Apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli? Analisis peluang dan risiko investasi Yen Jepang pada tahun 2026

Apakah Yen Jepang Layak Dibeli? Kapan Waktu Terbaik Membeli? Setelah mengalami volatilitas besar di tahun 2025, yen Jepang tetap menghadapi tekanan penurunan di tahun 2026. Pertanyaan ini menjadi kekhawatiran banyak investor yang memiliki rencana investasi luar negeri. Berikut kami analisis dari berbagai sudut pandang, termasuk kondisi pasar saat ini, kebijakan bank sentral, dan timing investasi, untuk membantu Anda menentukan apakah saat ini waktu yang tepat membeli yen.

Pergerakan Yen Jepang yang Tidak Berhasil Membalik: Mengapa Terus Menghadapi Tekanan Depresiasi?

Memulai tahun 2026, yen Jepang gagal membalik tren negatif di 2025. Pada pertengahan Januari, kurs yen terhadap dolar sempat menyentuh posisi kritis 159.454 yen per dolar, mencatat level terendah sejak awal tahun. Meski Menteri Keuangan dan pejabat keuangan Jepang menyatakan akan menahan depresiasi yen, dan bank sentral bahkan memicu spekulasi intervensi pasar valuta asing, rebound yen terbatas dan kembali melemah lagi setelah 27 Januari.

Mengapa yen begitu “tidak berdaya”? Ada empat faktor utama yang mempengaruhi:

Pertama, selisih suku bunga antara AS dan Jepang tetap besar. Bank Jepang meski telah menaikkan suku bunga dua kali di 2025, dan pada Desember menaikkan suku kebijakan ke 0.75% (tertinggi dalam sekitar 30 tahun sejak 1995), tetapi suku bunga AS tetap jauh lebih tinggi. Selisih ini menarik investor meminjam yen dengan bunga rendah lalu mengalihkan ke aset dolar berimbal hasil tinggi, menekan yen terus-menerus. Ekspektasi pasar terhadap langkah kenaikan suku bunga selanjutnya dari BOJ pun masih hati-hati, sehingga sulit mengubah tren ini secara cepat.

Kedua, kebijakan stimulus fiskal pemerintah Jepang. Setelah pemerintahan baru berkuasa sejak Oktober 2025, mereka melanjutkan gaya “Abenomics” dengan program stimulus besar-besaran untuk dorong ekonomi. Tapi, peningkatan penerbitan utang pemerintah meningkatkan kekhawatiran defisit fiskal, dan pasar semakin waspada terhadap risiko jangka panjang Jepang, yang menekan daya tarik yen.

Ketiga, dolar AS tetap kokoh. Ekonomi AS tetap tangguh, inflasi sulit dikendalikan, dan kebijakan proteksionis mendukung indeks dolar. Sebagai mata uang berimbal hasil rendah, yen lebih rentan dijual dalam lingkungan risiko meningkat.

Keempat, kondisi fundamental ekonomi Jepang masih lemah. Konsumsi domestik kurang kuat, pertumbuhan ekonomi sering stagnan, inflasi impor menaikkan harga, meski upah meningkat, daya beli riil tetap tertekan. Hal ini membatasi ruang BOJ untuk menaikkan suku bunga dan secara tidak langsung memperpanjang kelemahan yen.

Penilaian Timing Pembelian: Perang Kebijakan Bank Sentral dan Ekspektasi Pasar

Apakah saat ini waktu yang tepat membeli yen? Jawabannya tergantung pada pandangan Anda terhadap tiga variabel berikut.

Ritme Kenaikan Suku Bunga BOJ

Pada 23 Januari, BOJ mengumumkan keputusan kebijakan tahunan, mempertahankan suku bunga acuan di 0.75%. Keputusan ini memicu penilaian ulang pasar terhadap langkah selanjutnya. Umumnya diperkirakan kenaikan suku bunga berikutnya baru akan terjadi di pertengahan atau akhir 2026, dengan target sekitar 1%.

Setelah pengumuman, yen sempat melemah ke 158.61 per dolar, menunjukkan kekecewaan pasar terhadap kekuatan langkah BOJ. Banyak bank investasi internasional menganggap 160 yen sebagai level psikologis penting—yang juga menjadi trigger intervensi pasar di 2024. Meski begitu, penurunan ini bersifat sementara dan kembali melemah lagi di akhir bulan.

Perkembangan Selisih Suku Bunga AS-Jepang

Jika Federal Reserve (Fed) mempercepat penurunan suku bunga karena perlambatan ekonomi AS atau inflasi yang tetap tinggi, selisih suku bunga akan menyempit dengan cepat dan mendukung penguatan yen. Sebaliknya, jika Fed mengikuti ekspektasi pasar untuk penurunan bertahap dan ekonomi AS tetap kokoh, dolar akan tetap kuat dan ruang rebound yen terbatas. Ini sangat bergantung pada data ekonomi AS ke depan.

Sentimen Risiko Global dan Pergerakan Arbitrase

Yen sebagai mata uang berimbal hasil rendah sering digunakan dalam arbitrase saat risiko global tinggi (pinjam yen lalu investasi di aset berimbal hasil tinggi). Jika pasar saham dan aset risiko lain terkoreksi, posisi arbitrase ini bisa tutup dan memicu yen menguat cepat. Sebaliknya, jika sentimen pasar tetap stabil, yen cenderung keluar dari aliran modal.

Pandangan Institusi: Prediksi Kurs Yen 2026 Berbeda Jauh

Berbagai bank investasi ternama punya pandangan berbeda tentang kurs yen di akhir 2026:

Citi yang dipimpin oleh Hoshino, menyatakan bahwa yen lemah karena tingkat suku bunga riil negatif. Yield obligasi Jepang tetap di bawah inflasi, menciptakan lingkungan suku bunga riil negatif. Untuk mengubah ini, BOJ harus mengatasi masalah tersebut secara serius.

JPMorgan yang memiliki pandangan paling pesimis, memperkirakan yen bisa jatuh ke 164 di akhir tahun. Mereka menilai fundamental yen tetap lemah dan tidak akan membaik secara signifikan tahun depan. Dengan investor global menyesuaikan ekspektasi kenaikan suku bunga di ekonomi utama, efek pengetatan BOJ pun terbatas, bahkan bisa memperburuk posisi yen.

BNP Paribas memperkirakan yen akan turun ke 160 di akhir 2026. Mereka percaya bahwa kondisi makro global tetap mendukung sentimen risiko, yang mendukung arbitrase dan tekanan jual yen. Dengan kebijakan bank sentral yang hati-hati dan kemungkinan Fed lebih keras dari prediksi, kurs USD/JPY akan tetap tinggi.

Kerangka Keputusan Investasi Yen: Apakah Sekarang Waktunya Membeli?

Berdasarkan analisis di atas, berikut kerangka keputusan apakah saat ini tepat membeli yen:

Situasi yang cocok untuk membeli sekarang:

  • Anda punya rencana perjalanan atau konsumsi di Jepang dalam 1-2 tahun dan tidak berharap fluktuasi besar
  • Anda percaya BOJ akan mempercepat kenaikan suku bunga dan prospek yen menguat dalam jangka menengah
  • Anda berencana membeli secara berkala (bulanan/kuartalan) bukan sekaligus
  • Anda memperkirakan perlambatan ekonomi AS akan mendorong Fed menurunkan suku bunga dengan cepat

Situasi yang tidak disarankan atau perlu hati-hati:

  • Anda mengharapkan apresiasi yen dalam waktu dekat (3 bulan)
  • Yen akan menjadi mata uang utama portofolio Anda tanpa diversifikasi
  • Anda tidak siap menghadapi risiko ketidakpastian global
  • Anda kurang memahami kebijakan bank sentral dan indikator makro

Faktor Utama yang Harus Diperhatikan Sebelum Investasi Yen

Ingin prediksi yang akurat? Fokuslah pada tiga indikator berikut:

1. Data Inflasi (CPI)
Inflasi menunjukkan kenaikan harga barang dan jasa, langsung mempengaruhi kebijakan BOJ. Jika inflasi global terus meningkat, BOJ akan lebih terdorong menaikkan suku bunga, menguatkan yen. Jika inflasi melandai, tekanan kenaikan suku bunga berkurang, dan yen cenderung melemah. Saat ini, Jepang termasuk negara dengan inflasi relatif rendah, jadi langkah BOJ cenderung hati-hati.

2. Data Pertumbuhan Ekonomi (GDP, PMI)
Pertumbuhan GDP dan indeks manajer pembelian (PMI) Jepang mencerminkan kesehatan ekonomi. Data kuat mendukung kebijakan pengetatan dan penguatan yen; data lemah menuntut pelonggaran dan melemahkan yen. Saat ini, pertumbuhan Jepang cukup stabil di G7, tapi belum cukup kuat.

3. Pernyataan dan Ekspektasi Kebijakan Bank Sentral
Pernyataan gubernur BOJ sangat mempengaruhi pasar. Setiap sinyal perubahan kebijakan bisa memicu volatilitas besar dalam kurs yen. Perhatikan perubahan kata-kata pejabat dan komunikasi resmi untuk mengantisipasi langkah selanjutnya.

Risiko dan Peluang Investasi Yen

Risiko:

  • Volatilitas jangka pendek karena kebijakan dan data ekonomi
  • Risiko kenaikan suku bunga BOJ yang tak terduga, bisa menekan yen
  • Resesi global yang memicu yen sebagai safe haven, tapi juga menekan aset lain

Peluang:

  • Investasi jangka panjang (lebih dari 3 tahun) kemungkinan yen akan kembali ke level wajar
  • Membeli secara berkala saat kurs rendah untuk mengurangi risiko timing
  • Yen sebagai bagian dari diversifikasi portofolio mata uang
  • Dalam kondisi ketidakpastian global, yen tetap sebagai safe haven

Saran Investasi dan Manajemen Risiko

Bagi yang membutuhkan yen untuk konsumsi langsung di Jepang: Disarankan membeli secara bertahap, misalnya sepertiga dari kebutuhan bulanan, untuk mengurangi risiko fluktuasi jangka pendek.

Bagi trader forex: Pelajari faktor-faktor kebijakan, data ekonomi, dan selisih suku bunga secara mendalam. Bangun kerangka analisis sendiri, sesuaikan dengan toleransi risiko, dan gunakan stop-loss untuk menghindari kerugian besar.

Bagi investor jangka panjang: Yen bisa menjadi bagian dari portofolio valuta asing, tetapi jangan terlalu terkonsentrasi. Seimbangkan dengan mata uang utama lain seperti dolar dan euro.

Kesimpulan: Apakah Saat Ini Waktunya Membeli Yen?

Singkatnya, yen saat ini bisa dibeli, tapi yang terpenting adalah “bagaimana membelinya”, bukan “apakah harus membeli”.

Kendala utama adalah selisih suku bunga dan langkah BOJ yang lambat menaikkan suku bunga, sehingga yen tetap cenderung lemah dalam jangka pendek. Namun, dari perspektif jangka panjang, yen akan kembali ke level wajar dan tren depresiasi akan berbalik.

Bagi yang berencana berwisata atau berbelanja di Jepang, membeli secara bertahap adalah pilihan rasional. Bagi trader, penting memahami risiko dan mengikuti analisis di atas, serta menyesuaikan strategi dengan profil risiko sendiri. Ingat, sebelum membuat keputusan investasi, lakukan evaluasi risiko secara matang.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)