Bank sentral telah menambah kepemilikan emas selama 15 bulan berturut-turut, cadangan emas telah mencapai 369,6 miliar dolar AS dan mencatat rekor tertinggi. Latar belakang makro saat ini sebenarnya sangat jelas: Total utang pemerintah AS telah menembus 38 triliun dolar AS, defisit fiskal menjadi berkepanjangan, tingkat suku bunga tengah dipaksa oleh skala utang secara terbalik, dan kepercayaan terhadap dolar AS terus melemah. 👉 Dalam lingkungan seperti ini, 95% bank sentral di seluruh dunia bertindak sangat seragam—berencana untuk terus menambah kepemilikan emas hingga tahun 2026. China juga sangat memahami, dalam pola keuangan global saat ini, dolar AS tetap menjadi mata uang dominan, menjual besar-besaran utang AS secara sekaligus dan mendorong dolarisasi secara agresif, baik itu tidak realistis maupun tidak bijaksana. Sambil mempertahankan sejumlah utang AS, mereka juga menambah cadangan emas sebagai bantalan, ini adalah kebutuhan nyata sekaligus strategi permainan. Saat ini, AS memiliki lebih dari 8.000 ton emas, China memiliki lebih dari 2.300 ton emas, hanya sekitar 9% dari cadangan devisa luar negeri, jauh di bawah rata-rata bank sentral global, dan ruang untuk menambah cadangan masih cukup. Ini sudah merupakan sinyal yang sangat jelas!
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
⚡China belum pernah memiliki begitu banyak emas—
Bank sentral telah menambah kepemilikan emas selama 15 bulan berturut-turut, cadangan emas telah mencapai 369,6 miliar dolar AS dan mencatat rekor tertinggi.
Latar belakang makro saat ini sebenarnya sangat jelas:
Total utang pemerintah AS telah menembus 38 triliun dolar AS, defisit fiskal menjadi berkepanjangan, tingkat suku bunga tengah dipaksa oleh skala utang secara terbalik, dan kepercayaan terhadap dolar AS terus melemah.
👉 Dalam lingkungan seperti ini, 95% bank sentral di seluruh dunia bertindak sangat seragam—berencana untuk terus menambah kepemilikan emas hingga tahun 2026.
China juga sangat memahami, dalam pola keuangan global saat ini, dolar AS tetap menjadi mata uang dominan, menjual besar-besaran utang AS secara sekaligus dan mendorong dolarisasi secara agresif, baik itu tidak realistis maupun tidak bijaksana.
Sambil mempertahankan sejumlah utang AS, mereka juga menambah cadangan emas sebagai bantalan, ini adalah kebutuhan nyata sekaligus strategi permainan.
Saat ini, AS memiliki lebih dari 8.000 ton emas, China memiliki lebih dari 2.300 ton emas, hanya sekitar 9% dari cadangan devisa luar negeri, jauh di bawah rata-rata bank sentral global, dan ruang untuk menambah cadangan masih cukup.
Ini sudah merupakan sinyal yang sangat jelas!