Dalam 10 tahun terakhir, harga emas terus meningkat secara konsisten didukung oleh meningkatnya permintaan aset aman dan ketidakpastian ekonomi global yang semakin meluas. Perkiraan harga emas tahun 2026 juga menunjukkan pandangan optimis dari berbagai lembaga keuangan internasional, sehingga daya tarik investasi emas tetap tinggi.
Perkembangan Harga Emas 10 Tahun Terakhir dan Situasi Saat Ini
Pada awal tahun lalu, harga emas domestik sekitar 952.000 won per 1돈 (3,75g), mengalami kenaikan besar dibandingkan harga 10 tahun lalu. Harga emas internasional juga naik hingga sekitar 4.585 dolar per ons, meningkat sekitar 38% dibandingkan enam bulan sebelumnya.
Jika membandingkan grafik harga emas dari Korea Gold Exchange dan pasar internasional, keduanya cenderung mengikuti tren yang serupa. Hal ini menunjukkan bahwa harga emas domestik sangat dipengaruhi oleh pasar keuangan global, dan untuk memprediksi pergerakan harga emas ke depan, perlu dianalisis tren pasar internasional secara menyeluruh.
Faktor Utama yang Mempengaruhi Harga Emas
Tren Dek dolarisasi dan Nilai Emas
Kebijakan de dolarisasi yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam transaksi internasional semakin meluas. Negara-negara utama seperti China yang mendorong internasionalisasi yuan dan India yang memperluas penggunaan rupee, semakin banyak mengakumulasi emas sebagai aset pengganti dolar. Negara-negara yang dikenai sanksi ekonomi AS juga menunjukkan tren menggunakan emas dalam transaksi internasional sebagai alternatif dolar. Kebijakan ini dapat meningkatkan permintaan global terhadap emas dan mendorong kenaikan harga.
Risiko Geopolitik dan Preferensi Aset Aman
Emas adalah aset aman yang paling diminati saat ketidakpastian ekonomi meningkat. Contohnya, selama krisis keuangan global 2008, krisis utang Eropa 2011, dan pandemi COVID-19 2020, harga emas mencapai rekor tertinggi. Saat ini, ketegangan perdagangan AS-China, konflik di Ukraina, dan konflik di Timur Tengah meningkatkan risiko global, sehingga permintaan emas tetap tinggi.
Potensi Perlambatan Ekonomi Negara Maju
Kekhawatiran perlambatan ekonomi global juga mendukung harga emas. Saat resesi, hasil dari aset investasi tradisional cenderung menurun, sehingga dana beralih ke aset aman seperti emas untuk melindungi kekayaan.
Kebijakan Bank Sentral dalam Menurunkan Suku Bunga
Penurunan suku bunga sangat berpengaruh terhadap harga emas. Saat suku bunga turun, hasil dari deposito dan obligasi menurun, sehingga biaya peluang memegang emas berkurang. Selain itu, penurunan suku bunga sering diartikan sebagai sinyal perlambatan ekonomi, mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas.
Analisis Perkiraan Harga Emas 2026
Prediksi Harga Emas dari Lembaga Keuangan Utama
Lembaga keuangan internasional menunjukkan prospek positif untuk harga emas tahun 2026. JP Morgan memperkirakan harga mencapai sekitar 5.055 dolar per ons hingga akhir tahun, sementara Goldman Sachs menilai ada potensi kenaikan tambahan sepanjang tahun. HSBC bahkan memproyeksikan harga bisa mencapai 5.000 dolar per ons di paruh pertama tahun.
Penilaian Umum dan Pertimbangan Investasi
Secara keseluruhan, prospek harga emas hingga 2026 cenderung meningkat. Namun, ada risiko koreksi harga jika ekonomi pulih, dan beberapa ahli menyebutkan kemungkinan penurunan harga di paruh kedua tahun. Oleh karena itu, meskipun optimistis terhadap prospek emas, pengelolaan risiko yang tepat tetap diperlukan untuk menghadapi volatilitas.
Jika memutuskan berinvestasi emas, penting untuk memilih platform perdagangan keuangan yang terpercaya dan menyusun strategi keuntungan yang sesuai dengan tujuan investasi Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Proyeksi Harga Emas 2026 Berdasarkan Grafik Harga Emas 10 Tahun
Dalam 10 tahun terakhir, harga emas terus meningkat secara konsisten didukung oleh meningkatnya permintaan aset aman dan ketidakpastian ekonomi global yang semakin meluas. Perkiraan harga emas tahun 2026 juga menunjukkan pandangan optimis dari berbagai lembaga keuangan internasional, sehingga daya tarik investasi emas tetap tinggi.
Perkembangan Harga Emas 10 Tahun Terakhir dan Situasi Saat Ini
Pada awal tahun lalu, harga emas domestik sekitar 952.000 won per 1돈 (3,75g), mengalami kenaikan besar dibandingkan harga 10 tahun lalu. Harga emas internasional juga naik hingga sekitar 4.585 dolar per ons, meningkat sekitar 38% dibandingkan enam bulan sebelumnya.
Jika membandingkan grafik harga emas dari Korea Gold Exchange dan pasar internasional, keduanya cenderung mengikuti tren yang serupa. Hal ini menunjukkan bahwa harga emas domestik sangat dipengaruhi oleh pasar keuangan global, dan untuk memprediksi pergerakan harga emas ke depan, perlu dianalisis tren pasar internasional secara menyeluruh.
Faktor Utama yang Mempengaruhi Harga Emas
Tren Dek dolarisasi dan Nilai Emas
Kebijakan de dolarisasi yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam transaksi internasional semakin meluas. Negara-negara utama seperti China yang mendorong internasionalisasi yuan dan India yang memperluas penggunaan rupee, semakin banyak mengakumulasi emas sebagai aset pengganti dolar. Negara-negara yang dikenai sanksi ekonomi AS juga menunjukkan tren menggunakan emas dalam transaksi internasional sebagai alternatif dolar. Kebijakan ini dapat meningkatkan permintaan global terhadap emas dan mendorong kenaikan harga.
Risiko Geopolitik dan Preferensi Aset Aman
Emas adalah aset aman yang paling diminati saat ketidakpastian ekonomi meningkat. Contohnya, selama krisis keuangan global 2008, krisis utang Eropa 2011, dan pandemi COVID-19 2020, harga emas mencapai rekor tertinggi. Saat ini, ketegangan perdagangan AS-China, konflik di Ukraina, dan konflik di Timur Tengah meningkatkan risiko global, sehingga permintaan emas tetap tinggi.
Potensi Perlambatan Ekonomi Negara Maju
Kekhawatiran perlambatan ekonomi global juga mendukung harga emas. Saat resesi, hasil dari aset investasi tradisional cenderung menurun, sehingga dana beralih ke aset aman seperti emas untuk melindungi kekayaan.
Kebijakan Bank Sentral dalam Menurunkan Suku Bunga
Penurunan suku bunga sangat berpengaruh terhadap harga emas. Saat suku bunga turun, hasil dari deposito dan obligasi menurun, sehingga biaya peluang memegang emas berkurang. Selain itu, penurunan suku bunga sering diartikan sebagai sinyal perlambatan ekonomi, mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas.
Analisis Perkiraan Harga Emas 2026
Prediksi Harga Emas dari Lembaga Keuangan Utama
Lembaga keuangan internasional menunjukkan prospek positif untuk harga emas tahun 2026. JP Morgan memperkirakan harga mencapai sekitar 5.055 dolar per ons hingga akhir tahun, sementara Goldman Sachs menilai ada potensi kenaikan tambahan sepanjang tahun. HSBC bahkan memproyeksikan harga bisa mencapai 5.000 dolar per ons di paruh pertama tahun.
Penilaian Umum dan Pertimbangan Investasi
Secara keseluruhan, prospek harga emas hingga 2026 cenderung meningkat. Namun, ada risiko koreksi harga jika ekonomi pulih, dan beberapa ahli menyebutkan kemungkinan penurunan harga di paruh kedua tahun. Oleh karena itu, meskipun optimistis terhadap prospek emas, pengelolaan risiko yang tepat tetap diperlukan untuk menghadapi volatilitas.
Jika memutuskan berinvestasi emas, penting untuk memilih platform perdagangan keuangan yang terpercaya dan menyusun strategi keuntungan yang sesuai dengan tujuan investasi Anda.