga keunggulan CFD dalam swing:
✔️ Leverage yang tepat untuk memperbesar keuntungan: modal kecil bisa mengendalikan posisi besar, mempercepat akumulasi keuntungan
✔️ Risiko terkendali: berbeda dengan futures yang memerlukan margin tambahan dan risiko margin call, CFD memiliki batas kerugian yang jelas dan tidak akan menyebabkan utang
✔️ Dua arah (long dan short): bisa mengambil posisi naik maupun turun, fleksibel dan adaptif
Intinya, swing mengikuti tren—bukan memprediksi puncak tertinggi atau dasar terendah, melainkan masuk saat tren mulai terbentuk dan keluar saat tren selesai. Metode ini lebih mudah dilakukan oleh kebanyakan orang dibandingkan trading jangka pendek dan lebih cepat mempercepat akumulasi kekayaan dibandingkan menahan posisi jangka panjang. Dengan memahami inti dan teknik praktisnya, kamu bisa meraih keuntungan stabil di pasar keuangan.