Intisari dari pidato keadaan bangsa Trump kepada Kongres
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato keadaan bangsa di ruang DPR Capitol AS di Washington, D.C., AS, 24 Februari 2026. REUTERS/NATHAN HOWARD · Reuters
Oleh Trevor Hunnicutt dan Gram Slattery
Rabu, 25 Februari 2026 pukul 12:01 WIB+9 2 menit baca
Oleh Trevor Hunnicutt dan Gram Slattery
WASHINGTON, 24 Feb (Reuters) - Presiden Donald Trump menyampaikan pidato keadaan bangsa kepada sesi gabungan Kongres pada hari Selasa, sebuah momen yang berpotensi penting karena Gedung Putih berusaha memperkuat dukungan di kalangan pemilih Republik menjelang pemilihan paruh waktu November.
Pidato Trump berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat dengan Iran dan frustrasi pemilih terhadap tingginya biaya hidup.
USAHA BERISIKO
Trump menempatkan dolar dan sen di pusat pidatonya, tetapi dia tetap pada pesan yang berisiko tentang ekonomi yang beberapa ahli strategi peringatkan bisa membuat Partai Republik kehilangan pemilihan kongres November, ketika semua 435 kursi di DPR dan sekitar sepertiga dari Senat diperebutkan. Demokrat berharap dapat mengambil kendali dari Republik yang memiliki mayoritas di kedua kamar.
Menurut Trump, inflasi, suku hipotek, dan harga bensin sedang turun, sementara pasar saham, produksi minyak, dan investasi langsung asing sedang berkembang pesat bersama dengan pekerjaan konstruksi dan pabrik. Tetapi dia tidak mengakui rasa sakit yang masih dirasakan rakyat Amerika akibat kenaikan harga, seperti yang dia lakukan dalam sebagian besar pidatonya baru-baru ini tentang topik ini.
Data menunjukkan inflasi terhenti dan bahkan meningkat tahun lalu, dan ekonomi kehilangan pekerjaan pabrik tahun lalu.
Pemilih mengatakan kepada lembaga survei bahwa mereka cemas tentang ekonomi dan tidak puas dengan penanganan Trump terhadap isu ini. 56% tidak setuju dengan penanganannya terhadap ekonomi, menurut survei Reuters/Ipsos, sementara 36% menyetujui.
Itulah kenyataan yang menurut para ahli strategi harus dihadapi Trump jika dia ingin menjadi utusan utama Partai Republik tentang ekonomi saat mereka berjuang mempertahankan kendali atas Kongres dalam pemilihan paruh waktu November.
(Laporan oleh Trevor Hunnicutt dan Gram Slattery, disunting oleh Ross Colvin dan Deepa Babington)
Kebijakan Privasi dan Ketentuan
Dasbor Privasi
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Intisari dari pidato Kenegaraan Trump kepada Kongres
Intisari dari pidato keadaan bangsa Trump kepada Kongres
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato keadaan bangsa di ruang DPR Capitol AS di Washington, D.C., AS, 24 Februari 2026. REUTERS/NATHAN HOWARD · Reuters
Oleh Trevor Hunnicutt dan Gram Slattery
Rabu, 25 Februari 2026 pukul 12:01 WIB+9 2 menit baca
Oleh Trevor Hunnicutt dan Gram Slattery
WASHINGTON, 24 Feb (Reuters) - Presiden Donald Trump menyampaikan pidato keadaan bangsa kepada sesi gabungan Kongres pada hari Selasa, sebuah momen yang berpotensi penting karena Gedung Putih berusaha memperkuat dukungan di kalangan pemilih Republik menjelang pemilihan paruh waktu November.
Pidato Trump berlangsung di tengah ketegangan yang meningkat dengan Iran dan frustrasi pemilih terhadap tingginya biaya hidup.
USAHA BERISIKO
Trump menempatkan dolar dan sen di pusat pidatonya, tetapi dia tetap pada pesan yang berisiko tentang ekonomi yang beberapa ahli strategi peringatkan bisa membuat Partai Republik kehilangan pemilihan kongres November, ketika semua 435 kursi di DPR dan sekitar sepertiga dari Senat diperebutkan. Demokrat berharap dapat mengambil kendali dari Republik yang memiliki mayoritas di kedua kamar.
Menurut Trump, inflasi, suku hipotek, dan harga bensin sedang turun, sementara pasar saham, produksi minyak, dan investasi langsung asing sedang berkembang pesat bersama dengan pekerjaan konstruksi dan pabrik. Tetapi dia tidak mengakui rasa sakit yang masih dirasakan rakyat Amerika akibat kenaikan harga, seperti yang dia lakukan dalam sebagian besar pidatonya baru-baru ini tentang topik ini.
Data menunjukkan inflasi terhenti dan bahkan meningkat tahun lalu, dan ekonomi kehilangan pekerjaan pabrik tahun lalu.
Pemilih mengatakan kepada lembaga survei bahwa mereka cemas tentang ekonomi dan tidak puas dengan penanganan Trump terhadap isu ini. 56% tidak setuju dengan penanganannya terhadap ekonomi, menurut survei Reuters/Ipsos, sementara 36% menyetujui.
Itulah kenyataan yang menurut para ahli strategi harus dihadapi Trump jika dia ingin menjadi utusan utama Partai Republik tentang ekonomi saat mereka berjuang mempertahankan kendali atas Kongres dalam pemilihan paruh waktu November.
(Laporan oleh Trevor Hunnicutt dan Gram Slattery, disunting oleh Ross Colvin dan Deepa Babington)
Kebijakan Privasi dan Ketentuan
Dasbor Privasi